
Setelah wanita paruh baya itu meminum obat darah tingginya, Nenek itu langsung merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata di atas kasur empuk kesayangannya. Dia mengistirahatkan tubuh lelahnya, tubuh renta yang setiap hari bekerja keras demi keluarga dan demi perusahaannya akan diwariskan kepada Nathan.
Seharusnya dia sudah pensiun tapi berhubung Nathan sakit dia harus turun tangan kembali. Malam semakin larut dan wanita itu kini sudah mulai mengantuk, mulai memejamkan matanya dan terlelap.
🎄🎄🎄
Di kamar Nathan, ternyata pria itu pun sudah terlelap sambil memeluk sang kekasih hati. Mereka berdua tidur dengan sangat romantis tidak ada apapun yang terjadi Slselain tidur saja, tetapi mereka berdua sangat bahagia walaupun hanya tidur.
Malam pun berganti, kicauan burung dipagi hari sudah mulai terdengar dan itu membuat Lee Ji An terbangun, burung berkicau di depan jendela kamar mereka membuat Lee tidak bisa lagi untuk memejamkan mata.
Kicauan burung itu telah memberikan kode bahwa pagi sudah mulai tiba, dan matahari pun sudah menampakan diri. Wanita itu langsung melepaskan diri dari pelukan pria yang kini sedang mendekapnya dengan erat.
Lee Ji An dengan perlahan melepaskan diri dari pelukan Nathan dan beranjak berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya. Wanita itu mandi dengan sangat cepat, udara di Tiongkok kali ini memang sedikit hangat dia begitu gerah walaupun di pagi hari.
Wanita itu kini sudah wangi dengan aroma terapi yang sudah menempel di kulit lembutnya. Sedang Nathan masih terlelap dibuai mimpi indahnya. Lee mencoba duduk di kasur tersebut dan memainkan rambut Nathan yang lucu, karena menutupi separuh matanya.
Rambut pria itu memang berantakan, posisi tidurnya amat lucu, terlihat begitu menggemaskan, membuat Lee langsung mengambil ponselnya dan mengambil beberapa foto lucu.
Nathan tersadar dengan suara kamera yang membuat telinganya terganggu. Seperti sebuah kode telinganya memberitahu bahwa matanya harus cepat terbuka, dan Nathan pun membuka matanya dengan perlahan dan terkejut kasih sudah mengambil beberapa gambar dirinya.
"Sayang apa yang kamu lakukan?" ucap Nathal dengan suara yang serak, suara khas bangun tidur, tapi betapa seksinya suara itu membuat Lee Ji An merinding mendengarnya.
__ADS_1
"He he he. Tidak apa-apa kok, Sayang." Wanita itu langsung menyembunyikan ponselnya dia tidak mau Nathan menghapus beberapa foto yang begitu lucu yang telah diambil tadi.
"Mengambil gambar tanpa izin bisa dikenakan sanksi, kamu bisa dihukum Sayang," kata Nathal sambil menatap kearah Lee Ji An dengan tatapan mata yang tajam.
"Ya ampun? Apa benar aku akan dihukum kamu tega sekali menghukum aku hanya mengambil beberapa gambar. Aku hanya ingin mencetaknya, dan di pajang di kamarku agar pas masuk aku bisa melihat wajah tampan dari calon suamiku," kata Lee dengan senyumannya.
"Ya ampun kamu bisa melihatku setiap hari Sayang, tidak perlu mencetak foto yang jelek seperti itu, kita bahkan akan tinggal bersama, setelah ini kita akan merajut kasih kita, kita akan berbagi rumah, berbagi kamar berbagi, kamar mandi dan bahkan kita akan berbagi kenikmatan," ungkap Nathan sambil menarik Lee ke dalam pelukannya. Wanita itu tidak bisa menolak, kini tubuhnya sudah berada dalam dekapan sang kekasih.
"Sayang boleh tidak aku bertanya?" kata Lee Ji An kepada Nathan.
"Soal apa itu, Sayang?"
"Mau bertanya apa sih, tidak ada yang perlu ditanyakan. Aku bahkan akan menceritakan semuanya kepadamu, Sayang," ungkap Nathan kepada kekasih hatinya, sambil menatap Lee Ji An dengan lembut.
"Benarkah Sayang, kamu akan menceritakannya?" Lee terlihat sumringah mendengar bahwa kekasih hatinya akan menceritakan tentang kedua orangtuanya yang telah tiada, Lee ingin mengenalnya lebih jauh, ingin mengetahui bagaimana masa kecil Nathan bersama kedua orangtuanya.
"Jelas aku akan berbagi masa-masa kecilku bersamamu Sayang, ini aku ambilkan sesuatu." Nathan mengambil album foto di dalam nakas. Lalu membuka album tersebut," Sayang. Lihatlah ini adalah mama dan papaku, mereka cantik dan tampan, ini foto mereka ketika mereka sedang berbulan madu Jepang."
"Pasti mereka sangat bahagia ya lihat senyum indah terpancar di bibir keduanya."
"Jelas saja mereka bahagia seperti kita, pasangan yang saling jatuh cinta, tetapi bedanya mereka sudah resmi menikah sedangkan kita belum, beberapa bulan kemudian setelah bulan madu disebut nenek mengatakan bahwa kehadiranku pun ternyata disambut dengan baik, mama hamil dan melahirkan aku, kelahiranku membuat mereka bahagia, kamu tahu masa kecilku yang kuingat hanya sedikit saja itupun tidak banyak, tetapi aku tahu bahwa mereka sangat menyayangiku, usiaku 4 tahun saat itu saat mereka mengalami sebuah kecelakaan." Nathan merubah mimik wajahnya menjadi sangat sedih, ketika menceritakan sebuah kecelakaan yang terjadi kepada kedua orangtuanya.
__ADS_1
"Apa kecelakaan?" Lee Ji An menjadi gugup dan dia merasa bersalah ketika dia harus memaksa Nathan menceritakan masa kecilnya.
"Benar sekali, pada usia ku yang ke-4 waktu itu adalah hari ulang tahunku, entah apa yang terjadi, yang pasti Tuhan telah mengambil mereka dengan paksa diriku, membuat aku kehilangan segala hal saat itu." Nathan menatap Lee dan membelai rambut Lee, pria utu mencoba untuk tidak bersedih tetapi matanya tidak bisa berbohong lagi.
"Kecelakaan mobil kah?" Wanita itu bertanya dengan ragu-ragu, tetapi memang dia ingin tahu.
"Hhhmmm, sebuah mobil telah menabrak dengan sengaja mobil kedua orangtuaku sampai masuk jurang, orang itu ternyata sedang mabuk berat, orang yang tidak punya hati, mungkin setelah minum di bar dia bukannya tidur malah mengemudikan mobilnya dan membuat nyawa orang lain hilang," kata Nathan dengan perlahan, cerita itu sungguh membuat dia terluka karena harus menceritakan peristiwa kecelakaan tersebut.
"Ya Tuhan, apa-apa orang itu di beri hukuman atas perbuatannya?" tanya Lee Ji An dengan suara yang lirih. Wanita sudah terlanjur bertanya sehingga ia ingin terus bertanya sampai selesai.
"Nenek mengatakan bahwa kasus ini sudah pernah dibawa karena hukum, tetapi lolos penjara, dengan alasan orang tersebut mengemudikan kendaraan karena ...," ucapan nathan terhenti.
"Karena apa?"
"Karena, karena ... dia berdalih dia sedang di culik, dan di paksa meneguk alkohol yang sangat banyak, pada akhirnya dia bisa melepaskan diri dari penculikan tersebut," kata nathan.
"Di culik?"
"Tentu saja itu alasan mereka, agar tidak di penjara, mereka memang bukan warga negara Cina tetapi warga negara Korea, itu yang Nenek jelaskan kepadaku secara detil, aku sendiri belum mengetahui kejadiannya dengan jelas, karena waktu itu usiaku baru saja 4 tahun, di hari ulang tahunku, Tuhan telah mengambil orang yang aku sayangi, mengambil mama dan papaku," kata nathan dengan mata yang berkaca-kaca.
🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄
__ADS_1