
Wanita itu sangat kebingungan tetapi ia harus memberanikan diri untuk berbicara kepada kakaknya Lee Young Joon karena dia tidak bisa diam diri saja, dia takut terjadi sesuatu kepada Nathan.
Siang itu Lee Ji An tidak langsung pulang ke rumah. Tetapi wanita itu langsung mampir ke perusahaan kakaknya, dan kini dia sampai sudah sampai di kantor.
Sekretarisnya sudah tahu bahwa dia adalah adik dari Bosnya. Jadi Lee Ji An bisa langsung masuk kapan saja sesuka hatinya. Wanita itu mencoba untuk mengetuk pintu, ia hendak masuk ke dalam kantor sang kakak, lalu dia pun langsung masuk tanpa dipersilahkan, terlihat sang Kakak sedang sibuk mengerjakan beberapa berkas.
"Oppa," sapa Lee kepada sang kakak.
"Hei tumben?" Lee Young Joon tersenyum manis kepada adiknya, pria itu menghentikan aktivitas bekerjanya, dia langsung duduk di sofa tempat di mana adiknya duduk.
"Aku ada perlu sama Oppa, tapi tidak bisa diceritakan di rumah," ungkap Lee Ji An kepada sang kakak.
"Apa itu, ceritakanlah! Kamu udah membuat Oppa penasaran saja," kata Lee Young Joon sambil menolehkan senyum yang manis kepada sang adik, pria itu memperlihatkan rasa sayangnya kepada adik kesayangannya itu.
Adik yang bahkan bukan adik kandungnya, saudara yang bahkan tidak ada hubungan darah dengannya, tetapi rasa sayangnya kepada sang adik melebihi apa pun melebihi dirinya sendiri.
"Oppa, Nathan sakit, barusan Sekretaris Chen menelponku, katanya dia bahkan tidak bisa makan apa pun, Sekertaris Chen meminta aku untuk datang ke Cina bersama Ryu Jin, agar Nathan cepet pulih, supaya pria itu diberikan semangat oleh putranya," tutur Lee Ji An kepada sang kakak dengan ragu-ragu dan rasa takut.
__ADS_1
"Appa? Pergi ke Cina!" Lee Young Joon terkejut mendengar ucapan dari sang adik.
Lee Young Joon saat tiba-tiba teringat dengan tragedi batalnya pernikahan, yang membuat ayahnya terkena serangan jantung, mengapa dia masih saja merasa kesal kepada Nathan. Tetapi dia ingat bahwa Nathan memang tidak bersalah, lalu memejamkan matanya mencoba menarik napas dengan perlahan.
"Mungkin memang Nathan tidak bersalah atas gagalnya pernikahan kalian, tetapi entah kenapa Oppa masih tidak suka kalian bersama, apa Oppa salah jika Oppa ingin menjaga hubunganmu bersama Sehun, kan hubungan kalian berdua sudah menyangkut keluarga dan bukan perorangan lagi, bahkan bulan depan kalian akan segera menikah, jika Oppa mengijinkan kamu untuk pergi ke Cina, maka Sehun pun pasti akan tidak nyaman, dia akan merasa marah dan terhianati," ungkap Lee Young Joon kepada sang adik.
"Benar sekali apa yang dikatakan oleh Oppa, tapi aku takut akan terjadi sesuatu hal kepada Nathan, dia orangnya sangat lemah, setelah kecelakaan itu, dan mengingat bahwa kecelakaan itu pun aku adalah penyebabnya, jadi sangat sedih, semua tentang dirinya berhubungan denganku, karena itu sekarang aku bahkan tidak bisa bekerja dengan tenang, selalu memikirkannya, aku jadi selalu teringat kepadanya," kata Lee Ji An dengan suara yang rendah, wanita itu memperlihatkan mata yang berkaca dan hampir saja menangis.
Lee Young Joon sesaat memperhatikan mata sang adik, dia merasa sangat iba melihat adiknya seperti itu, apalagi adiknya hampir menangis dan Lee Young Joon paling tidak suka kalau sang adik menitikan air matanya.
"Kamu benar-benar ingin berangkat ke sana Lee?" tanya Lee Young Joon kepada sang adik.
"Kamu masih mencintai pria itu?" Pria itu menatap mata sang adik dengan tajam, ingin mencari tahu jawaban dari semua pertanyaannya.
"Kenapa Oppa mempertanyakan hal itu, aku datang ke sana hanya untuk membawa Ryu Jin bertemu dengan ayahnya, agar Nathan cepat pulih hanya itu saja?" kata Lee Ji An menyembunyikan semua perasaan dalam jiwanya, dia tidak mau sampai sang kakak mengetahui tentang rahasianyanya. Ternyata dia masih mencintai Nathan dan bahkan mereka sudah berhubungan kembali.
Jika saja Lee Young Joon mengetahui Lee Ji An dan Nathan tinggal serumah di Indonesia, maka pasti Young Joon tidak akan senang. Karena itulah Lee lebih baik merahasiakan semua perasaannya kepada semua orang.
__ADS_1
"Kamu tidak bohong?" Lee Young Joon kembali menatap Lee Ji An dengan tajam.
"Terserah percaya atau tidak. Ya sudah kalau memang Oppa tidak mengijinkan aku tidak akan berangkat," kata Lew sambil beranjak dari posisi duduknya, dan hendak pergi meninggalkan Lee Young Joon. Tetapi sang kakak langsung menarik tangan adiknya dan membiarkan adiknya untuk duduk kembali di sofa tersebut.
"Mau kemana kamu, baru saja sampai. Kita sudah lama tidak berbicara seperti ini kan, kalau di rumah kita tidak bisa berbincang dengan tenang, karena ada ibu, nenek dan kakek yang selalu merecoki perbincangan kita," kata Lee Young Joon sambil menarik tangan adiknya. Dan menggengam lembut tangan sang adik dengan memperlihatkan kasih sayang yang mendalam.
"Terus aku mau apa lagi. Bukankah Oppa tidak mengizinkan aku untuk berangkat ke Cina?" Lee menorehkan senyum yang manis kepada sang kakak. Dan Lee Young Joon pun membalas senyuman sang adik.
"Begini Lee, kalau bisa kamu ajak Sehun ke Cina, Kakak mengijinkan kamu untuk berangkat ke Cina, bersama Ryu Jin. Asalkan Sehun menemanimu ke sana, Oppa tidak ingin kamu dituduh berselingkuh oleh Sehun dan keluarganya, jika berangkat ke sana tanpa sepengetahuan Sehun. Kamu tahu sendiri kan tetap Sehun sangat menyayangimu dan menghormati keluarga kita, apa kamu tega membuatnya sakit hati?" ungkap Lee Young Joon kepada sang adik.
"Oppa tapi ... apakah Sehun akan setuju jika aku mengajaknya ke China?" tanya Lee kepada sang kakak.
"Oppa yakin kalau Sehun pasti akan ikut, karena dia tidak mau kamu berangkat sendirian, Karena itulah dia pasti akan menemanimu ke sana, dia pasti akan sangat cemburu jika kamu berangkat sendiri," kata Lee Young Joon kepada sang adik.
"Benarkah itu, kalau begitu Lee akan mencoba menghubungi Sehun dan menjelaskan bahwa Lee ke sana hanya untuk mempertemukan Ryu Jin dengan Nathan, bukan maksud Lee untuk berselingkuh sama sekali. Lee sudah janji akan setia kepada Sehun dan akan menjadi istrinya," kata Lee Ji An dengan mata yang berkaca-kaca.
"Lalu kapan rencananya kamu berangkat?" tanya Lee Young Joon sambil menolehkan senyum yang manis.
__ADS_1
"Setelah dapat izin dari Sehun, maka akan berangkat, Nathan sedang berada di Rumah Sakit dan dia tidak bisa makan apa pun, semoga setelah Ryu datang, Nathan bisa makan banyak makanan," kata Lee Ji An sambil menatap sang kakak.
"Baiklah kalau seperti itu, cepat hubungi Sehun sekarang juga. Oppa sudah mengijinkan kamu untuk pergi bersama Sehun, tetapi sebaiknya ibu, kakek dan nenek tidak usah tahu tentang hal ini, karena mereka pasti tidak akan setuju, pemikiran mereka terlalu kolot, jadi katakan pada mereka bahwa kamu tugas ke luar kota itu saja," kata Lee Young Joon kepada sang adik dan Lee Ji An pun mengangguk. Wanita itu sungguh bahagia karena sang kakak ternyata mengizinkan dia untuk berangkat ke Cina, walaupun dengan syarat berangkat bersama Sehun.