Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Hari Pernikahan


__ADS_3

Nathan sudah sampai di Jepang dan mereka menginap di hotel dekat bandara. Karena mereka sampai di Jepang tengah malam.


"Kita tidur dulu sebentar, sambil menunggu. Pagi-pagi kita bersiap untuk berangkat ke sana." kata Nathan dan kepada Sekretaris Chen.


"Baiklah Tuan kami pun akan beristirahat, anda harus istirahat dengan tenang, tidak boleh banyak pikiran, anda harus menyiapkan energi dan kesehatan anda, untuk besok ingat anda belum pulih sepenuhnya, anda baru pulang dari Rumah Sakit, jadi pergunakan sisa waktu kita untuk beristirahat," ungkap Sekretaris Chen kepada Nathan.


"Iya aku tahu, terima kasih ya, kamu sudah memperhatikanku. Kamu juga harus beristirahat, sebaiknya kita masuk kamar masing-masing," jawab Nathan sambil menolehkan sedikit senyuman, lalu semua anak buahnya pun masuk kamar masing-masing, termasuk dengan Nathan sendiri.


"Hufh ... bagaimana aku bisa tidur jika besok kamu akan dinikahi oleh orang lain Lee. Bagaimana aku bisa beristirahat dengan tenang jika besok kamu akan menjadi milik orang lain," lirih Nathan sambil menghela napas dengan berat, dia benar-benar merasa sangat pusing dan depresi. Akibat Pernikahan Lee Ji An dan Sehun.


Tetapi apa yang Sekertaris Chen katakan memang benar. Nathan harus beristirahat, dan memulihkan energinya untuk besok. Karena itulah pria itu mencoba untuk memejamkan matanya, sekedar untuk merelaksasikan tubuh tegangnya.


Sampai akhirnya pagi pun tiba.


Di kediaman Lee Ji An.


Semua orang sudah berkumpul di sana, lalu berangkat ke tempat resepsi dengan menggunakan beberapa mobil.


Penata rias langsung menarik tangan Lee Ji An tatkala Lee Ji An keluar dari mobilnya. Karena penata rias itu sudah sangat tidak sabar ingin mendandani sang pengantin.


"Aduh sakit, Nona," kata Lee sambil merintih kesakitan, tatkala penata rias itu menarik tangan Lee Ji An.


"Ya ampun mohon maaf, saya pikir tadi tangan saya tidak menyakiti anda. Ayo cepat Nona anda harus dirias dengan secepatnya, ini sudah pukul 7 acaranya akan dimulai pukul 8 lebih. Dan anda belum berganti pakaian dan berdandan sama sekali," kata penata rias tersebut dengan semangat 45.


"Oke-oke ya sekarang juga kan saya sudah ada di sini, ayo," ungkap Lee Ji An sambil tersenyum miring.


"Sebelum di tata rias anda harus menggunakan gaun pengantin dulu. Ayo cepat gunakan gaun pengantin itu. Lihatlah gaunnya begitu indah dan sangat cantik, jika anda menggunakan gaun itu pasti akan menjadi seorang Ratu yang sangat bersinar," kata penata rias tersebut tersebut dengan senyumannya.

__ADS_1


Lee Ji An sendiri hanya bisa menatap gaun pengantinnya dengan tatapan sendu. Apakah dia harus bahagia dengan pernikahannya, ataukah dia harus bersedih karena entah kenapa hatinya tidak karuan, tidak ada bahagia atau sedih sama sekali, dan datar-datar saja.


"Ayo tunggu apa lagi. Cepat kenakan gaun pengantinnya," kata penata rias tersebut sambil membantu Lee Ji An untuk melepaskan pakaiannya, lalu Lee Ji An pun langsung melepaskan seluruh pakaiannya dan mengenakan gaun pengantin.


"Ini adalah gaun pengantin keduaku, semoga saja yang menjadi gaun pengantin terakhirku, semoga saja Tuhan melancarkan semuanya," lirih Lee Ji An sambil mengenakan gaun pengantin tersebut.


"Waw pas sekali, cantik. Tubuh anda memang seperti boneka Barbie, sangat sempurna," ungkap penata rias tersebut sambil tersenyum dengan puas.


"Ini cocok ya, terima kasih banyak," tangkas Lee Ji An sambil membalas senyuman penata rias tersebut.


"Aku ingin bercermin boleh tidak?" tanya Lee kepada wanita itu.


"Nanti dulu, didandani dulu baru boleh bercermin, dengan cermin besar. Sekarang duduk didepan cermin seperti ini sudah cukup," kata penata rias itu.


"Baiklah sekarang aku harus apa?" Lee Ji An merasa gugup.


"Baiklah," kata Lee Ji An dengan senyumannya.


"Gadis manis. Ayo kita mulai," kata wanita itu lalu langsung memberikan beberapa riasan di wajah cantik Lee Ji An.


Wanita itu sangat bersemangat untuk mendandani sang pengantin, dan ingin menjadikan pengantin seorang ratu di dalam pestanya sendiri. Dan benar saja sekarang Lee Ji An sudah tampak begitu cantik dengan gaun pengantin dan riasan yang sangat elegan.


Lee Ji An memang cantik tetapi ditambah dengan penata rias disebut kecantikan Lee Ji An tiada bandingnya.


Lee Young Joon kini sudah melihat sang adik dengan tatapan yang begitu tajam. Dia merasa bangga karena dia memiliki adik secantik itu. Walaupun bukan adik kandung tetapi rasa sayang Lee Young Joon pada Les Ji An tetap, bahkan kini jauh lebih besar dari pada sebelumnya.


"Selesai," kata penata rias itu dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


"Apakah aku boleh membuka mata?" tanya Lee kepada orang itu.


"Tentu saja boleh, sekarang buka matanya dalam hitungan ketiga ya 1-2-3 It's Magic," ucap orang tersebut sambil berteriak dengan girang.


Lee Ji An pun langsung membuka matanya, lalu dia menatap kearah cermin dan benar saja dia merasa takjub karena dia terlihat begitu lain dari biasanya, benar-benar cantik.


"Apakah ini aku? kenapa aku serasa melihat orang lain?" ungkap Lee Ji An dengan menorehkan sedikit senyumannya, merasa takjub dengan hasil riasan dari orang itu, karena Lee benar-benar sangat sempurna. Dia terlihat seperti seorang selebritis dan itu sangat cantik. Siapa yang menyangka bahwa Lee Ji An adalah seorang ibu dengan 1 anak, mereka yang melihat kecantikan Lee saat ini pasti mengira bahwa Lee masih gadis masih perawan.


"Adiku memang sangat cantik, kalau saja aku bukan kakakmu, aku pasti akan jatuh cinta kepadamu," ungkap sang kakak sambil menghampiri adik kesayangannya.


"Oppa, terimakasih," ungkap Lee Ji An sambil tersipu malu. Dia pun merasa sangat senang karena tampilannya kali ini luar biasa. Dulu Lee Ji An pernah di dandani seperti ini, tetapi tidak secantik sekarang. Karena sekarang yang mendandani adalah make up artis. Karena itulah sangat keren hasilnya.


"Sehun begitu beruntung karena bisa mendapatkan adiku yang cantik ini, kalau sampai dia menyakiti hatimu, akan Oppa berikan pelajaran," kata Young Joon kepada sang adik.


"Sehun tidak akan menyakitiku, dia sangat baik, seolah dia tidak memiliki cela apapun saat ini," tutur Lee Ji An dengan pelan.


"Bagus kalau dia baik," kata Young Joon tersenyum tipis.


"Karena dia baik, dan terlalu baik, aku jadi tidak tau perasaanku untuknya cinta atau bukan," lirih Lee Ji An dengan sendu.


"Apa katamu?" Lee Young Joon terkejut.


"Tidak apa-apa," sangkal Lee.


"Eh, ulangi coba," pinta Joon.


"Tidak kata ulang Oppa, he he he," Lee Ji An terkekeh.

__ADS_1


Yang di sana tersenyum karena melihat tau adiknya yang begitu manis, dia sangat mencintai Lee karena saat ini Lee adalah satu-satunya yang paling berharga di hatinya setelah sang ibu.


__ADS_2