
"Aku lupa tidak membawa obatku, obatku tertinggal di kantor," kata Nathan kepada Dokter Yuan dan dia benar-benar pucat saat ini. Sudah seharian dia bahkan tidak meminum atau memakan apapun. Dia benar-benar mencemaskan kekasih hatinya.
Pria itu tidak memperdulikan dirinya sendiri, padahal dirinya sendiri pun belum bisa sembuh dengan total. Pasca kecelakaan yang telah membuat kepalanya trauma karena benturan tersebut. Dan sakit kepala yang sering dialami olehnya merupakan tanda bahwa dirinya memang belum sembuh dengan maksimal.
"Sebaiknya aku pergi dahulu ke apotek untuk membeli obatmu," Dokter Yuan menepuk bahu Nathan lalu pergi meninggalkan Nathan. Nathan pun hanya bisa mengangguk. Kini dia terduduk di depan ruangan intensive care unit (ICU).
Hatinya berdetak tidak karuan, jantung yang memompa terasa lebih tinggi daripada biasanya. Helaan nafas berat ia lontarkan semuanya teramat berar, dia rasakan. Sekelilingnya merasakan kesakitan, semua orang yang disana pun merasakan duka yang mendalam.
Apa lagi barusan pria itu melihat ada orang yang keluar dari ruangan intensif tersebut. Pasien tersebut keluar dalam keadaan tidak bernyawa, tubuhnya sudah kaku dan sudah tertutup sehelai kain. Keluarga pasien menangis dengan begitu lirih melihat keluarganya keluar dari ruangan intensif tersebut dalam keadaan tidak bernyawa.
kini tangan Nathan terasa dingin, kaku dan beku, tubuhnya bergetar melihat kejadian tersebut. Nathan akar serabut melihat mayat itu keluar dan melewati tubuhnya. Dia merasakan aura kesakitan dalam diri keluarga pasien. Kini dia begitu cemas akan keselamatan kekasih hatinya. Nathan tidak mau Lee Ji An keluar dalam kondisi yang sama.
"Ya-Tuhan... jangan sampai Lee keluar dengan kondisi seperti itu, ya Tuhan selamatkan kekasihku, selamatkanlah Ibu dari anakku, jika memang anakku sudah tidak terselamatkan, aku mohon selamatkanlah wanita itu, wanita yang sudah berjuang untuk melahirkan anakku!" kata Nathan dengan suara yang begitu pelan, sambil menatap ke jendela kaca yang berada di ruang tunggu tersebut.
Pria itu berdiri dengan seribu kecemasan menghembuskan napas dengan seribu ketakutan. Dia seolah-olah sedang berada di pinggiran jurang dan takut untuk terjatuh ke bawah jurang tersebut. Dia benar-benar merasakan sebuah hawa yang tak pernah dirasakan sebelumnya.
__ADS_1
Sebuah rasa yang benar-benar tak bisa dia gambarkan, takut, cemas, khawatir, bingung sedih, bahkan merasa marah pada dirinya sendiri. Dia mengakui kesalahannya karena telah mengabaikan Lee. Yetapi kini dia berjanji tak akan pernah dia melakukan hal itu lagi. Yang penting Lee bisa selamat dan sehat seperti sedia kala.
Di sisi lain Sehun sendiri hanya bisa terduduk sambil menatap ke lantai yaitu tak bisa berucap sepatah kata pun, merasa bersalah telah menghantui seluruh jiwanya dan tubuhnya seolah merasa kesakitan karena siksaan rasa bersalah tersebut.
Lele yang masih menangis sampai lupa untuk mengatakan kabar bahagia kepada Sehun dan Nathan. Seharusnya Lele segera mengatakan kepada Sehun dan Nathan bahwa bayi Lee Ji An ternyata salah satunya selamat.
Tetapi karena rasa khawatir, takut dan cemas telah mengelilingi sekujur pikirannya Lele sampai melupakan kabar yang sangat penting itu. Anda saja Sehun dan Nathan mengetahui bahwa ada bayi lain, maka mereka pasti akan lebih bersemangat lebih tenang dan lebih bahagia.
Sehun pasti akan lebih bersalah karena telah memberikan kabar buruk kepada Lee Ji An, sehingga membuat Lee Ji An akan merasa sangat sedih dan sok dengan seketika. Tetapi dibalik rasa bersalah itu pun juga pasti akan merasakan bahagia karena setidaknya ada bayi yang selamat.
Mereka berdua berbeda keyakinan, tetapi tujuannya sama, yaitu mendo'akan wanita yang sangat mereka sayangi, dan mereka kasihi. Mereka berdua kini hanya bisa terdiam membisu dalam kekakuan dan hawa dingin yang menyelimuti. Apalagi setelah mereka melihat ada seorang pasien yang telah meregang nyawa dan berhasil keluar menjadi seorang mayat membuat mereka benar-benar merasakan ketakutan yang teramat dalam.
Kondisi pasien yang Memerlukan Ruang ICU dan Peralatan di Dalamnya. Ruang ICU atau Intensive Care Unit adalah ruangan khusus yang disediakan rumah sakit untuk merawat pasien dengan dengan penyakit atau cedera serius. Untuk membantu memulihkan kondisi pasien, ruang ICUdilengkapi dengan peralatan medis khusus. Tetapi kebanyakan pasien bahkan tidak selamat dan keluar menjadi seorang mayat.
Selama berada di dalam ruang ICU pasien akan dipantau selama 24 jam penuh oleh Dokter, Perawat, dan staf khusus dari rumah sakit yang sudah kompeten. Untuk membantu memantau kondisi pasien secara lebih detail, pasien akan terhubung dengan peralatan medis melalui selang atau kabel.
__ADS_1
Karena kondisi pasien yang berada di ruangan tersebut benar-benar membutuhkan perhatian khusus tidak seperti pasien lainnya. Karena dalam hitungan menit saja akan ada banyak pasien yang tidak terselamatkan. Boleh dibilang ruangan tersebut adalah ruangan yang paling intensif dan maksimal. Karena setelah ruangan tersebut tidak ada lagi ruangan yang bisa merawat pasien dengan cedera yang dan kesakitan yang lebih parah selain ruangan mayat.
Karena itulah Nathan dan Sehun merasakan ketakutan yang teramat dalam, takut sekali Jika sampai terjadi sesuatu hal kepada wanita itu wanita yang sudah hampir saja kehilangan semua darah dalam tubuhnya. Wanita yang menurut mereka begitu cantik anggun dan sangat memikat. Senyumnya begitu menawan sangat manis dan tidak bisa terlupakan.
Tetapi bahkan kini senyum itu hilang dari bibir wanitanya. Karena kini hanya terlihat kesakitan dan wajah yang pucat, tidak ada lagi garis senyum yang ditorehkan oleh Lee Ji An kenampakan penelitian tidak sadarkan diri. Lantas apa yang mereka lakukan saat ini mereka hanya berdo'a dengan tubuh yang benar-benar penuh getaran lemas dan tidak bertenaga.
Mereka berdua memasrahkan semuanya kepada Tuhan. Setiap saat mereka bahkan berdo'a demi kelangsungan hidup wanita yang sangat mereka cintai. Nathan dan Sehun dua pria tampan berbeda Negara mencintai satu gadis yang sama yang kini sedang terbaring lemah tak berdaya.
"Nathan ini obatnya, ayo cepat makan dulu rotinya, terus minum obatnya," kata Dokter Yuan Chuan menyodorkan sebungkus roti dan air mineral lalu nathan pun menerimanya.
Nathan lalu membuka bungusan roti tersebut dan langsung memakan roti itu satu gigit saja dan mengambil obatnya dan meminum obatnya dengan cepat. Dia memang tidak boleh sakit karena dia harus kuat untuk menemani Lee dalam kesakitannya.
"Habiskan roti itu, hanya sesuap saja bisa membuat perut sakit!" Dokter Yuan Chuan menyodorkan roti tersebut kepada Nathan dan Nathan memakan roti itu kembali.
Bersambung.
__ADS_1