
Semenjak kepulangan Baby Ryu, Lee Ji An merasa begitu lengkap, hidupnya tidak ada kekurangan apapun. Dia punya Nathan sampingnya juga ada Baby Ryu di sampingnya, tetapi ketika dia hendak pergi ke Cina Le Ji An tidak bisa membawa bayinya, karena bayinya takut tidak kuat jika harus pergi ke Cina dan melakukan perjalanan panjang di usianya yang baru menginjak belasan hari.
"Jadi gimana Nat, apakah kita akan membawa serta anak kita ke Cina, tetapi aku takut Baby Ryu akan sakit jika kita membawa dia ke sana," ungkap Lee Ji An kepada sang kekasih, kini mereka hanya bisa mengobrol bebas lewat sambungan telepon seluler saja.
"Kalau kita berangkat ke Cina dengan bayi kita, apakah di Baby Ryu akan baik-baik saja, kalau pertanyaan soal itu, aku sendiri tidak tahu, kalau dalam mitos katanya bayi sebelum 40 hari jangan dibawa keluar rumah," kata Nathan kepada Lee Ji An, Nathan sebenarnya mendengar mitos dari orang Indonesia, karena pegawainya bercerita bahwa bayinya yang berusia 40 hari tidak boleh dibawa keluar rumah.
"Siapa yang mengatakan hal itu?" tanya Les Ji An kepada Nathan.
"Sekretarisku, dia dari Indonesia dia mengatakan kakaknya baru saja melahirkan dan kakaknya tidak bisa membawa bayi keluar rumah jauh-jauh. Entah kenapa banyak sekali pantangan untuk bayi kecil sebelum 40 hari, jadi jika memang kita akan berangkat ke Cina kita tidak bisa membawa serta anak kita," ungkap Nathan dengan suara yang pelan namun dia mendengarkan suara Nathan dengan jelas.
"Bagaimana ini, aku tidak mungkin bisa meninggalkan Baby Ryu sendirian di rumah," Lee Ji An merasa bingung dan dilema, apakah di harus berangkat ke Cina dengan mengabaikan semua mitos yang ada atau tidak berangkat ke Cina dan terus mengurus bayinya. Tetapi jika dia tidak berangkat, kapan dia kan kenal dengan keluarganya Nathan, sedangkan dan serius ingin mengenalkannya kepada keluarganya.
"Jadi aku harus apa? Haruskah kita membatalkan keberangkatan kita dan menunda sampai hari ke-40 Masa nifasmu, biar kita bisa pergi bersama bersama Baby Ryu," kata Nathan kepada Lee Ji An, wanita itu hanya bisa diam, dia kebingungan tentang apa yang akan terjadi, jika dia berangkat ataupun Jika dia tidak jadi berangkat.
"Nathan sebaiknya kita bahas ini dengan kakakku terlebih dahulu, karena ini sangat membingungkan. Siapa tahu Kakak bisa memberikan kita solusi dari masalah ini," ungkap wanita itu dengan suara yang datar.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu kita tutup dulu ya teleponnya, aku ada meeting sebentar, nanti kalau kamu sudah dapat solusi dari masalah yang kita hadapi sekarang, kamu langsung telepon aku ya, Sayang," ungkap Nathan dengan suara yang halus, di sisi lain Lew Ji An pun hanya bisa menyebutkan Iya lalu mereka pun menutup sambungan telepon tersebut.
Lee Ji An terlihat begitu kebingungan. Kini dia pun berdiri dan melihat ke dalam box bayi di sana terlihat Baby Ryu sedang tertidur dengan sangat pulas. Wanita itu tidak mau meninggalkan buah hatinya dan pergi ke Cina. Tetapi dia pun ingin segera pergi ke Cina, agar bisa mengenal keluarga Nathan, ini semua sangat membingungkan untuknya dia tidak bisa berdiam diri saja tanpa meminta saran kepada sang kakak.
Tetapi saat ini bahkan Lee Young Joon sendiri sudah berangkat kantor imigrasi, mereka hendak memperpanjang izin tinggal selama di Indonesia. mengingat Baby Ryu memang belum bisa diajak berangkat ke Korea.
Sedangkan kedua orang tua Lee sendiri kini sedang berada di kamar mereka dan sisa laki Miso yang masih sibuk di dapur, Kim Mi So memang rajin, setiap hari dia memasak untuk keluarga dan masakannya sangat lezat semua keluarga senang masakan Kim Mi so memang membawa suasana yang berbeda.
Kim Mi So pun merasa senang karena masakannya disukai oleh keluarga. Dia memutuskan untuk tidak bekerja dan hanya menjadi ibu rumah tangga saja, diam di rumah menunggu suaminya pulang dan mengurus kedua orang tuanya itu adalah rencana yang akan Kim Mi So lakukan.
"Eonni. Aku ingin bicara denganmu sebentar," pinta Lee Ji An kepada sang kakak ipar.
"Tidak bisa, ini masalah yang sangat serius, aku harus membahasnya dengan serius pula," Lee Ji An menatap tajam kearah kakaknya yang masih disibukkan dengan berbagai jenis bumbu dan sayuran.
"Tunggu sampai aku selesai memasak sebentar lagi, Lihatlah aku masih sangat sibuk kecuali kalau mau buru-buru kamu harus membantuku, sini bantu aku, setidaknya kamu bantu aku untuk mengupas bawang," kata Kim Mi So, kepada adik iparnya Lee Ji An pun mengangguk lalu dia mencoba untuk membantu Kim Mi So memasak.
__ADS_1
"Sejak kapan kamu belajar memasak Mi So, ternyata masakanmu sangat lezat aku suka," Lew Ji An tersenyum manis kepada sang kakak ipar.
"Semenjak aku dikenalkan kepada kakakmu, kamu yang mengenalkan aku kepadanya, semenjak saat itu aku berusaha mati-matian untuk belajar memasak. Bahkan aku ikut kursus memasak," kata Kim Mi So kepada Lee Ji An.
"Oh ya ampun. Kenapa aku tidak tahu kamu ikut kursus memasak?" Lee Ji An terkejut mendengar ucapan sang kakak ipar.
"Karena supaya itu menjadi sebuah kejutan. Aku tidak mau mengecewakan kamu dan kakakmu, serta keluarga besar, aku sudah bersyukur kamu mengenalkanku kepada kakakmu yang tampan, sehingga kini dia menjadi milikku seutuhnya, seumur hidupku. Aku tidak akan mengecewakannya, tidak akan mengecewakanmu dan keluarga kita, aku akan menjadi istri yang baik Itulah tekadku dari awal aku bertemu dengan kakakmu," kata Kim Mi So sambil terus memasak. Lee Ji An pun hanya bisa tersenyum dia begitu bahagia sahabatnya adalah kakak iparnya.
Benar-benar telah membuat dia merasa yakin bahwa persahabatan mereka dan mereka adalah Jalan takdir dari Tuhan.
"Aku tidak menyangka bahwa kamu mempersiapkan itu, dengan sangat matang. Terima kasih ya," Lee tersenyum manis.
"Karena aku yang harusnya berterima kasih, sudah masakannya hampir saja selesai, kamu duduk saja biar aku yang menyelesaikan semuanya," ungkap Kim Mi So dengan senyumannya.
"Tidak apa-apa, aku bantu biar aku membuat jus saja ya," Lee Ji An tersenyum dengan manis, lalu dia pun mengambil beberapa buah dari kulkas untuk segera dia haluskan menjadi sebuah minuman segar.
__ADS_1
Mereka berdua bekerjasama dengan sangat baik, karena ingin segera membahas tentang Ryu Jin bersama Kim Mi So, dia sangat kebingungan harus bagaimana Karena memang Baby Ryu sangat kecil dan rentan sakit. Karena itulah dia tidak mau mengambil resiko tapi dia harus meminta saran kepada seseorang agar dia sendiri yakin. Dan meminta saran kepada sahabat sekaligus seorang kakak ipar adalah hal yang sangat baik.
🎀🎀🎀