
"Bagaimana kondisi anak nakal itu sekarang?" tanya Aboeji kepada Lee young Joon.
"Seseorang meneleponku dan mengatakan bahwa Lee sedang dioperasi, dan sekarang Joon sendiri belum mengetahui apakah operasinya sukses atau tidak," jawab Lee youn Joon kepada sang Ayah.
"Lee Ji An anak nakal itu, kenapa bisa terjadi hal seperti itu?" kata Aboeji dengan mata yang berkaca-kaca. Walaupun Lee Ji An sudah membuat dirinya marah dan telah mencoreng nama baik keluarga, tetapi tetap saja Lee Ji An adalah putri satu-satunya yang mereka miliki.
Jika sudah terjadi hal seperti ini entah apa yang akan dilakukan oleh seorang Ayah. Dia bahkan merasa sedih ketika mendengar bahwa Putri kecilnya mengalami insiden itu.
"Joon akan berangkat bersama Mi So terlebih dahulu ke Indonesia, Joon ingin melihat kondisi sekarang seperti apa, nanti juga Joon akan mengabarkan semua keadaan Lee kepada Aboeji dan Eomoeni," kata Lee young Joon kepada sang Ayah.
"Baiklah Joon, berangkatlah secepatnya dan berikan kabar kepada kami yang ada di sini," kata Aboeji kepada Lee young Joon putra sulungnya.
"Itu memang sudah Joon rencanakan, kami sudah memesan tiket dan satu jam lagi kami akan segera berangkat ke bandara," kata Lee Young Joon.
"Ayah, biarkan ibu ikut bersama Joon dan Mi So," Sekali lagi sang Ibu ingin sekali mengikuti dan bisa pergi ke Indonesia.
"Tidak bisa, Yeobo... Tetua masih ada di sini,"
"Anae Nampyeon... kamu dan Joon sama saja, kalian hanya memikirkan itu-itu saja. Tidakkah kalian memikirkan perasaan ibu. Bagaimana perasaanku perasaan seorang ibu, yang putrinya bahkan sedang bertaruh nyawa dan tempat yang jauh," kembali Ibu menitikan air matanya, terlihat Aboeji benar-benar terpukul karena istrinya menangis begitu lirih.
"Maaf istriku sayang!" kata Ayah Lee dengan suara yang serak.
"Maap Eomoeni... Joon harus pergi tanpa Eomoeni. Joon dan Mi So pamit terlebih dahulu, karena pesawatnya akan segera berangkat kurang lebih satu jam lagi, ayo sayang kita berangkat, kita pamit Aboeji, Eomoeni," kata Lee young Joon sambil bersalaman, lalu mereka pun segera beranjak meninggalkan kamar hotel tersebut.
"Ya-Tuhan... Joon," isak sang ibu dengan suaranya yang serak karena terus-menerus menangis.
__ADS_1
"Sudahlah Sayang, biarkanlah Joon berangkat terlebih dahulu," kata sang suami dengan perlahan mencoba memeluk tubuh sang istri.
"Tapi Lee adalah Putri kandung kita satu-satunya. Apakah Ayah sudah tidak mencintai Lee Ji An lagi?"
"Sayang, Ayah mana yang tidak menyayangi putrinya, baik Putra atau Putri setiap Ayah pasti menyayangi mereka, begitu pula dengan Lee, walaupun sudah Ayah usir dari rumah tetapi hati Ayah berteriak mengatakan bahwa Ayah harus tetap menjadikan Lee sebagai Putri Ayah yang tercantik dan terbaik. Walaupun memang dia sudah berbuat nakal. Membuat sebuah kesalahan yang patal, tetapi sebagai seorang Ayah, Ayah pasti merindukan Lee dan ingin Lee cepat sadar," tutur sang Ayah panjang lebar.
"Yeobo... aku tidak bisa hanya berdiam diri saja menunggu kabar tersebut, ingin sekali rasanya memeluk Lee secepatnya. Ingin rasanya mengecup kening dan rambutnya. ingin mendengar suaranya. Bagaimana suaranya, bagaimanapun dia adalah putri bungsu kita Yeobo," tangis Eomma terpecahlah sudah.
Wanita paruh baya itu sudah tidak sabar menantikan pertemuannya bersama putri kesayangannya. Sang suami pun sebenarnya merindukan putrinya, tetapi apalah daya, banyak yang harus diurus di Korea.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan jam sembilan malam, sepertinya Lee Young Joon dan Kim Miso sudah dalam perjalanan menuju ke Indonesia. Semua tamu undangan sudah pulang dan kembali ke rumah masing-masing. Sedangkan para tetua masih berada di hotel bersama dengan Aboeji dan Eomoeni.
Mereka bertanya tentang keadaan Lee Young Joon dan Kim Mi so, kemana pengantin tersebut? Lalu Aboeji mengatakan bahwa mereka sudah terbang ke Indonesia untuk berbulan madu di Bali. Para tetua berdecak kesal. Kenapa Lee Young Joon begitu terburu-buru Ingin berbulan madu padahal udah Tua masih ada di hotel.
Aboeji mengatakan bahwa dialah yang memesankan tiket untuk Lee Young Joon, karena Lee Young Joon harus segera bertemu dengan rekan bisnis mereka di Indonesia. Sambil berbulan madu sambil berbisnis sambil berenang meminum air. Itu alasan dari sang Ayah kepada para tetua.
Kini pata tetua sudah masuk ke kamar masing-masing. Sedangkan Aboeji dan Eomoeni pun sama. Tiba-tiba saja pintu kamar Aboeji sudah diketuk oleh seseorang dan ternyata itu adalah Halmoeni dan Haraboeji.
Eomma pun segera membukakan pintu.
"Yu An, tidak apa-apa kan Eomma masuk ke dalam?" ucap Halmoeni kepada ibu ibunya Lee Ji An.
"Masuk saja Eomma, Aboeji. Silakan masuk!" kata Ibu Lee kepada sang ibu mertua.
Akhirnya mereka pun sudah duduk di kamarnya. Ibu Lee Ji An itu bernama Kim Yu An, satu marga dengan Kim Nana dan Kim Mi So. Sedangkan ayah Lee Ji An itu bernama Lee Seung Won.
__ADS_1
" Yu An, kami datang kemari ingin membahas sesuatu hal yang mencurigakan perihal keberangkatannya Yong Joon, kami tahu bahwa Lee kini sedang ada di Indonesia. Apakah ada sesuatu yang terjadi kepada cucu kita yang satu itu?" tanya Halmoeni kepada Eomoeni.
Ibu Lee Ji An benar-benar langsung merasakan kesedihan ketika ditanya soal seperti itu.
"Kenapa wajahmu langsung berekspresi seperti itu Yu An?" tanya Haraboeji kepada ibu.
Tiba-tiba saja Seung Won Ayah Lee Ji An pun keluar dari kamar mandi dan terkejut mendapati kedua orang tuanya sudah berada di kamar mereka.
"Aboeji, Eomoeni...." Ayah Lee benar-benar merasa terkejut.
"Seung Won, kami datang kemari ingin mempertanyakan perihal yang mengganjal dalam pikiran kami. Kenapa Joon begitu cepat meninggalkan Korea dan untuk sekedar berbulan madu. Ini pasti ada yang lainnya. Joon bukan orang yang seperti itu meninggalkan tamu begitu saja!" kata kakek Lee dengan tatapan mata yang tajam menatap puterangnya.
Ayah Lee pun segera duduk di depan kakek Lee Ji An.
"Sebenarnya memang telah terjadi sesuatu hal yang buruk kepada Lee di Indonesia sana," sahut Ayah Lee Ji An kepada sang kakek.
"Apa yang terjadi pada gadis nakal itu?" Kakek Lee Ji An mulai bertanya dengan kecurigaan yang penuh.
"Ji An mengalami kecelakaan," jawab Ayah Lee.
"Kecelakaan? Ya Tuhan cucuku. Apa yang sebenarnya terjadi pada Lee?" Sang Nenek langsung berteriak mendengar ucapan kecelakaan.
"LeevJi An sekarang sedang berada di rumah sakit. Joon mengatakan dia dalam keadaan kritis karena tadi Dokter bahkan sudah melakukan tindakan operasi dengan secepatnya," tutur ayah Lee Ji An kepada sang Kakek. Membuat orang yang mendengar merasakan kecemasan yang teramat dalam.
🌺🌺🌺
__ADS_1
bersambung.