Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Rasa Cemas


__ADS_3

Di ruangan rawat inap Nathan Liao.


"Ya Tuhan Cucuku. Kamu kenapa tidak bisa menjaga dirimu sendiri, nak?" Nenek Liao benar-benar mencemaskan keadaan Cucu kesayangannya, dia mendekap erat sang Cucu dengan penuh kasih sayang, air matanya sudah membanjiri pipinya wanita paruh baya itu, Nenek benar-benar tidak bisa untuk tidak menangis.


Kini dia melihat Cucu kesayangannya lemah kembali. Nathan Liao adalah harapan terakhir keturunannya. Dia tidak bisa kehilangan sang Cucu begitu saja. Ketika mendengar kabar bahwa cucunya sakit dan beliau begitu terguncang dan begitu ketakutan.


Ketika mendengar Cucu kesayangannya sakit anak Liao teringat kembali kepada putranya yang telah meninggal. Nenek Liao tidak mau rasa sakit karena kehilangan kembali menjelma merasuki seluruh tubuh dan jiwanya. Karena itulah Nenek Liao merasakan kecemasan yang teramat dalam ketika Yuan memberitahukan kabar yang menyedihkan ini.


"Nainai, Aku tidak apa-apa!" Nathan tersenyum dengan manis sambil menatap sang Nenek.


"Tidak apa-apa apanya? Yuan mengatakan bahwa kamu pingsan, kamu tidak bisa menjaga tubuhmu sendiri. Kamu harus makan, terus kamu tidak boleh stress tidak boleh terlalu banyak pikiran, masih ingat kan kata Dokter bahwa kamu tidak boleh terlalu banyak berfikir, karena itu akan membuat kamu merasakan sakit kepala lagi nak," kata sang Nenek dengan deraian air matanya.


"Nenek aku tidak seperti itu. Aku baik-baik saja, lihatkan aku baik-baik saja sekarang," Nathan tersenyum sambil menggenggam erat tangan sang Nenek dan tidak mau membuat Neneknya cemas, ini semua gara-gara Yuan Chuan malah memberitahukan kabar buruk kepada Neneknya. Bagaimana kalau sang Nenek terkena serangan jantung. Bukankah itu sangat bahaya.


"Sudahlah mulut bisa berbohong, tapi Dokter tidak bisa berbohong dengan pemeriksaan pasiennya, buktinya sekarang kamu harus dilakukan perawatan seperti ini, dasar Cucu nakal. Sudah cukup kamu membantah setiap ucapanku selama ini!" Nenek Liao benar-benar kesal atas tingkah sang Cucu, khawatir bahwa cucunya mengalami sesuatu hal yang tidak bisa dikendalikan.

__ADS_1


"Cucumu tidak mau makan Nek, sudah aku ajak dia untuk makan dan beristirahat. Tetap saja dia tidak mau makan, dia nakal. Aku sudah memberikan dia beberapa nasi bungkus, dia tidak mau makan pula, Nek. marahi saja dia biar dia tahu rasa!" kata Dokter Yuan Chuan kepada sang Nenek.


"Tuh tuh tuh, lihatlah perbuatanmu seperti itu, benar-benar membuat Nenek merasa sangat khawatir, sekarang kamu tinggal jauh dari Nenek. Terus sekarang malah kamu sakit seperti ini, bagaimana Nenek tidak merasakan cemas, ketika meninggalkanmu jauh dari rumah," ia menitikkan air matanya. Wanita itu benar-benar ketakutan, takut sesuatu hal terjadi kepada cucunya, karena kesehatan sangat Cucu adalah yang lebih utama baginya.


"Nenek Jangan dengarkan si Yuan, itu dia terlalu melebih-lebihkan, aku hanya kekurangan darah, aku hanya Anemia, tidak ada sesuatu yang membuat Nenek yang harus cemas," sangkal Nathan kepada sang Nenek.


"Bagaimana Nainai tidak cemas, sekarang buktinya kamu dirawat di Rumah Sakit seperti ini, Nainai dari Tiongkok langsung datang ke sini karena sangat mencemaskan kamu Cucuku, kamu tahu sendiri bahwa kamu adalah satu-satunya milikku. Tidak ada orang lain lagi selain kamu di dunia ini yang begitu berharga buat Nainai, jadi jika kamu memang menyayangi Nainai, maka jagalah tubuhmu, jaga tubuhmu agar selalu sehat, jangan sampai kamu sakit seperti ini dan membuat Nainai cemas, Nainai masih ingin hidup panjang dan melihat kamu berkeluarga, ingin melihat kamu memiliki istri dan anak," kata sang Nenek dengan air mata yang terus berurai.


Nathan sendiri merasa iba melihat tangisan Neneknya seperti itu, dia langsung memeluk sang Nenek dengan pelukan yang penuh kasih sayang. Tidak dipungkiri ucapan sang Nenek memang benar bahwa dia adalah keturunan terakhir dari keluarga Liao, Neneknya tidak memiliki siapapun selain dia.


"Mulai detik ini jagalah kesehatanmu, Nak! Kamu harus menjadi pria yang tangguh. Kamu adalah kesayanganku satu-satunya cucuku yang sangat berharga. Nathan kalau saja orang tuamu masih ada mungkin dia masih bisa memberikan aku Cucu yang lain. tetapi sekarang mereka sudah tidak ada hanya kamu yang bisa bertugas memberikan aku Cicit. Kamu harus sehat, segeralah menikah, berikanlah aku keturunan yang sangat banyak!" kata Nenek Liao kepada Cucu kesayangannya.


"Baiklah Nainai, aku akan memberikan Nainai Cicit yang sangat banyak, jadi sabarlah dulu karena Aku sekarang sudah menemukan Lee Ji An," kata Nathan dengan senyuman yang manis.


"Benarkah? Apa iya kamu sudah menemukan wanita itu, dan bagaimana sekarang kondisinya? Apakah dia datang kemari untuk menjengukmu, nak?" Nenek Liao berkata dengan begitu senang, dia mengungkapkan rasa bahagianya dan terlihat sangat jelas.

__ADS_1


"Nenek sebenarnya Lee benar-benar mengandung," kata Nathan dengan tatapan mata yang sendu.


"Benarkah, benarkah Lee mengandung bayi mu. Ya Tuhan terima kasih banyak. Sekarang di mana dia, di mana kekasihmu itu?" Nenek Liao begitu bahagia mendengar kabar yang Nathan ucapkan barusan.


"Tetapi Nathan telah membunuh bayi itu!" ucap Nathan sambil meneteskan air matanya. Pria itu begitu menyesal atas kejadian yang menimpa kekasih dan buah hatinya.


"Apa maksud dari perkataanmu, Nathan?!" Nenek Liao berteriak, ia benar-benar merasa terkejut dengan apa yang melatar katakan barusan.


"Anak kami telah meninggal dan itu semua kesalahan Nathan, seorang bayi perempuan yang sangat cantik kini telah dimakamkan. Nathan lihat dia begitu cantik mirip sekali dengan Lee Ji An. Nathan sudah mengantarkan dia ke pemakaman, dia sudah tenang disisi Tuhan. Sudah ada di surga. Semua ini adalah kesalahan Nathan. Nathan begitu bersalah kepada Lee Ji An karena telah membuat dia kehilangan bayinya," ucap Nathan dengan mata yang berkaca-kaca.


"Apa maksudmu, apa yang kamu perbuat sehingga membuat keturunanmu sendiri meninggal?" Tubuh Nenek Liao bener-bener bergetar. Dia merasakan getaran kesakitan yang sangat ketaran.


"Seketika Nathan bertemu Lee di Cafe tersebut, Nathan melihat Lee bersama seorang teman laki-lakinya. Nathan cemburu dan akan pergi meninggalkan Lee, ternyata Lee mengejar Nathan dan akhirnya terjatuh, saat itu Lee sedang mengandung sembilan bulan, akibat kejadian tersebut Lee mengalami shok berat dan perdarahan, akhirnya Bayi kami pun tidak bisa diselamatkan Nenek, ini semua salah Nathan karena telah membuat Lee terjatuh," tutur Nathan dengan tetesan air matanya. Sedangkan sang Nenek sendiri menangis tanpa henti mendengar semua yang Nathan utarakan.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2