
"Kak, Haikal sudah menyetujuinya, sekarang kita pulang dulu saja, kita persiapkan mental Kakak bagaimana?" Ucapkan Nana dengan senyuman manisnya lalu Lee pun mengangguk.
"Katakan padanya, aku sangat berterima kasih, aku tidak tahu harus mengucapkan apa lagi, atau berkata apa lagi selain berterima kasih, aku akan mempersiapkan diri ku." ucap Lee kepada Kim Nana agar Nana menyampaikan hal itu kepada Haikal. Dan Haikal pun tersenyum. Sebenarnya Haikal sedikit mengerti bahasa Korea, karena hampir setiap hari Haikal bertemu dengan Kim Nana dan Kim Nana selalu mengajari Haikal bahasa Korea.
Akhirnya mereka pun pulang ke rumah. Lee lalu menghubungi Kim Mi so. Lee akan menyusul Miso ke Beijing, tempat dimana satu bulan yang lalu Lee melepaskan keperawanannya. Kim Nana tidak bisa menemani Lee. Karena Kim Nana harus mengurus perusahaan cabang di Indonesia.
Akhirnya Lee pun terbang ke China untuk menemui Kim Mi so. Miso begitu terkejut mendengar bahwa kini Lee sedang mengandung. Kim Miso lalu mencoba membantu Lee Ji An untuk mencari keberadaan Nathan. Lee Ji An dan Kim Miso pergi ke Cafe itu untuk mencari tahu identitas Nathan yang sebenarnya. Namun pelayan Cafe pun sama sekali tidak mengetahui identitas pengunjung satu sama lain. Karena pengunjung begitu banyak, dan pelayan Cafe tidak bisa mengenali satu persatu.
Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi dari Cafe itu, dan pergi ke Hotel tempat di mana Lee dan Nathan bermadu kasih. Lee kembali ke lobi Hotel itu dan menanyakan pemesan kamar nomor sekian, kamar yang mereka tempati yang menjadi saksi pertarungan sengit antara keduanya.
Namun lagi-lagi petugas Hotel tidak mau memberi informasi, karena itu tidak di perkenankan.
"Bagaimana ini, bahkan aku hamil tanpa suami." Lee menangis di lobby hotel sambil memeluk Kim Miso. Kim Miso benar-benar iba kepada Lee Ji An, pasalnya Lee pergi ke Beijing untuk menemui Kim Miso sang sahabat. Kim Miso mengundang Lee pada malam tahun baru saat itu. Sampai akhirnya terjadilah hal yang tidak di inginkan.
"Maafkan aku, ini semua salahku Lee, andai saat itu kamu tidak menungguku di kafe, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini. Aku malah pergi bersama yong Joon maafkan aku." Kim Miso benar-benar merasa bersalah tentang apa yang terjadi kepada Lee.
Lee terus menangis, menangis dan menangis. Matanya begitu sembab dan merah, dia benar-benar tidak bisa menghentikan tetesan air matanya, hatinya begitu sakit oleh keadaan yang sangat membingungkan. Dia sama sekali tidak bisa menemukan Nathan di Beijing.
__ADS_1
Bagaimana Lee bisa menemukan Nathan di Beijing, sedangkan Nathan sendiri tinggal di Tiongkok. Bahkan sekarang Nathan sedang dirawat di rumah sakit, karena mual dan muntah yang berlebihan. Lee mengelus perutnya dengan lembut, dia sebenarnya tidak tega untuk menggugurkan kandungannya. Tapi jalan satu-satunya yaitu dengan cara menggugurkan kandungannya.
Saat ini Lee sedang duduk di mobil bersama Kim Miso, tiba-tiba saja ia melihat seorang ibu yang menggendong anaknya penuh kasih sayang. Padahal anak itu merupakan anak yang cacat tanpa kaki dan tangan. Lee lalu turun menghampiri orang tersebut, orang itu adalah seorang pengemis. Lee melihat ibu itu begitu menyayangi anak cacatnya.
Dia begitu tersindir dengan keadaan dia yang sedang mengandung, malah ingin membunuh bayinya sendiri. Sedangkan ibu itu memiliki bayi yang cacat tetapi sangat dia sayangi. Gadis itu kembali menangis, dia tidak tahu harus bagaimana lagi. Kini dia tak sanggup untuk menggugurkan bayi nya. Jalan satu-satunya, iya harus berbicara kepada sang kakak untuk memberi dia sebuah jalan keluar.
Lee Young Joon adalah kakak kembarnya, mereka kembar walaupun mereka berbeda jenis kelamin. Sedangkan Kim Miso adalah teman akrab Lee yang kini sudah menjadi tunangannya Lee Young Joon. Akhirnya Lee Young Joon mengetahui hal itu juga.
"Wanita murahan kamu Lee. Apa maksudmu Kenapa kamu bisa hamil di luar nikah?" Lee Young Joon begitu marah dia memukul sang adik menamparnya sebanyak 2 kali.
"Suruh pria itu untuk datang padaku aku akan menghajarnya habis-habisan, aku akan membunuhnya." Lee Young Joon benar-benar merasa marah.
"Aku tidak tahu kak, siapa pria itu?" Cicit Lee dengan tangisan lirihnya.
"Apa maksudmu tidak tahu?" Lee Young Joon membentak Lee Ji An sambil mendorong gadis itu sampai gadis itu terjatuh ke atas sofa.
"Aku tidak tahu kak. Bagaimana kita bisa melakukannya, aku hanya berkenalan dengannya dan namanya itu adalah Nathan. Aku tidak tahu marganya, tapi tiba-tiba saja aku mengingat semuanya, setelah dia menyentuhku," tutur Lee dengan isak tangisnya.
__ADS_1
"Kenapa kamu murahan sekali, kamu tidak memikirkan nama baik keluarga kita?" Sekali lagi Lee Young Joon membentak sang adik dengan sangat keras. Kim Miso segera memeluk Lee dengan penuh kasih sayang.
"Sayang, jangan terlalu keras seperti itu, ini bukan kesalahan Lee sepenuhnya, ini kesalahan kita juga, kita yang meninggalkan Lee, di cafe itu," ucap Kim Miso membela Lee sambil terus memeluk calon adik iparnya. Sedang Lee kini hanya bisa menangis dengan Lirih.
"Kamu malah membela dia, dia sudah bertindak seperti wanita murahan, tidur dengan sembarang pria, bahkan pria yang tidak dia kenal, dia tidak beda dengan para pelacur!" Lee Young Joon benar-benar merasa marah, tangannya mengepal lalu dia menonjok sebuah tembok. Sampai tangannya berdarah dengan sangat banyak.
"Oppa, jangan melukai dirimu sendiri," gadis itu menjerit melihat sang kakak menonjok tembok dengan segera Lee memeluk sang kakak dari belakang.
Lee Young Joon benar-benar merasa kesal. Dia meneteskan air matanya. Seorang pria yang begitu gagah berani begitu enggan untuk menangis. Tetapi dia kalah dengan keadaan. Kini pria itu meneteskan air matanya karena begitu sakit, mendapati adiknya terkena musibah seperti ini.
"Kenapa kamu begitu bodoh? Harusnya kamu pintar, jangan pernah bicara dengan sembarang orang. Kenapa kamu selalu saja tidak mau mendengarkan ucapanku?" Lee Young Joon lalu memeluk sang adik dengan penuh kasih sayang, dia begitu menyesal dan merutuki dirinya sendiri, karena tidak bisa melindungi sang adik dengan baik.
"Maafkan kebodohan ku Oppa. Maafkan kebodohanku. Aku tidak tahu apa yang terjadi, kami berdua hanya berkenalan dan seterusnya aku tidak mengingat apapun, selain pada saat bangun, sudah berada satu tempat tidur dengan dia, itu sungguh menyedihkan, kau bunuh saja aku, kau bunuh aku, tapi mohon jangan mencoba menggugurkan bayiku, aku berencana untuk menggugurkan bayi ini, tetapi aku tidak tega," tangis Lee begitu lirih. Sang kakak ini hanya bisa memeluknya dengan penuh kasih sayang, sebuah Sesal tersirat di wajah Lee Yong Joon. Dia benar-benar sangat menyesal karena tidak bisa menjaga sang adik.
🌺🌺🌺 Bersambung.
__ADS_1