
Di depan Lee Young Joon saat itu juga, Lee Ji An langsung menghubungi Sehun. Lee Ji An menelepon Sehun untuk mengajaknya berangkat ke Cina dan melihat keadaan Nathan di sana.
Sambungan telepon itu pun tersambung.
"Halo Sayang, ada apa?" tanya Sehun dengan hati yang begitu senang, tatkala menerima telepon dari tunangannya.
"Sehun. Apakah kamu sibuk? Jika aku ingin berbincang denganmu sebentar?" tanya Lee Ji An kepada Sehun.
"Aku sebenarnya sedang bekerja sih, tapi tidak apa-apa, kebetulan aku sedang tidak sibuk juga," kata Sehun sambil menolehkan senyum yang manis kepada Lee Ji An.
"Sehun begini, ada sesuatu tapi kamu harus berjanji tidak boleh marah ya, aku sebenarnya sedang di kantor Oppa sekarang, tadi aku sedang membahas soal Nathan," kata Lee Ji An dengan ragu-ragu.
"Nathan, ada apa lagi dengan pria itu? Lee jangan berhubungan dengan dia lagi Sayang, move-on," ungkap Sehun terlihat kecewa.
"Sehun, ini tidak seperti yang kamu bayangkan, ini karena Nathan sakit, dia tidak bisa makan apa pun. Bahkan dia sudah dirawat di Rumah Sakit," kata Lee Ji An dengan suara yang rendah
"Kalau Nathan sakit memangnya apa hubungannya dengan kita? Apa kamu masih mencemaskan dia Lee. Sayang Ayolah Lee. Kita harus menghindari dia sebisa mungkin, apalagi sebulan lagi kita akan segera menikah," kata Sehun dengan suara yang rendah, sebenarnya pria itu begitu marah ketika Lee mengungkit soal Nathan.
"Sehun, dengarkan aku baik-baik. Nathan tidak bisa makan sama sekali, keluarganya meneleponku agar aku membawa Ryu Jin untuk memberikan semangat, agar Nathan cepat sembuh, kamu tidak boleh memutuskan hubungan antara ayah dan anak, bagaimanapun Nathan adalah ayahnya Ryu Jin. Karena itulah aku meneleponmu karena aku sudah mendapatkan izin dari Oppa untuk menjenguk dia di Cina, tetapi aku pun harus mendapat izin darimu, apa kamu mengizinkanku atau kamu ingin ikut bersamaku?" tutur Lee Ji An kepada Sehun Sehun dan pria itu terdiam.
"Bagaimana Sehun. Apakah kamu mau ikut denganku ke Cina?" Sekali lagi Lee Ji An bertanya kepada Sehun.
"Apakah benar kamu ingin sekali mengajak Ryu Jin ke sana?" tanya Sehun dengan suara yang rendah.
__ADS_1
"Iya sehun. Aku ingin Nathan sembuh. Karena itulah aku ingin mengajak Ryu Jin untuk bertemu dengannya. Siapa tahu setelah kedatangan Ryu Jin, Nathan bisa langsung sembuh," kata Lee Ji An kepada Sehun.
"Aku tidak bisa melarang seorang anak bertemu dengan ayahnya. Ya sudah kalau begitu aku akan segera berangkat ke jepang dan menjemputmu, kita akan ke Cina bersama-sama, kamu senang?" tanya Sehun kepada Lee Ji An.
"Terima kasih banyak Sehun. Aku tidak tahu harus berterima kasih seperti apa lagi kepadamu, kamu begitu baik sekali," ungkap Lee Ji An dengan senyum yang bahagia.
"Tidak harus membalas dengan apa pun yang penting menjadi istri yang baik dan setia, itu lebih dari cukup," kata Sehun memberikan senyumnya.
Sebenarnya Sehun tidak ingin tunangannya berjumpa kembali dengan Nathan, karena Sehun sangat takut jika Lee Ji An kembali tergoda oleh pria tersebut. Tidak dipungkiri kalau Nathan memang masih ada di hatinya Lee Ji An, karena itu rasa cemas selalu saja hinggap di hatinya. Entah karena takut pernikahannya gagal, karena Lee Ji An membatalkan pernikahan tersebut. Sehun takut Lee Ji An tergoda kembali oleh Nathan. Dan teramat takut, karena pria itu begitu mencintai Lee begitu dalam.
"Aku akan berusaha Sehun, menjadi istrimu yang terbaik, tapi aku masih ada waktu kan satu bulan untuk mempersiapkan semua itu," kata Lee Ji An dengan senyum yang manis.
"Tentu saja, nikmati masa lajangmu selama sebulan ini, karena jika nanti kita sudah menikah. Kamu tidak akan bebas pergi sendirian, karena aku akan menemanimu ke manapun kamu pergi, biarpun itu ke ujung Dunia," kata Sehun dengan lembut.
"Baiklah-baik. Kalau begitu pokoknya tunggu aku ya. Aku akan menyelesaikan dulu pekerjaanku itu, lalu aku akan berkemas dan berangkat ke Jepang. Sekalian aku pun ingin membawakan sesuatu untukmu," kata Sehun dengan menorehkan senyum yang manis.
"Apa itu?" tanya Lee Ji An.
"Ada deh pokoknya, nanti kamu tunggu saja ya." Sehun terkekeh lalu dia pun ikut tersenyum.
"Baiklah aku sangat menanti kedatanganmu. Aku tutup dulu ya, kamu segera berkemas," kata Lee Ji An dengan perlahan.
"Baiklah Sayang, sampai jumpa nanti," sahut Sehun, lalu menutup panggilan telepon tersebut.
__ADS_1
Lee Ji An menatap kearah sang kakak, lalu menorehkan senyum yang manis untuk kakaknya.
"Bagaimana Lee. Apa Sehun sudah setuju untuk ikut denganmu ke Cina?" tanya Lee Young Joon merasa sangat penasaran.
"Terima kasih banyak Oppa dengan saranmu ini, dan dengan izinmu aku bisa berangkat ke Cina. Sehun menyetujuinya dan dia akan ikut ke Cina bersamaku," seru Lee Ji An sambil tersenyum manis kepada sang kakak. Lee Young Joon jelas saja merasa senang melihat senyum yang berbinar seperti itu di bibir adiknya.
"Sama-sama Lee, Oppa lakukan ini semua agar kalian tidak salah paham, kamu pasti mengerti kan," kata Lee Ji An sambil menorehkan senyum yang manis.
"Iya Oppa aku mengerti semua yang Oppa katakan, dan itu semua demi kebaikanku, pokoknya Lee ucapkan terima kasih banyak ya, untuk semuanya. Lee sayang sekali kepada kakak," lirih Lee Ji An langsung memeluk sang kakak dengan erat, Lee Young Joon pun menyambut pelukan sang adik.
"Kalau begitu aku pulang dulu ya Oppa, aku harus mempersiapkan segala halnya, baju dan segala macamnya. Walaupun memang cuma dua hari, tapi aku harus bawa baju lebih untuk Ryu Jin," kata Lee Ji An.
"Baik adikku Sayang, hati-hati di jalan ya. Oppa juga mau melanjutkan pekerjaan Oppa," kata Lee Young Joon dengan senyumannya. Lalu Lee Ji An pun segera pergi meninggalkan ruangan kantor sang kakak.
Sesampainya di rumah Lee Ji An langsung berkemas, dia mengatakan kepada ibu serta keluarganya bahwa dia akan pergi bersama Sehun untuk mengajak Ryu Jin berjalan-jalan. Jelas saja keluarnya begitu senang mendengar hal tersebut.
Tetapi entah kenapa Kim Mi So sepertinya mencurigai sesuatu. Wanita itu tidak percaya kalau Sehun dan Lee Ji An akan berlibur. Tetapi Lee tidak mengatakan apa pun kepada kakak iparnya sama sekali ini.
"Sangat mencurigakan, aku yakin kalian menyembunyikan sesuatu hal," ungkap Kim Mi So dengan menorehkan senyum yang manis.
"Mencurigakan apa? Kami hanya ingin berlibur, itu saja," kata Lee Ji An sambil terkekeh melihat Kim Mi So.
"Sungguh aku tidak pernah mempercayai ucapan, kamu terlihat sedang berbohong kepadaku," gerutu Kim Mi So sambil pergi meninggalkan adik iparnya, dan Lee Ji An hanya bisa tersenyum sendiri karena dia begitu senang, bisa mengajak Ryu Jin bertemu Nathan walaupun di kawal oleh Sehun.
__ADS_1