Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Penyesalan


__ADS_3

Setelah aku mengetahui bahwa ternyata adik kecilku ternyata sudah menikah, dengan pria itu, bahkan mereka sekarang hendak memiliki seorang anak lagi, itu semua membuat hatiku hancur lebur.


Pria itu mendapatkan lagi adik kesayanganku. Tapi apalah daya, adikku terlanjur jatuh hati, dan jatuh cinta kepada pria yang bernama Nathan, pria berkebangsaan Cina yang sudah menghamili Lee sebanyak 2 kali.


Dasar gadis bodoh, selalu saja buta Karena Cinta. Tapi sekarang mereka bahkan sudah menikah, aku harus bisa berbuat apapun dan mengejarnya. Benar, aku harus mengejar adikku berharap bahwa Nathan tidak membawa adiku ke Cina.


Aku dengan segera keluar dari rumah dan mengemudikan kendaraan dengan cepat, aku harus segera menyusul Nathan dan Lee Ji An adikku.


"Sayang, aku ikut?" Istriku berteriak dia ingin ikut denganku dan aku pun mengangguk, kami pun dengan segera melajukan kendaraan dengan cepat menyusul mobilnya Nathan.


"Sayang apakah kamu tahu mobilnya Nathan, yang mana?" tanya Kim Mi So kepadaku, aku mengangguk karena memang aku tahu, tadi saat aku hendak masuk ke dalam rumah, aku melihat ada mobil asing di luar dan aku tahu dan yakin kalau itu mobil sewaan milik Nathan.


Sebuah mobil sedan dan aku hafal jelas mobil tersebut. Tetapi tiba-tiba saja terjadi sebuah kemacetan. Entah apa yang membuat macet.


Aku membuka kaca mobilku selalu bertanya kepada orang yang ada di sebelah." Pak ada keributan apa di depan. Kenapa macet sekali?" tanyaku.


"Di depan terjadi sebuah kecelakaan, 2 buah mobil adu banteng dan 1 mobil sudah meledak, tersisa satu mobil lagi, sepertinya mobil itu pun akan segera meledak, mobil itu sudah terbalik," orang tersebut menjelaskan kepadaku.


"Akan meledak dan terbalik?" Apa? Rasanya hatiku begitu cemas, siapa sebenarnya orang yang kecelakaan di depan, aku was-was sekali kalau seperti ini.


"Benar sekali dan orang di dalam mobil belum bisa dikeluarkan, karena mobilnya terkunci dari dalam, bahkan kedua orang tersebut pingsan, sepertinya mereka sepasang suami istri, mobil sedan terlihat begitu kecil ketika terbalik maka terlihat sangat remuk dan hancur," kata orang tersebut menjelaskan semuanya kepadaku.

__ADS_1


"Sedan warna apa?" Sebuah tanda tanya dan kecemasan tersirat di kepalaku, tiba-tiba saja aku ingin mengetahui warna mobil tersebut.


"Sebuah sedan berwarna hitam, dan itu sepertinya mobil mewah," kata orang itu sambil mencoba berlari meninggalkanku.


"Sedan mewah berwarna hitam, tunggu bukankah mobilnya Nathan juga berwarna hitam. Sayang kamu tunggu di sini, kamu kemudikan mobil ini pelan-pelan. Mengikuti alur kemacetan. Aku akan segera ke depan untuk melihat mobil siapa yang sebenarnya sudah terbalik itu?" kataku kepada sang istri, sambil keluar dari mobil. Kim Mi So tidak bisa menjawab mau tidak mau dia harus mengikuti perintahku.


Aku keluar dari mobil dan segera berlari. Hatiku begitu cemas dan gelisah, takut bahwa mobil yang ternyata kecelakaan tersebut adalah mobil yang dikendarai oleh Nathan dan adikku.


Jantungku berdebar begitu kencang, tatkala melihat mobil tersebut ternyata benar-benar mobil yang telah dikendarai oleh Nathan dan Lee Ji An adik kesayanganku.


"Leeeeee ...." Aku berteriak lalu aku mencoba untuk membuka pintu mobil tersebut, bersama orang lain yang membantu, tetapi pintu mobil itu sangat sulit untuk aku buka.


"Lee ... maafkan Oppa Sayang, Lee. Oppa akan menyelamatkanmu!" Aku berteriak dengan sekuat tenaga dan mencoba untuk membuka pintu mobil tersebut. Beruntunglah seseorang membawa sebuah batu besar dan hendak memecahkan kaca tersebut.


Asap sudah mengepul keluar dari mobil tersebut, sepertinya sebentar lagi akan terjadi sebuah kebakaran, dan jika sampai terbakar maka mobil itu akan meledak. Aku tidak akan membiarkan adikku terbakar di dalam mobil tersebut, aku akan berusaha yang terbaik agar adiku selamat.


"Hei Tuan, biar saya pecahkan kaca mobil itu dengan batu ini. Kalau tidak ada udara di dalam, mereka akan kehabisan oksigen dengan asap yang mengepul seperti itu," ucap pria itu sambil mencoba mendorong tubuhku lalu memecahkan kaca mobil tepat di hadapan Nathan dan 1 kali kaca mobil itu dihantam oleh batu, tetapi tidak pecah. Kali kedua aku pun ikut membantu, tetapi benar-benar kaca mobil itu sulit untuk dipecahkan.


"Lee adikku Sayang, bertahanlah aku tidak akan membiarkan kamu mati!" Aku berteriak dengan tangisan yang sangat melirih. Berharap Nathan dan Lee segera sadar karena ternyata mereka berdua kini dalam keadaan pingsan.


"Lee ...!" Seseorang menjerit dan ternyata itu adalah istriku Kim Mi So, dia ternyata menyusulku ke sini, dan dia melihat kondisi Lee begitu parah di dalam mobil.

__ADS_1


Air mata sudah tidak bisa kubendung sekali lagi aku mencoba membanting kaca mobil tersebut dengan batu yang lebih besar, dan akhirnya aku bisa memecahkan kaca tersebut. Namun sayangnya batu besar itu malah mengenai kepala Nathan.


"Nathan, maafkan aku!" Aku berteriak sambil mencoba masuk ke dalam, untuk melepaskan sabuk pengaman yang mengikat kencang ke tubuh adikku.


Aku dengan segera mencoba melepaskan sampai pengaman tersebut, asap sudah mengepul mengelilingi seluruh isi mobil. Aku kesulitan bernafas dan tidak bisa melihat dengan jelas. Sabuk pengaman itu sangat susah aku lepaskan. Aku benar-benar tidak bisa melepaskan adikku dari cengkraman sabuk pengaman itu, rasanya aku ingin menjerit dan berteriak tetapi aku sungguh tak berdaya.


"Ya Tuhan, Lee bangunlah Sayang!" Aku berteriak menjerit melihat kondisi Lee begitu parah, wadahnya sudah mengeluarkan banyak darah karena posisi mereka itu terbalik.


"Ambil ini, ambil gunting ini," kata seorang pria memberikan sebuah gunting kepadaku, beruntunglah aku bisa membebaskan adikku dari jerat sabuk pengaman itu, sampai akhirnya aku bisa memeluk tubuh adikku dan bersusah payah menariknya keluar dari dalam mobil.


Tidak mudah untuk mengeluarkan adikku dari dalam mobil, karena pecahan kaca pasti akan melukai seluruh tubuhnya. Tidak ada jalan lain, aku harus tetap mengeluarkan adikku, walau dia akan terluka oleh pecahan kaca tersebut. Aku peluk erat tubuh tak berdaya itu, aku mencoba untuk menariknya keluar, beruntunglah di luar sudah ada banyak orang yang hendak menarik tubuh adikku sehingga adikku tidak terlalu terluka dengan pecahan kaca yang menyentuhnya.


Aku seorang kakak sungguh tidak berguna, aku menangis sambil mencoba mengeluarkan tubuh tak berdaya, wanita yang paling aku sayangi yang paling aku cintai.


Terlihat banyak darah di sekitar tubuh adikku, dan sepertinya adik ku telah mengalami perdarahan hebat, karena terlihat di selangkangannya pun telah mengalir darah yang begitu deras. Tapi walau begitu akhirnya aku bisa berhasil menyelamatkan adikku keluar dari mobil.


Tetapi saat aku hendak mau mengeluarkan Nathan dari mobil, ternyata api sudah mulai membakar mobil di daerah belakang.


"Y tuhan, sudah ada api!" teriak istriku sambil menjerit ketakutan, tatkala dia melihat sendiri Nathan masih berada di mobil tersebut.


"Nathan, haruskah aku menolongmu?"

__ADS_1


__ADS_2