Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Berbagi Kebahagiaan


__ADS_3

"Sekretaris Chen, siang ini kumpulkan semua pegawai, kita makan siang. Setelah itu kita semua boleh pulang, saya akan mengumumkan sesuatu kepada seluruh karyawan," kata Nathan kepada Sekretaris Chen.


"Baiklah Bos! Saya akan segera mengumumkannya, kita akan makan siang di mana?" tanya Sekretaris Chen.


"Mungkin sebuah resto yang mewah dan besar, lalu seluruh karyawan kita boleh makan di sana dengan gratis," kata Nathan lalu Nathan bersiap untuk berangkat.


Beberapa saat kemudian mereka akhirnya sudah berkumpul di tempat yang sudah disediakan oleh Sekretaris Chen.


"Ada apa ya nos mengumpulkan kita di sini? Apakah Bos akan segera menikah?" bisik salah satu karyawati yang ada di perusahaan milik Nathan.


"Tidak bisa. Bos adalah milikku tidak ada satu wanita pun yang boleh memilikinya, aku akan mati berdiri jika bos sampai menikah dengan wanita lain," jawab salah satu wanita yang bekerja di perusahaan Nathan, mereka berbisik-bisik dan membicarakan Nathan, karena memang Nathan itu disukai oleh banyak karyawatinya, selain itu Nathan begitu tampan, pria itu juga begitu ramah dan tidak pernah bertindak arogan.


"Kamu bercanda, ya? Mimpi di siang bolong membuat ginjalku geli saja." Wanita itu pun terkekeh.


"Apa bermimpi. Memang benar aku memimpikanmu menjadi kekasih beliau, apalagi menjadi istri beliau, seorang pria tampan dengan jabatan CEO di sebuah perusahaan raksasa di kota Tiongkok. Bukankah itu mimpi yang indah," bisik wanita itu seolah-olah benar jatuh cinta dan membuat teman di sampingnya semakin geli karena menatap tingkah anehnya.


"Sepertinya kamu lupa minum obat, lain kali obatnya harus dibawa ya. Sehingga kamu tidak salah bicara seperti itu. Aku hawatir orang lain mengenali tindak-tanduk abnormal mu he he he." Wanita itu terkekeh tetapi tiba-tiba saja dia terdiam karena Nathan berjalan menuju ke depan.


Pria itu kini sedang berjalan menuju ke depan, dia ingin menggumamkan sesuatu hal yang sangat berarti.

__ADS_1


"Selamat siang semuanya. Maaf mengganggu aktivitas semua karyawan, sebenarnya kali ini saya akan mentraktir kalian semua untuk makan di resto ini sepuas kalian," kata Nathan dengan senyuman yang begitu mekar.


"Wah keren sekali, asyik aku belum pernah makan di tempat seperti ini," bisik salah satu karyawan kepada temannya.


"Aku pun sama ha ha ha,"


"Baiklah semuanya, sebelum kita menikmati makan siang kita, ada satu hal yang ingin saya bagi bersama kalian semua, yaitu sebuah kebahagiaan yang tiada tara, yang aku dapatkan saat ini. Sebenarnya saya sudah menikah dan sudah memiliki seorang putra yang sangat tampan, dia berumur 5 tahun dan kabar barunya yaitu orang yang sangat aku cintai sekarang sedang mengandung bayi kedua kami. Karena itulah aku ingin berbagi kebahagiaan untuk kalian semua," kata Nathan dengan senyuman yang merekah.


Nathan terpaksa berbohong kepada semua pekerjanya, bahwa dia sudah menikah, padahal pada kenyataannya Nathan dan Lee Ji An kan belum menikah, walau pada saat ini bahkan Lee Ji An sudah mengandung bayi kedua mereka.


"Ya Tuhan, ternyata CEO kita sudah memiliki 1 anak, dan menikah dengan perempuan lain. Aku patah hati, apalagi sekarang kita sedang menantikan kelahiran bayi mereka, aku mau pingsan rasanya." Gemuruh para karyawan membicarakan soal pernikahan Nathan. banyak sekali karyawati Nathan yang kecewa dan patah hati.


"Ya Tuhan, Ya Tuhan, aku patah hati sakit sekali rasanya."


"Baiklah karena sekarang aku sedang bahagia, jadi hari ini kita bekerja setengah hari, setelah kita makan, kalian bisa langsung pulang ke rumah masing-masing, dan aku minta do'a pada kalian semua, karena aku setelah ini akan langsung berangkat ke Jepang untuk menjemput istriku," kata Nathan dengan senyumannya. Lalu pria itu pun langsung pergi meninggalkan semua karyawannya dan bergegas untuk berangkat ke Jepang.


Para karyawan Nathan banyak yang kecewa tentang pernikahan Nathan, tetapi banyak juga yang sangat salut ternyata Nathan bisa menyembunyikan pernikahannya dengan sangat rapi.


Padahal pada kenyataannya tidak ada pernikahan sama sekali, itu hanya untuk mengenalkan Ryu Jin kepada dunia dan juga untuk berbagi kebahagiaan karena dia akan memiliki bayi kedua.

__ADS_1


Sekretaris Chen kini sudah menyerahkan semua tugas kepada Manager Shin dan Sekretaris Chen kini ikut bersama Nathan ke Jepang untuk menemui Lee Ji An.


Di dalam perjalanan ke Jepang Nathan tidak berhenti menatap ponselnya. Karena disana ada foto Ryu Jin, Lee dan dirinya, dia teringat kembali masa-masa indah mereka pada saat berada di Indonesia. Sehingga bisa membuahkan seorang bayi di rahim Lee Ji An.


"Sayang aku akan menjemputmu sekarang dengan atau tanpa restu dari orangtuamu, kamu pasti akan aku ajak pulang ke Cina, aku tidak akan membiarkan kita berpisah lebih lama lagi, aku sudah tidak tahan dengan perpisahan ini, kita harus bersatu dengan atau tanpa pernikahan," lirih Nathan di dasar hatinya, sambil terus menatap arah ponselnya yang memperlihatkan gambar cantik wanita yang paling dia sayangi.


"Tuan kebahagiaan anda begitu besar. Anda bahkan mentraktir karyawan di resto yang begitu mahal, aku juga jadi ingin menikah dan memiliki seorang anak," kata Sekretaris Chen kepada Nathan, pria itu menoleh dan Tersenyum.


"Tenang saja, sudah pekerjaanku beres dan bisa mengambil Lee Ji An kedalam pelukanku, kamu pun akan segera menikah, aku sudah melihat nenek sudah memberikan foto calon istrimu kepadaku, dan dia sangat cantik, tenang saja." Nathan berkata dengan senyuman manisnya.


"Benarkah Bos? Ya Tuhan kamu membuat aku benar-benar penasaran, kalau boleh tahu bolehkah saya melihat foto tersebut," kata sekretaris Chen pada Nathan.


"Sayangnya fotonya ada pada nenek bukan ada padaku, jadi nanti kamu harus minta sendiri, harus menanyakan kepada nenek. Tapi saat kita sampai di Cina selepas kita pulang dari Jepang."


"Okay baiklah, Bos," kata Sekertaris Chen dengan semangat.


Nathan tersenyum mendengar jawaban dari Sekretarisnya. Tanpa terasa kini Nathan sudah sampai di Jepang. Pria itu langsung menelepon kekasih hatinya warna dan kini sudah berada di Jepang.


"Sayang aku sudah ada di sini, aku ada di depan Rumah Sakit tempat kamu bekerja. Apakah kamu sedang bekerja atau sudah di rumah?" tanya Nathan kepada Lee Ji An.

__ADS_1


"Apa kamu benar-benar ada di depan? Tunggu sebentar aku masih memeriksa pasien, untuk apa kamu datang kesini Nathan, kamu membuat aku tambah stres," ungkap Lee Ji An dengan jantung yang berdegup kencang, sebenarnya wanita itu begitu senang Nathan datang ke Jepang, karena tidak dipungkiri ia begitu merindukan Nathan, apalagi dia kini sedang mengandung dan sangat membutuhkan perhatian dari ayah si jabang bayi.


"Tentu saja karena merindukanmu, karena itulah aku datang, Sayang," ungkap Nathan sambil menolehkan senyum yang manis kepada sang kekasih, dan Lee Ji An terlihat begitu senang mendengar kata-kata dari pria yang teramat dia rindukan itu.


__ADS_2