Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Janji


__ADS_3

"Sayang apa kamu mau makan, biar aku ambilkan makanan untuk kamu," ungkap Nathan kepada Lee Ji An, saat ini memang ada Perawat datang dan telah memberikan sepiring makanan untuk pasien.


"Tidak perlu, sebentar lagi Eomoeni akan datang bersama Aboeji, dia sengaja memasak di rumah untuk aku makan, karena sudah lama sekali aku tidak makan makanan masakan ibu," kata Lee Ji An kepada Nathan dan Nathan pun langsung tersenyum sangat manis.


"Berarti kedua orang tuamu sedang berada di sini Nak? Nenek ingin segera berjumpa dengan mereka, kita resmikan saja pernikahan kalian secepatnya, Nenek sudah tidak sabar, setelah itu ikut bersama Nenek ke Cina, kita akan tinggal di sana bersama-sama satu keluarga," ungkap sang Nenek kepada calon Cucu menantunya, karena beliau memang sudah tidak sabar ingin segera mendapatkan Cicit kembali.


"Ini pasti karena Nenek sudah tidak sabar ya, ingin memamerkan Cucu cantik Nenek ke rekan rekan bisnis yang berada di Tiongkok?" Nathan tersenyum manis kepada Neneknya.


"Betul sekali, Nenek ingin memamerkan Cucu cantik ini kepada mereka, memang sudah tidak sabar karena Nenek sudah kesal, mereka terus menggunjingkan kamu yang katanya kamu bahkan tidak menyukai perempuan, mereka keterlaluan selalu saja membuat Nenek kesal, Karena itulah Nenek ingin memperlihatkan Lee Ji An ke seluruh Tiongkok," kata Sang Nenek dengan senyumannya yang manis, Lee Jiji An pun hanya bisa bersemu merah tersenyum ke arah sang Nenek dengan malu-malu.


Tetapi tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu, lalu masuk ke dalam ruangan tersebut. Ternyata orang yang tengah datang itu adalah kakaknya Lee, yaitu Lee Young Joon.


Nathan yang tadinya sedang tersenyum dia langsung terdiam, hawa seram memang sudah ada di wajahnya Lee Young Joon. Entah kenapa Nathan sangat tidak berani menatap tatapan sang calon kakak iparnya.

__ADS_1


"Ada apa ini, ternyata sepagi ini sudah banyak orang?" Tanya Lee Young Joon kepada sang istri dan adiknya.


"Sayang, ini adalah Nathan dan keluarganya, mereka datang kemari untuk menjenguk Lee, dia pun ingin bertemu denganmu," kata kim Mi So kepada sang suami.


"Nenek adalah Neneknya Nathan, maafkanlah semua perbuatan Nathan selama ini, kami datang kemari ingin berniat baik akan menebus semua dosa-dosa yang telah dilakukan oleh Cucu Nenek selama ini, Nathan tidak langsung bertanggung jawab atas perbuatannya karena memang sebenarnya Nathan selama ini sudah mencoba untuk mencari keberadaan Lee, namun mereka tidak juga di pertemukan, karena terjadi sebuah kecelakaan, jadi Nathan koma selama berbulan-bulan Setelah dia bangun akhirnya Tuhan mempertemukan mereka, tetapi dengan keadaan yang seperti ini pula, saya sebagai seorang Nenek dan orang tuanya Nathan meminta maaf sebesar-besarnya," ungkap sang Nenek kepada Lee Young Joon.


"Nenek. Terima kasih banyak atas kebaikan hati Nenek, meminta maaf kepada kami kami, memang awalnya begitu marah kepada cucu anda, karena membiarkan adikku menderita sendirian menanggung malu yang begitu dalam sampai akhirnya dia harus diusir dari keluarga, tetapi kami tidak tahu bahwa sebuah kecelakaan. Bukannya saya tidak mempercayai hal itu, tetapi hanya sebuah kata-kata saja tidak ada artinya tanpa sebuah bukti. Saya tidak tahu kalau Nathan kecelakaan atau tidak, yang saya tahu saat ini bahwa Nathan harus segera mempertanggung jawabkan perbuatannya kepada adikku, dan itu pun harus dengan seijin adikku sendiri, tetapi jika Lee sendiri tidak mau, maka saya tidak akan memaksa, saya hanya akan menurut kepada adikku saja," kata Lee young Joon kepada sang Nenek, lalu dan dia pun tersenyum begitu manis dan kini melihat kearah sang calon menantunya.


"Lee Nenek mau minta maaf kepadamu di hadapan kakakmu. Apakah kamu mau memaafkan Nathan dan keluarga Nathan atas semua kesalahan Nathan?" pinta sang Nenek kepada calon Cucu menantunya.


"Jadi kamu memaafkan mereka, memaafkan Nathan?" tanya Lee Young Joon kepada sang adik tercinta.


"Tentu saja aku maafkannya Oppa karena aku sendiri sangat mencintai Nathan," tutur Lee kepada sang Kakak tersayang.

__ADS_1


"Benarkah kau sangat mencintai pria ini, bagaimana dengan pria itu sendiri, dia bahkan telah membuatmu terjatuh," Lee Young Joon menatap kearah Nathan.


"Kakak, kejadian itu sesuatu hal yang tidak disengaja, aku memang merasakan sebuah kecemburuan ketika melihat Lee bersama Sehun. Aku tidak menyangka dia akan mengejarku sampai terjatuh, mohon maafkan lah aku sekali lagi!" Nathan menatap sang kakak ipar dengan tatapan yang penuh harap.


"Sebenarnya aku tidak suka memaafkanmu semudah itu, mengingat betapa banyaknya luka yang dirasakan serta kesakitan yang lebih deras selama ini, dia diusir dari rumah dan hidup sendirian dengan menanggung aib dan rasa malu, tetapi jika sudah seperti ini, bahkan Lee sendiri sudah memaafkanmu, apa hakku untuk marah padamu, maka aku akan memaafkanmu dengan satu perjanjian," ungkap Lee Young Joon kepada Nathan.


"Satu perjanjian? Katakanlah Kakak, aku akan menyetujui perjanjian tersebut," Nathan menatap calon kakak iparnya.


"Berjanjilah kepadaku bahwa kamu tidak akan pernah membuat Adikku menangis lagi, karena jika sampai itu terjadi aku akan menjadi musuh utama di dalam semua kehidupanmu. Aku sangat menyayangi adikku, aku tidak tega melihat dia menangis dan menderita seperti dulu lagi, jika sampai kamu membuatnya menangis aku tidak akan membiarkan hidupmu tenang," tutur Lee Young Joon kepada Nathan.


"Baiklah kakak, aku akan menyetujuinya, untuk apa aku membuat orang yang sangat aku sayang menangis, aku tidak akan mungkin tega melihatnya menangis, apalagi dengan sengaja melakukan hal itu, aku Nathan Liao berjanji tidak akan membuat Lee Ji An nangis lagi, aku akan selalu menjaganya dan memberikan banyak kasih sayang kepadanya, sehingga Lee akan merasa bahagia hidup bersama denganku," ungkap Nathan berjanji kepada sang kakak ipar.


Lee Ji An pun tersenyum ketika Nathan berjanji seperti itu, dia begitu bahagia, akhirnya kakaknya menyetujui hubungan mereka, dan Nathan berjanji tidak akan menyakiti hatinya. Rasa bahagia yang dirasakan Lee Ji An saat ini membuat dadanya bergemuruh seolah mau meledak, ia merasakan sebuah sentuhan cinta di dalam hatinya. Dia memiliki semuanya sekarang, memiliki kasih sayang dari keluarganya, memiliki kasih sayang dari calon suaminya, serta memiliki seorang bayi yang sangat dia sayangi. Lee Ji An benar-benar merasakan hidupnya tengah lengkap saat ini.

__ADS_1


🎀🎀🎀


__ADS_2