Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Pertemuan Pertama vol.2


__ADS_3

"Ya Tuhan. Bayi ini benar-benar Baby Ryu Jin?" Nathan benar-benar terkejut, matanya membulat, mulutnya tak bisa berkata apa pun, tidak percaya ada bayi yang sangat mirip dengan seseorang, tetapi siapa, dia merasa sangat kenal dengan wajah itu.


"Lee Sayang, dia sangat mirip dengan seseorang," ungkap Nathan dengan kening yang mengerut, pria itu mencoba mengingat wajah seseorang tetapi wajah siapa itu, dia sendiri lupa.


Lee Ji An lalu terkekeh, dia membiarkan Nathan untuk mencoba menggendong bayinya.


"Ayah ... ayah gendong Dede sebentar, ya," kata Lee dan mencoba menidurkan bayi Ryu Jin diperlukan Nathan.


"Tapi aku belum pernah menggendong bayi sama sekali, ya sudah." Nathan belum pernah menggendong bayi yang hidup karena kemarin Nathan menggendong bayi yang sudah meninggal, kini jantungnya berdetak begitu cepat. Entah kenapa rasanya Nathan sangat menyayangi bayi yang dipeluknya kali ini, tubuh Nathan bergetar, tangannya pun tidak sanggup untuk bertumpu, tapi Nathan berusaha untuk menguatkan diri, dia yakin bahwa bayi ini mirip dengan seseorang, tetapi siapa itu.


Pikiran Nathan bergejolak, tangannya pun sudah tak ada dalam raganya lagi. Kini Nathan sudah menggendong bayinya, sedangkan Lee mengambil ponsel miliknya lalu.


Crek crek crek.


Beberapa kali wanita itu memfoto kekasih dan bayinya, Lee terlihat begitu bersemangat, lalu memperlihatkan foto tersebut kepada Nathan.

__ADS_1


"Mirip memang sangat mirip dengan seseorang. Tentu saja dia sangat mirip dengan Ayahnya. Lihatlah kamu adalah Ayahnya Sayang. Kalian sangat mirip bahkan foto kamu waktu kecil dengan baby Ryu Jin tidak ada bedanya," ungkap Lee Ji An dengan senyuman yang manis sambil memperlihatkan foto tersebut kepada Nathan.


Nathan benar-benar terkejut, dia tidak menyangka bahwa baby Ryu Jin sangat mirip dengannya, kali ini Nathan langsung meneteskan air matanya, kenapa bisa ada bayi yang sangat mirip dengannya, kalau bayi itu bukan bayinya. Berarti selama ini memang baby Ryu Jin adalah bayinya, bukan bayi adopsi. Ternyata kedua orangtua Lee dengan sengaja membohonginya, mengatakan bahwa baby Ryu Jin adalah bayi adopsi.


"Apakah dia benar-benar Putraku? Apakah bayi ini bayi kita Sayang. Katakanlah yang sebenarnya, apakah bayi Ryu Jin ini anak kandung kita?" Nathan pun bertanya dengan mata yang berkaca-kaca, sedang Lee merasa heran dengan pertanyaan dari Nathan, selama ini di mana pikiran Nathan.


"Sayang apa maksud kamu mempertanyakan hal itu? Jelas-jelas ini adalah bayi kandung kita, bayi kita yang sudah aku kandung selama 9 bulan dan sudah aku lahirkan dengan susah payah, dia bahkan tidak perlu melakukan tes DNA karena semuanya sangat mirip denganmu. bukankah kamu sudah melihat kemiripannya," kata Lee Ji An kepada Nathan menjelaskan semuanya.


Nathan pun mengangguk, dia benar-benar menitikkan air matanya, dia tidak menyangka bahwa ada bayi yang bisa dipeluk seperti ini, berarti selama ini Lee telah mengandung bayi kembar dan dia tidak tahu sama sekali.


"Terima kasih Tuhan. Ternyata kamu telah mempercayakan aku, untuk bisa merawat bayiku, setelah kamu mengambil bayi pertama kami, sekarang aku akan menjaga bayi kami dengan sangat hati-hati, nenek pasti sangat bahagia melihat baby Ryu Jin. Aku akan segera mempertemukanmu dengan nenek, Sayang. Buah hatiku, Putra kesayangan Ayah. Kamu harus tumbuh sehat. Kamu harus menjadi kuat karena kamu adalah pewarisku, pewaris keluarga Liao, maafkan Ayah selama ini mengabaikanmu, tidak menyangka bahwa kamu adalah anak Ayah, Ayah berpikir bahwa kamu adalah anak orang lain, karena itu Ayah tidak pernah menemuimu sama sekali," lirih Nathan di dasar hatinya, pria itu meneteskan air matanya sambil menatap buah hati tercinta. Lalu Nathan pun mengecup kening sang buah hati dengan lembut, Ryu Jin membuka matanya lalu tersenyum kearah Nathan, Nathan begitu merasa bahagia, ketika melihat senyuman buah hatinya.


"Lihat lah Dede, ini Ayah. Dede sekarang sudah ada dalam pangkuan Ayah ya, kan sudah dari kemaren Dede menangis karena ingin berjumpa dengan Ayah kan," kata Lee Ji An sambil memainkan tangan Baby Ryu Jin.


"Maafkan ayah nak. Ayah selama ini tidak pernah menemuimu, tapi setelah hari ini ayah tidak akan pernah mengabaikanmu Sayang, kamu adalah buah hati ayah yang tersayang. Kamu memang tidak perlu ke Rumah Sakit lagi untuk melakukan tes DNA dan RNA. Ayah sudah yakin bahwa kamu adalah anak Ayah. Buktinya kamu sangat mirip dengan Ayah, Ayah sangat mencintaimu," ungkap Nathan dengan haru kebahagiaan yang dia rasakan, Pria itu tidak tahu harus membagi rasa bahagia seperti apa lagi. Tetapi yang pasti kali ini Nathan ingin mengambil foto mereka bertiga, bersama foto Lee Ji An dirinya dan juga baby Ryu Jin.

__ADS_1


Mereka selfie sangat banyak, bahkan saat itu sampai baterai ponsel Ji An habis. Sayangnya Nathan tidak membawa ponsel karena ponsel Nathan tertinggal di mobil.


"Sayang, akan aku masukkan foto-foto kita ke dalam laptop agar kenangan indah ini bisa tetap terlihat sewaktu-waktu," kata Lee Ji An dengan sumringah.


"Masukkan saja, nanti kalau kita sudah menikah kita akan memenuhi kamar baby Ryu dengan foto-foto kita, nanti kalau baby Ryu Jin sudah besar, dia akan melihat betapa lucunya dia," ungkap Nathan dengan senyum kebahagiaan, pria itu merasa sangat puas Ketika Tuhan memberikan dia bonus 1 orang anak laki-laki.


Kebahagiaan yang sangat besar sekali. Pria ini tidak menyangka kejadian seperti ini bisa terjadi, sebuah kelahiran bayi kembar yang tidak pernah dia sadari sebelumnya. Dia sangat beruntung karena memiliki bayi lain setelah kehilangan bayi Lee Ji Nan.


"Kira-kira apa tanggapan nenek kalau melihat foto ini?" Ungkap Lee kepada Nathan.


"Nenek pasti akan senang akan sangat senang, aku akan memberitahukan hal ini kepada nenek, karena ternyata baby Ryu Jin sangat mirip denganku, selama ini nenek sangat menginginkan keturunan, seorang keturunan yang mirip denganku dan ternyata sekarang dikabulkan oleh Tuhan. Sayang, terima kasih karena sudah melahirkan buah hati untukku," kata Nathan sambil mengecup Lee Ji An dengan lembut, pria itu merasakan kebahagiaan yang dalam, dia merasa sangat sempurna ketika kini dia sudah bisa memeluk buah hatinya.


"Iya sampaikanlah dengan segera, biar Ryu Jin akan cepat dikenali oleh keluargamu, Sayang," kata Lee menorehkan senyum yang manis untuk sang kekasih.


"Sayang cubitlah aku, aku bahkan menyangka bahwa ini adalah mimpi, tolong pukul aku sebentar saja," kata Nathan dengan senyumannya, Lee terkekeh melihat tingkah Nathan seperti itu, lalu Lee Ji An pun mencubit hidung Nathan dengan sangat keras, sehingga Nathan berteriak kesakitan. Setelah itu mereka pun tertawa bahagia sambil melihat dan memperhatikan buah hati mereka yang mulai tertidur kembali.

__ADS_1


🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄


__ADS_2