
Tidak di sangka mereka bertiga tidur siang sampai sore hari. Baby Ryu Jin bahkan begitu asyik tidur diantara kedua orangtuanya. Balita itu tidur dengan begitu tenang karena diapit oleh ayah dan ibu yang sangat menyayanginya.
Sesaat Nathan membuka matanya, melihat kearah buah hati dan istri kesayangannya. Pria itu mencoba untuk bangun dari posisi tidurnya tetapi tiba-tiba saja tangan Lee Ji An memeluk tubuhnya.
Nathan menoleh dan tersenyum miring melihat istrinya memeluk dirinya, dan memeluk buah hatinya.
Nathan yang tadinya tidur di pinggir sekarang pindah, posisinya menjadi mendekati ke arah Lee Ji An.
Baby Ryu Jin yang tadinya tidur di tengah sekarang Lee Ji An lah yang tidur di tengah. Pria itu lalu memeluk lembut tubuh sang istri dengan dekapan penuh kasih sayang. Tidak henti Ia pun meremass lembut buah dada sang istri dan membuat istrinya terbangun.
"Nathan," ucap Lee perlahan ketika dia terkejut melihat Nathan kini sedang meremass kedua organ tubuhnya.
"Sayang, aku mau lagi," ungkap Nathan sambil berbisik dengan mesra. Membuat Lee tersipu malu karena mendengar keinginan kekasihnya.
"Ada anak kita di sini," kata Lee Ji An sambil membelai lembut kekasih hatinya. Tidak dipungkiri pergulatannya tadi itu sangat nikmat. Membuat mereka berdua ketagihan.
Ryu Jin sedang tidur, jadi dia tidak akan bisa mendengar apapun, kata Nathan sambil mengecup lembut pipi merah merona milik istri tiga harinya.
"Aku takut dia bangun, Sayang," ungkap Lee Ji An dengan kegelisahannya, sambil menatap kearah buah hatinya yang tidur disampingnya.
"Pakai ini," kata Nathan sambil memberikan sebuah guling untuk membatasi. Agar Ryu Jin bisa terhalang guling. Kini posisi tidur mereka, Nathan, Lee, guling dan Baby Ryu Jin.
Setelah memberi batas untuk buah hatinya yang tercinta. Nathan tak henti membantu Lee kegelian. Karena kini bahkan pria itu sudah menghujani tubuh sang istri dengan ciuman dan menyisakan banyak sekali tanda kepemilikan.
"Emhh ... Nath." Lee mulai mendesahh tatkala pria itu mulai menggigit-gigit kecil seluruh tubuhnya.
__ADS_1
Nathan tak memberi respon, pria itu fokus membuat tato di dada wanitanya. Sampai akhirnya Nathan menemukan lolipop dan segera memaikannya dengan mulutnya yang nakal.
Tangan Lee terus meremass bahu Nathan. Sampai-sampai bahu Nathan memerah karena remasann yang Lee berikan. Bahkan kuku Lee yang panjang membuat garis di bahu putih sang kekasih. Itu karena Lee tidak tahan dengan gelora jiwanya. Nathan telah berhasil membuat dia seperti cacing kepanasan. Tidak tahan, itulah yang terjadi saat ini.
"Nathan, euhh ah," Lee terkejut ketika kini tubuh mereka mulai bersatu kembali.
"Sayangku Lee ...." Pria itu menatap tajam kekasihnya yang terlihat begitu cantik berada di bawahh tubuhnya.
"Nathan," Lee menjawab dengan mata yang sayup. Pria itu mulai bergerak perlahan, dia tidak mau membangunkan buah hatinya dengan gerakan yang exstrim. Tetapi gerakan itu malah bisa membuat mereka berdua terbuai dan terbang entah kemana, mereka berdua seolah sedang bermain di atas awan putih yang lembut dan melayang di udara.
"Iya Sayang, katakan bahwa kamu mencintaiku, katakan bahwa kamu menyayangiku," perintah Nathan sambil terus bergerak.
"Sayang, aku menyayangimu aku sangat mencintaimu," ungkap Lee Ji An dengan mata yang terpejam karena merasakan penetrasi yang luar dari biasanya. Kenyamanan ini sungguh dia nikmati.
Nathan tidak tahan tatkala mendengar pengakuan cinta dari sang kekasih. Pria itu seolah tak sanggup untuk menahan gerakan lagi. Tetapi mengingat ada buah hatinya di sebelah, maka dengan segera Nathan melepaskan penyatuan tubuh mereka. Dan itu membuat Lee terkejut. Pasalnya Lee terlihat begitu menyukai apa yang Nathan lakukan terhadapnya.
"Pindah ke sofa yuk, Sayang," kata Nathan sambil menggendong sang kekasih, dan merebahkan tubuh polos kesayangannya di sofa. Lalu dengan segera mereka melanjutkan aksinya lagi. Memadu kasih saling menikmati tubuh masing-masing. Sampai akhirnya Nathan kembali menebar benih cintanya di rahim sang pujaan hati.
Mereka terlihat lemas, namun mereka harus segera mandi dan membersihkan tubuh mereka kembali, karena takut Ryu Jin keburu bangun.
Mereka memutuskan untuk mandi bersama dan berendam di bak mandi. Mereka saling menggosok tubuh masing-masing dan bercanda. Nathan dan Lee terlihat begitu bahagia bisa bersama seperti itu. Sayangnya waktu yang tersisa hanya tinggal 2 hari lagi. Dan mereka harus bisa memanfaatkan waktu tersebut dengan sempurna.
Misi Nathan untuk membuat Lee Ji An kembali hamil menjadi prioritasnya. Karena dengan cara itulah mereka mungkin bisa bersatu. Dan menghempaskan pria yang kini berstatus tunanganya Les Ji An.
"Sayang kulit kamu seputih ini, bisa saingan dengan susu murni," kata Nathan sambil menggosok punggung Lee dengan lembut. Mereka masih berada di bak mandi.
__ADS_1
"Benarkan, padahal aku ingin minum vitamin pemutih dan suntik pemutih agar tampak putih pucat, seperti artis Korea," kata Lee Ji An lembut.
"Memangnya di Korea putih pucat itu bagus ya, aku bahkan lebih suka kamu yang sekarang," ungkap Nathan sambil mengecup punggung Lee yang lembut dan basah.
"Hmm aku cantik kan," Lee mulai tersenyum manis.
"Sangat cantik, Sayang," jawab Nathan sambil memeluk dan menyentuh dada sang istri dan mulai memainkannya kembali.
"Apa ini?" tanya Lee ketika Nathan mulai meremass lembut dan membuat dia menggeliat.
"Tambah lagi ya," bisik Nathan mesra. Dan Lee langsung mengubah posisi berbalik ke arah Nathan.
Mereka saling bertatapan. Dan wanita itu langsung duduk di atas pangkuan sang kekasih.
Lee menari di pangkuan sang suami dan menyisakan erangan panjang untuk Nathan. Tarian indah sang istri membuat Nathan tak berdaya dan akhirnya pria itu kalah. Iya Nathan K.O untuk ketiga kalinya.
Rasa lelah telah membuat kedua insan itu merasakan lapar. Perut Lee bahkan bunyi ketika dia masih duduk di pangkuan suaminya. Mereka berdua tersenyum dan langsung beranjak turun dari bak mandi tersebut. Dengan segera mereka membilas tubuh mereka dan bergegas untuk makan malam.
Baby Ryu Jin masih belum bangun ketika Nathan dan Lee mengenakan pakaian mereka. Nathan tidak tega membangunkan buah hati mereka. Tetapi sementara Lee masak makan malam, Nathan dengan setia menjaga buah hatinya yang sedang asyik dalam dunia mimpi.
"Kamu tidur pulas sekali, Nak. Beruntung kamu mengerti bahwa Ayah dan ibu sedang berusaha membuat adik untukmu, Ayah semakin sayang kepadamu Ryu Jin Liao. Kamu adalah pewaris keluarga Liao, harapan Ayah paling utama," kata Nathan sambil mengelus lembut rambut buah hatinya yang tampan.
Pria itu begitu menyayangi baby Ryu Jin. Bagaimana pun kehadiran Ryu Jin di keluarga Liao seolah sebuah tetasan air hujan di tengah kemarau panjang.
🎄🎄🎄
__ADS_1
Halo kak selamat pagi, jangan lupa ya klik like dan beri komentar, eh iya aku lupa ngasih tau bahwa bulan ini ketika Nathan Bertemu Lee akan selesai, alias tamat.
Di perkirakan akhirnya bulan juni selesai.