
"Memang tidak semua orang bisa mengetahui identitas keluargaku, margaku adalah Liao. Dan nama lengkapku adalah Nathan Liao, dengan nama itu kamu bisa mencari aku dengan mudah," kata Nathan dengan senyumannya.
"Aku tidak tahu bahwa margamu adalah Liao, aku hanya tahu kamu adalah Nathan, hanya itu yang aku tau," kata Lee dengan mata yang berkaca-kaca.
"Lee... akupun tidak tau nama margamu, jadi aku kesusahan untuk mencari keberadaanmu," kata Nathan.
"Benarkah? Aku adalah Lee Ji An. Lee adalah nama marga, tetapi karena aku adalah anak bungsu jadi mereka memanggil aku dengan sebutan Lee bukan Ji An," tutur wanita itu dengan begitu lemah, dia sudah sepenuhnya sadar dari pengaruh obat bius. Namun dia masiu belum bisa berbicara keras.
"Lee kamu sangat cantik, walau dalam keadaan lemah sepeti ini, wajahmu tetap saja bersinar," kata Nathan sambil mengelus rambut Lee dengan penuh kelembutan. Sedang Sehun menatap Nathan dan Lee dengan penuh kecemburuan, Seolah-olah ingin menerkam Nathan seperti singa.
"Jangan tinggalkan aku lagi, anak kita butuh Ayahnya!" ratap Lee dengan suara yang begitu rendah wanita itu belum mengetahui bahwa bayinya sudah meninggal.
Deg.
Hati Nathan seolah tercabik mendengar ucapan ketika Lee mengatakan bahwa anaknya butuh Nathan sedangkan bayi yang dilahirkan sudah tidak ada lagi itu sepengetahuannya. Bagaimana perasaanmu ketika dia mengetahui bahwa bayi yang dikandung selama sembilan bulan ini sudah tidak ada lagi.
"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi, kita akan segera menikah," kata Nathan sambil mencoba tersenyum dengan begitu gugup padahal perasaan hatinya begitu hancur mendengar ucapan Lee saat itu.
"Bayi?" Sehun berkata seolah-olah bertanya kepada Lee. Sehun menatap Lee dengan mata yang redup.
"Sehun," ucap Nathan sambil mengepalkan tangannya. Nathan sendiri tidak mau kalau sampai Sehun membocorkan semua rahasia itu. Kondisinya belum stabil sepenuhnya sehingga dia pasti akan sangat terpuruk jika mengetahui semua kejadian yang menimpa bayinya.
__ADS_1
"Bagaimana, sudah tidak ada lagi bayi. Semuanya sudah pergi. Tuhan telah mengambil bayimu!" kata Sehun dengan suara yang pelan sambil menatap Lee dengan tatapan penuh Iba.
"Apa maksudmu, Sehun?" tanya gadis itu dengan sangat detail. Seseorang telah memberikan kabar yang membuat hatinya serasa sesak seketika.
"Sehun berhentilah berbicara!" teriak Nathan dengan amarah yang benar-benar tak bisa lagi di Bandung. Nathan berdiri menghampiri Sehun dan menarik kerah Sehun dengan segera. Sampai akhirnya Sehun terbatuk karena Nathan tak melepaskan kera tersebut.
"Ini semua adalah kenyataan, kenapa kamu harus marah, nih dengarkan aku. Bayimu sudah tidak ada lagi. Pria itu sudah membunuh bayimu, dan kamu masih ingin menikah dengan dia?" kata Sehun sambil menatapnya dengan penuh Iba.
"Brengs*kk...." teriak Nathan sambil memberikan sebuah pukulan yang sangat kencang pada perut Sehun, membuat Sehun terlihat begitu kesakitan karena pukulan tersebut.
"Sudah Nathan!" ucap Lee dengan suara yang lemah wanita itu belum bisa bangun untuk sekedar memisahkan Sehun dan Nathan berkelahi. Dia baru selesai dilakukan operasi. Perutnya masih sangat sakit, dia belum bisa bergerak bahkan ke kiri dan ke kanan sama sekali, apalagi untuk sekedar duduk kini Lee hanya bisa terbaring sambil menatap kearah Sehun dan Nathan.
Sehun tidak membalas perbuatan Nathan, Sehun malah terkekeh karena kesannya Nathan begitu brutal.
"Kamu boleh memukulku sesuka hatimu, tetapi aku akan mengatakan dengan jelas kepada Lee kalau memang kamu adalah pria yang sudah membunuh bayinya, dengarkan Lee, bayimu sudah meninggal karena kejadian itu. Bayimu sudah tidak terselamatkan, kamu harus mengisinya menyesal karena bertemu dengan pria macam dia!" Kata Sehun sambil menatapku dengan tatapan penuh Iba.
"Kamu bicara apa sih, siapa yang meninggal tidak mungkin Bayiku meninggal?" kata Lee Ji An sambil menggelengkan kepalanya seolah-olah dia tidak percaya dengan apa yang Sehun ucapkan barusan.
"Kurang ajar! Sudah kubilang jangan ucapkan hal itu sekarang, Lee baru saja sadar dan baru saja siuman setelah dia bertaruh nyawa antara hidup dan mati. Harusnya kamu memberikan dulu napas yang lega kepadanya bukan langsung memberitahukan kenyataan yang buruk!" ucapan Nathan dengan kemarahannya. Nathan tidak mau Lee sampai terpuruk karena baru saja Lee bangun dari tidurnya, harus sadar, dan baru siuman.
"Nanti atau sekarang sama saja, dia akan merasakan kesakitan ketika mendapatkan kabar tersebut. Apapun yang aku katakan semua itu adalah benar," kata Sehun sambil menatap rincian mantan masih saja menarik kerah Sehun dan ingin sekali menghajar Sehun tetapi tiba-tiba saja hal yg menangis Jangan bersedih.
__ADS_1
"Cukup Kalian tidak usah bertengkar Lagi. Tolong kasih aku penjelasan tentang semua ucapanmu, Sehun!" Wanita itu menangis dengan tersedu ia tidak tahu harus berkata apa lagi, Lee meminta Sehun untuk menjelaskan semuanya.
Nathan pun melepaskan tarikan pada kerah Sehun. Sebenarnya Nathan sudah begitu marah ketika Sehun mengatakan semua itu kepada Lee Ji An. Kali ini harus menahan semua kemarahannya. Dia tidak mau lagi Lee menangis seperti barusan.
"Sayang sabarlah, semuanya akan baik-baik saja, kamu hanya cukup beristirahat dan pulihkan saja dulu kesehatanmu!" kata Nathan sambil duduk berhadapan dan menggenggam tangan Lee Ji An.
"Tidak pantas kamu menyebut Lee dengan sebutan sayang, kalau kamu memang menyayangi Lee, kamu tidak akan pernah membunuh bayi yang Lee kandung," kata Sehun sambil menepis tangan Nathan yang sedang menggenggam tangan Lee.
"Mana bayiku?" tanya Lee kepada Nathan lalu beralih memandang Sehun.
"Sayang dengarkan aku, semua akan baik-baik saja," kata Nathan mencoba untuk menenangkan Lee.
"Aku ingin bayiku!" Sekali lagi Lee meminta untuk melihat bayinya.
"Bayimu sudah meninggal Lee, Dokter tidak bisa menyelamatkannya," kata Sehun dengan begitu lantang membuat Nathan benar-benar begitu kesal. Ucapan Sehun barusan membuat hati Nathan teriris. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa Sehun berkata hal yang sebenarnya.
"Tidak mungkin, tidak mungkin bayiku meninggal!" Lee menangis dengan tersedu padahal dengan batuk saja perutnya terasa begitu sakit, kini Lee pun menangis dan menambah kesakitan di daerah perutnya.
Nathan sungguh tidak tega melihat keadaan Lee buruk seperti ini, karena itulah yang tidak mau membicarakan hal ini dulu dengan Lee. Tapi pria itu bersikeras untuk memberitahukan kepada Lee bahwa bayinya memang sudah benar-benar tidak ada lagi.
"Dengarkan aku Sayang, bersabarlah Tuhan memiliki jalan yang lain untuk kita, kita akan memiliki bayi yang lain!" kata Nathan mencoba untuk menenangkan Lee Ji An.
__ADS_1
Bersambung.
Kak jangan lupa vote dan like ya setelah membaca.