Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Pagi Yang Indah


__ADS_3

Mentari pagi sudah mulai masuk menelusup ke celah-celah jendela kamar sepasang kekasih itu. Di melihat Nathan sedang mendekat erat sang kekasih dan masih tertidur dengan lelap. Lee tiba-tiba saja membuka matanya dan perlahan dia melihat Nathan masih memeluknya. Tetapi dia harus bangun, karena dia harus membuat sarapan untuk kekasihnya.


Lee mencoba melepaskan diri dari pelukan pria tersebut. Lalu mencoba untuk bangun. Saat Lee beranjak untuk bangun, tiba-tiba saja Nathan menarik tangannya dan Lee kembali terjatuh di tempat tidur membuat Lee kembali tidur lagi.


"Sayang aku harus membuat sarapan, ini sudah jam 6," kata Lee Ji An kepada sang kekasih hati.


"Tidak perlu membuat sarapan, ada maid yang membuatkan sarapan untuk kita, bagaimana kalau kita mandi bersama saja," kata Nathan kepada sang kekasih yang dia ajak.


"Ya ampun pagi-pagi sudah mesum saja, mana boleh tidak mandi berdua, aku takut kita tidak bisa menjaga jarak lagi," kata Lee Ji An dengan senyumannya, lalu menculik Nathan dengan gemas. Lalu Nathan mengelus lembut rambut sang kekasih.


"Aku pikir kita sudah menikah, aku bermimpi kita sudah menikah dan bangun pagi, mandi bersama. Ternyata kita belum nikah ya, sayang," Nathan dengan senyuman manisnya itu sudah tidak sabar ingin menjadikan rincian sebagai istrinya.


"Iya aku pun sama seperti dirimu merasa bahwa kita sudah menikah, tapi ternyata memang pada kenyataannya kita belum menikah sama sekali, Sayang kita harus bisa menjaga jarak terlebih dahulu, harus menahan semuanya, Sayang," kata Lee Ji An kepada Nathan dan Nathan pun mengangguk.


"Pagi ini aku sangat bahagia, karena saat aku terbangun di sampingku ada kamu, seseorang yang sangat aku cintai, aku ingin pagiku indah setiap hari, pagiku berwarna karena ada dirimu, jadi aku ingin ada dirimu setiap hari, agar pagiku selalu bahagia," kata Nathan kepada Lee Ji An, wanita itu tersenyum begitu bahagia mendengar kata-kata mesra dari sang kekasih.


Ungkapan rasa sayang Nathan kepada Lee Ji An adalah hal yang sangat membua Lee bahagia, wanita itu merasa sangat beruntung karena bisa dicintai oleh pria setampan Nathan. Mengingat bahwa putranya kini memiliki ketampanan yang sama akan merasa menjadi wanita sempurna.

__ADS_1


"Maka segeralah melamar aku, datang bersama keluargamu, ambil aku jadi istrimu kita akan hidup bahagia selamanya, sampai akhirnya kita menutup mata," kata Lee kepada Nathan. pria tersenyum dengan manis lalu dia mengecup kening sang kekasih dengan lembut.


"Sayang kamu tahu tidak, Jika kamu memiliki anak seorang anak perempuan, pasti akan secantik dirimu, Sayang. Aku bahkan bermimpi telah menggendong seorang bayi kecil, yang mirip denganmu," ungkap Nathan kepada Lee Ji An.


jantung Lee Ji An tiba-tiba saja berdetak begitu kencang. "Mungkinkah Nathan menceritakan soal bayi yang telah tiada itu, apakah bayi itu adalah bayi perempuan." kini Lee Ji An hanya bisa menutup matanya, menganggap semua itu memang hanyalah mimpi Nathan belaka, "Lupakan, lupakan, lupakan aku harus melupakan semua itu," lirih Lee Ji An di dasar hatinya.


Degupan jantungnya benar-benar tidak bisa stabil lagi, padahal sudah diupayakan terlihat natural dan normal. Benarlah tidak bisa lagi dia menyembunyikan perasaannya, setelah selama ini dia berusaha dia terus seperti ini.


"Sayang aku ingin minum, tiba-tiba saja dadaku terasa sesak," Lee berkata kepada Nathan, pria itu terkejut mendengar bahwa sang kekasih merasakan sesak nafas, dengan segera Kekasihnya berdiri dan pergi mengambil air keluar kamar. Nathan takut terjadi sesuatu hal pada kekasihnya tercinta. Karena itu dia terlihat begitu cemas.


Beberapa saat kemudian Kekasihnya datang dengan membawakan segelas susu hangat dan air putih, Pria itu tersenyum manis ternyata sang kekasih sudah membawa kan dia 2 gelas minuman dan beberapa saat kemudian beberapa pelayan datang membawakan sarapan untuk Lee Ji An.


"Lah Sayang, kenapa kita sarapan di kamar, kita bisa sarapan keluar kan, kasihan mereka harus mengantar ke sini," kata Lee Ji An kepada sang kekasih, bahkan hanya bisa tersenyum manis sambil duduk di samping ke sini.


"Tidak usah banyak berbicara. Sini aku suapin kamu, mau nasi goreng, roti bakar, atau sosis bakar," tanya Nathan kepada wanita yang sekarang ada di sampingnya.


"Banyak sekali, paling Alaku bisanya cuma sarapan sosis saja," jawab Les Ji An dengan menorehkan senyum manisnya.

__ADS_1


"Pilih saja Sayang, sini biar aku suapin. Aku sudah berjanji akan selalu menjagamu, tidak akan membuatmu lelah apa lagi sakit. Sekarang kamu minum terlebih dahulu agar dadamu tidak terasa sesak lagi," kata Nathan menorehkan senyum yang manis kepada Lee Ji An.


Lee Ji An tersenyum ketika mendapatkan perhatian dari Nathan yang seperti itu, pagi itu adalah pagi terindah dalam hidupnya, karena dia bisa bangun di samping sang kekasih yang bisa sarapan bersama seperti ini.


Dia berharap kebahagiaan ini tidak hilang secara tiba-tiba, dia berharap bahwa kebahagiaan ini akan abadi dan tidak akan pernah sirna. Pria yang begitu tampan itu memberikan dia perhatian yang sangat luar biasa, membuat hatinya berdebar kencang saking bahagianya. Sesaat Ia pun melupakan bayi itu.


"Kamu juga makan Sayang, aku bisa makan sendiri ya. Aku ingin kita makan berdua," rengek Lee Ji An kepada sang kekasih hati, Nathan pun tersenyum dengan manis lalu membeli lembut rambut kekasihnya.


"Iya Sayang, aku juga akan makan, aku bahagia bisa makan bisa minum seperti ini."


"Aku pun sama-sama bahagia seperti dirimu, sudah sarapan nanti kita harus bersiap kan, kita akan secepatnya berangkat ke bandara," kata Lee Ji An kepada Nathan.


"Iya kita akan berangkat jam 8 pagi, ini kan masih jam 6.30, jadi masih ada waktu, lagian Bandara tidak terlalu jauh dari rumah, Sayang habiskan dulu sarapannya biar kamu ada tenaga," kata Nathan dengan penuh perhatian. Lee Ji An pun hanya bisa mengangguk sambil mengunyah semua makanan yang Nathan suapi.


Kebahagiaan mereka berdua benar-benar tak terkira, mereka bisa bersama seperti itu membuat mereka benar-benar sangat senang. Walaupun mereka tidak ber kontak fisik, seperti berhubungan intim, atau berciuman, cukup dengan bersama seperti itu cinta mereka sudah terlihat begitu hangat dan mereka sudah sangat bersyukur.


🎀🎀🎀

__ADS_1


__ADS_2