Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Semua Ini Nyata


__ADS_3

Sepasang kekasih itu begitu saling merindukan satu sama lain. Mereka sudah sangat tidak tahan ingin berjumpa dan mencurahkan semua kerinduan yang ada di dalam dada. Semua asa yang kini mereka Bina akan mereka curahkan semuanya atas nama cinta. Dan Lee Ji An sendiri ingin sekali Nathan segera melamarnya menjadikan dia sebagai istrinya agar putranya tidak lagi dianggap sebagai anak haram.


Bagi seorang perempuan pernikahan adalah hal yang sangat utama, yang telah Lee dambakan saat ini, kesabaran Lee dan kepedihan Lee memang sudah ditanggung selama sembilan bulan lamanya. Pahit, getir kehidupan, hinaan, cacian serta ejekan, sudah dirasakan, baik itu dari keluarga ataupun dari orang yang mengenalnya sekilas.


Wanita itu menelan semua kepahitan dari aib yang dia rasakan sendirian. Wanita yang sungguh luar biasa dan sangat kuat, benar-benar membuat membuat Kim Mi So merasa salut. Karena Lee Ji An terus mempertahankan kehamilannya di tengah cercaan dan hinaan tersebut, tanpa memperdulikan saran dari sang Kakak untuk menggugurkan bayi itu.


Dan kini dia sangat berharap semua rasa letihnya karena menelan semua hinaan itu berakhir, dia ingin bayinya segera diterima oleh keluarga sang kekasih. Dia ingin bayinya mendapatkan nama belakang dari Ayahnya. Dia tidak mau sampai sang bayinya tidak mendapatkan nama belakang dari Ayahnya.


Ini adalah waktunya dia untuk bertemu dengan Nathan, dan meminta pertanggung jawaban dari kekasihnya tersebut. Pagi itu di luar masih hujan. Hujannya memang tidak terlalu deras, suasana pagi yang masih dingin. Tetapi semua orang sudah terlihat begitu sibuk, Suster sudah beres memeriksanya dan juga keluarga pun sudah terbangun.


Kali ini Ayah dan Ibu Lee Ji An memutuskan untuk pergi ke rumah Lee hanya untuk memasakkan masakan khas Korea yang selama ini jarang Lee dapatkan di Indonesia. Karena memang masakan sang Eomma tidak ada bandingnya, tidak ada duanya, masakan Eomma sangat lezat.


Lee Young Joon sendiri saat ini sedang melihat kondisi bayi yang sangat dia cemaskan. Bayi yang sudah ia diberi nama Lee Wu Jin. Dan Kim Mi So tinggallah berdua bersama Lee Ji An.


"Eonni," ucap Lee Ji An kepada Kim Mi So.


"Ada apa Ji An?" jawab Mi So kepada sang adik ipar.


"Kenapa Nathan belum datang?" Wanita itu mempertanyakan kekasihnya yang semenjak dia bangun belum terlihat batang hidungnya.


"Iya Ji An, aku sendiri merasa heran saat kamu sedang dalam keadaan kritis, dan dia bahkan tidak mau meninggalkanmu sedikitpun, temannya yang bernama Yuan itu bahkan memarahinya karena dia tidak mau pergi selangkah pun dari ruang tunggu, tapi sekarang dia malah menghilang bagaikan ditelan bumi," kata Kim Mi So sambil menatap adik iparnya dengan tatapan yang redup.

__ADS_1


"Benarkah dia menungguku seperti itu, lalu ke mana dia sekarang? Bahkan aku sudah sangat tidak sabar ingin memberikan nama untuk bayi kami," Lee Ji An menatap Kim Mi So dengan tatapan yang sendu, wanita itu menjadi begitu ketakutan, takut sang kekasih malah pergi meninggalkannya.


"Apa mungkin dia kembali ke China?" ucap Kim Mi So.


"Jadi maksudmu, dia meninggalkanku lagi?" Wanita itu merasa sedih ketika Kim Mi So mengatakan hal itu. Lee merasakan ketakutan yang sangat dalam dan luar biasa. dia takut tidak bisa berjumpa lagi dengan Nathan, lalu bagaimana nasib bayinya? Apakah benar bayinya bahkan tidak akan memiliki nama keluarga dari Ayahnya.


"Itu kan cuma perkiraanku saja, mungkin saja di kantornya sedang ada masalah dan dia sangat sibuk, jadi dia tidak sempat untuk datang ke sini selama dua hari ini," ucap Kim Mi So kepada sang adik ipar.


"Benarkah seperti itu? Aku jadi sangat ketakutan," Lee Ji An mulai meneteskan air matanya, dia tidak mau lagi kehilangan Nathan. Dia sangat merindukan Nathan, dia bahkan terus terang sangat membutuhkan Nathan berada di sampingnya.


Saat ini wanita itu meneteskan air matanya, tetapi tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu. Kim Mi So lalu membukakan pintu tersebut dan ternyata ada tiga orang yang masuk dan datang ke ruangan Lee Ji An.


Ternyata pria yang sangat dirindukan oleh Lee Ji An telah datang menghampirinya. Nathan datang bersama Neneknya dan juga Sekretaris Han. Lee Ji An yang sedang terbaring tiba-tiba saja terkejut dan dia berusaha untuk duduk.


"Hati-hati, Sayang," ucap Nathan sambil membantu Lee Ji An menyamankan posisinya.


"Nathan," Lee tersenyum manis, tetapi tiba-tiba saja air matanya mengalir deras. Wanita itu memeluk Nathan dan Nathan pun menyambut pelukan sang kekasih.


"Sudahlah jangan menangis lagi, Sayang. Aku sudah ada di sini, aku tidak akan meninggalkanmu lagi," kata Nathan dengan pelukan yang begitu mesra, mereka berdua saling merindukan, mereka berdua saling membutuhkan, benar-benar begitu mengharukan, sepasang kekasih itu kini bertemu secara nyata bukan lagi di alam mimpi.


"Apakah ini semua nyata?" ucap Lee Ji An kepada sang kekasih.

__ADS_1


"Iya Sayang. Ini semua adalah hal yang nyata, bukan mimpi. Tapi bukankah semalam kita sudah berjumpa di mimpi?" ucap Nathan memberikan senyum yang manis, kini mereka sudah tidak berpelukan lagi, mereka saling menggenggam tangan masing-masing, mereka saling menatap, degupan jantung mereka begitu kuat, rasa cinta mereka seolah-olah akan membludak, kerinduan yang mereka rasakan kali ini sudah begitu memuncak, Nathan bahagia menatap kekasih hatinya yang begitu cantik.


"Jangan pergi lagi, jangan tinggalkan aku. Aku tidak mau merawat bayi kita sendirian," ucapan Lee Ji An dengan deraian air matanya.


Deggg.


Jantung Nathan seolah berdetak lebih kencang dari biasanya. Lee ingin Nathan merawat bayinya bersama, padahal Nathan mengetahui bahwa bayi mereka sudah meninggal, bahkan Nathan sendiri yang mengantarkan bayi mereka ke pemakaman.


Nathan berpikir ini pasti adalah rencana dari keluarga Lee sendiri, untuk merahasiakan kepergian bayi mereka, agar Lee tidak terluka dan shok kembali. Nathan menghela nafas kencang, sesekali nafas itu dia hela. Dia harus bisa bekerjasama dengan keluarganya Lee, dan berbohong kepada Lee Ji An dan mengatakan bahwa bayinya baik-baik saja. pikiran Nathan hanya tersirat itu saat ini.


Padahal sebagai seorang Ayah dia pun terluka dengan kepergian bayinya.


"Sayang, aku tidak akan pergi kemanapun, aku akan membantumu merawat bayi kita," ucap Nathan sambil mengelus lembut pipi sang kekasih yang begitu mulus.


Lee Ji An pun tersenyum manis, dia menatap sang kekasih dengan tatapan penuh cinta, begitu pula dengan Nathan yang sangat bersyukur bahwa kekasihnya kini sudah sadar dan keluar dari masa kritisnya.


"Aku takut ... ini hanya mimpi!" Wanita itu menatap sang kekasih dan kembali menitikan air matanya.


"Ini bukan mimpi Sayang, ini adalah kenyataan, peganglah aku, lalu peluk aku dan kecuplah aku. Aku ini nyata aku bukanlah mimpi,"


Bersambung.

__ADS_1


Catatan kecil Author:


Ahhh gimana senang tidak sahabat, akhirnya mereka berjumpa... silahkan komentar, bagaimana perasaan kalian, ketika melihat Lee dan Nathan bertemu.


__ADS_2