
Malam semakin larut semua orang sudah tertidur dengan lelap, kini seorang Pria tertatih-tatih berjalan menuju ke ruang rawat inap milik kekasihnya. Siapa lagi kalau bukan Nathan Liao, dia membawa serta kerinduannya agar bisa segera tercurahkan.
Dia pun dengan perlahan membuka pintu kamar sang kekasih dan ternyata Lee sedang tidur lelap.
"Lee sayang ini aku datang," Nathan menggenggam tangan wanitanya, lalu mengecup lembut kening wanita yang sudah berjuang untuk melahirkan buah hatinya. Wanita itu Mencoba membuka kelopak matanya dengan perlahan tiba-tiba saja seseorang sudah tersenyum di hadapannya.
"Nathan?" Lee Ji An tidak menyangka bahwa akhirnya dia akan berjumpa dengan Nathan, tetapi di larut malam seperti ini.
Nathan pun tersenyum dengan manis lalu memeluk erat tubuh sang kekasih dengan pelukan penuh dengan kasih sayang.
"Sayang bisakah kita pergi dari sini. Aku ingin berdua saja denganmu. Aku ingin melepaskan semua kerinduanku terhadapmu," Pria membujuk sang kekasih agar keluar dari ruang rawat inapnya, status mereka berdua kini adalah sebagai Pasien dan akhirnya *** pun menyetujui keinginan sang kekasih.
Mereka berdua menyelinap keluar dari ruang rawat inap tersebut. Sampai akhirnya mereka kini sudah ada di atap Rumah Sakit.
"Pakailah ini ," ucap Nathan sambil memakaikan sebuah jaket kepada Lee Ji An.
"Terima kasih, tapi jika aku kenakan nanti kamu akan kedinginan," Lee Ji An menolak untuk mengenakan jaket tersebut, tetapi Nathan memaksa memasangkan jaket tersebut kepada Lee Ji An.
Mereka berdua adalah sepasang kekasih yang saling mencintai, mereka sama-sama mengenakan pakaian pasien di Rumah Sakit tersebut, tidak menyangka bahwa kini mereka statusnya sebagai seorang pasien. Bisa berjumpa seperti itu sangat tidak ada dalam pikiran mereka.
__ADS_1
Kini pria itu langsung memeluk Lee Ji An dari belakang.
"Tidak apa-apa tubuhku kedinginan, aku bisa memelukmu seperti ini sepanjang malam, sehingga aku bisa merasakan kehangatan tubuhmu," Kata Nathan sambil berbisik mesra lalu mengecup pipi sang kekasih dari belakang.
Wanita itu pun hanya bisa memejamkan mata, Kerinduannya sudah sangat membut Lee begitu merindukan Nathan, lalu dengan segera wanita itu langsung berbalik arah dan menghadap ke arah Nathan.
"Aku merindukanmu," ucap Lee Ji An kepada sang kekasih hati, wanita itu menatap Nathan dengan mata yang berkaca-kaca.
"Bukan cuma dirimu yang merindu, tetapi aku pun sama, bahkan rasa rinduku tidak bisa kubendung lagi. Sekarang hatiku begitu tenang dan damai ketika bisa menatapmu dan memeluk tubuhmu seperti ini, Sayang. Terimakasih telah melahirkan buah hati kita," ucap Nathan lalu tersenyum kearah sang kekasih hati. Lee Ji An pun mengangguk sambil merangkul sang kekasih memeluknya dengan pelukan yang begitu erat, Nathan pun memeluk Lee Ji An dengan pelukan yang begitu pula.
"Bisakah kita terus bersama seperti ini?" pertanyaan Lee kepada sang kekasih hati. Nathan pun langsung melepaskan pelukannya lalu tersenyum manis tanpa berkata-kata, pria itu langsung memberikan sebuah kecupan manis pada bibir sang kekasih yang ranum.
Sebuah alunan penuh kasih sayang yang mereka rasakan saat ini, kecupan itu bertaut begitu berat sungguh membuat keduanya terbuai. Mereka merindukan kecepatan tersebut karena sudah lama sekali mereka tidak berjumpa Nathan dan Lee, mereka berdua jatuh cinta pada pandangan pertama sama-sama pada pandangan pertama.
Tautan bibir mereka tidak terhenti lilitannya, semakin kuat namun begitu halus, mereka berdua benar-benar tidak pernah membayangkan bahwa semua di sini kah sebuah kecupan. Tiba-tiba saja ia meneteskan air matanya sembari terus memberikan kan sambutan dari bibir sang kekasih.
Nonton terkejut ketika kini pipi Lee sudah basah dengan air mata yang dia teteskan. Pria itu segera melepaskan penyatuan bibir mereka dan langsung menatap sang kekasih dengan kening yang mengerut, tangan pria itu pun menyentuh pipi sang kekasih yang basah seraya bertanya.
"Ada apa ini, kenapa menangis seperti ini?" tanya Nathan kepada Lee Ji An.
__ADS_1
"Ini karena saking bahagianya kita bisa berjumpa, aku sudah merindukanmu sejak lama tidak menyangka kita bisa berjumpa perjalanan waktu sembilan bulan, seolah menjadi sembilan tahun untukku, sangat sulit sekali untuk bisa menemukan mu padahal aku sudah berusaha mencarimu," kata lazy and dengan tetesan air matanya, ini sebuah air mata kebahagiaan bukan hanya air mata kesedihan.
"Aku mencarimu ke tiga Negara, tetapi akhirnya ku menemukanmu di sini Sayang. Tidak menyangka bahwa kita akan berjumpa di sini seperti ini, Aku mencintaimu I Love you Lee Ji An," kata Nathan sambil mengecup kening kekasih hatinya.
Lee Ji An pun hanya bisa memejamkan matanya, tetapi saat matanya terbuka. Lee merasakan sesuatu hal aneh padanya.
"Nathan aku merindukanmu, ternyata aku hanya mimpi," Lee merasa sedih kejadian itu ternyata hanya sebuah mimpi. Dia melihat ke arah jam dinding di kamar rawat inapnya, ternyata menunjukkan jam satu dini hari. Dia terbangun sendiri dan benar-benar merasa kesepian, terlihat kedua orang tua Lee sudah tertidur di sofa begitu pula dengan Kim Mi So dan Lee Young Joon.
Dia pun hanya sendirian yang bangun, hatinya semakin sesak, karena mengingat mimpi yang barusan dia alami.
"Nathan, kamu dimana? Aku merindukanmu," Wanita itu kembali meneteskan air matanya, sebuah alunan kerinduan yang tidak bisa lagi dia bendung. Pria berkebangsaan Cina itu kini telah merenggut hatinya, benar-benar telah terangkum dalam dan tak bisa lagi dia raih. Wanita Korea itu benar-benar mencintai Nathan dan dia bahkan kini sudah melahirkan bayi kecil buah cinta mereka berdua.
Di sisi lain Nathan pun terjaga dari tidurnya. Ternyata dia pun sama-sama merindukan Lee Ji An, bukan cuman Lee yang mimpikan Nathan, tetapi Nathan pun memimpikan Lee Ji An. Kedua manusia itu kini saling merindukan terpisah oleh ruangan dan mereka tidak bisa bertemu untuk saat ini.
"Aku ingin segera besok, aku ingin malam ini cepat berlalu. Aku ingin segera menemuimu," ucap Nathan di dalam hatinya, Nathan sendiri menyentuh dadanya, karena ternyata rasa sesak sudah menjalar ke seluruh organ vitalnya, karena Kerinduan itu telah membuat hatinya benar-benar merasakan kesakitan dan jantungnya pun berpacu begitu kencang, paru-parunya seorang menyempit secara tiba-tiba Kerinduan itu benar-benar menyiksanya.
Tidak ada obat yang paling mujarab selain berjumpa, hanya itu obat dari kerinduan. Pria itupun menghitung berapa jam lagi dia bisa bangun, dan menuju ke kamar sang kekasih hati. Sudah tidak sabar dia ingin menemui kekasih hatinya, dan meminta kepada kedua orang tua Lee agar mereka berdua merestui hubungan Nathan dan Lee.
Bersambung.
__ADS_1