Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Menjemput Ryu Jin


__ADS_3

"Sayang aku berangkat dulu ya, do'akan supaya aku bisa secepatnya mengambil anak kita, Ryu Jin." Lee young Joon mengecup kening sang istri dengan penuh kasih sayang.


"Iya Sayang, semoga berhasil ya. Aku harap kamu pulang dengan membawa serta anak kita," jawab Kim Mi So kepada sang suami.


"Semoga, tetapi aku takutnya Ryu Jin tidak mau pulang, lalu bagaimana?" Kata Lee Young Joon dengan wajah kesusahan.


"Yang penting kita sudah usaha kalau memang Ryu Jin yang tidak mau pulang, biar nanti Lee yang membantu membujuk Ryu Jin pulang," kata Kim Mi So kepada sang suami.


"Baiklah Sayang, aku berangkat ya sampai jumpa lusa." Lee Young Joon langsung pergi meninggalkan sang istri. Selain itu Lee Young Joon langsung meminta do'a kepada kakek-nenek, serta ibunya, dia berniat untuk berangkat ke Cina membawa keturunan Lee.


Sesampainya di Cina Lee Young Joon langsung ingin bertemu dengan Nathan.


Tidak tanggung-tanggung Lee Young Joon langsung datang ke kantornya Nathan dan ternyata tidak ada.


"Saya ingin bertemu dengan CEO anda, saya ada kepentingan, saya akan menunggu sampai dia datang," kata Lee Young Joon kepada Sekretarisnya Nathan.


"Mohon maaf Tuan Nathan sedang pergi, dia sedang berlibur bersama putranya, diperkirakan akan pulang minggu depan," ucap Sekretaris Chen dan kepada Lee Young Joon.


"Apa-apaan. Aku tahu kamu pasti berbohong," ungkap Lee Young Joon dengan penuh emosi menatap kearah Sekretaris Chen.


"Boleh. Anda silakan masuk ke dalam ruangan CEO kami, tapi anda lihat saja. Anda mau menunggu sampai kapan, karena memang Tuan Nathan sedang tidak ada di sini. Beliau libur, sudah saya katakan beberapa kali. Kenapa anda masih tidak percaya," kata Sekertaris Chen dengan suara yang rendah, namun sangat jelas terdengar di telinga Lee Young Joon.

__ADS_1


"Baiklah saya akan menunggu di ruangannya, sampai dia datang." Lee Young Joon lalu masuk ke dalam ruangan Nathan, dan benar saja dia sudah menunggu sampai seharian penuh tetapi tidak kunjung datang.


"Dia itu sungguh keterlaluan, dengan sengaja dia menghindariku dan membawa Ryu Jin-ku, aku tidak akan pernah membiarkan ini terjadi, aku harus pulang dengan membawa buah hatiku, walaupun bagaimana di sini posisiku lebih kuat, karena aku adalah ayah adopsi secara hukum," lirih Lee Young Joon di dasar hatinya, dia benar-benar merasa kesal dengan sikap Nathan yang menghindarinya seperti itu.


Pria itu sampai melewatkan makan siang dan ini sudah sore. Perutnya pun sudah keroncongan dia tetap menahan perut laparnya, demi menunggu Nathan datang.


🎄🎄🎄


Di sisi lain Nathan sedang berada di rumahnya, tetapi rumah itu adalah rumah rahasia. Nathan bersama dengan Ryu Jin dan juga nenek Liao malah sedang bersenang-senang bermain. Ryu Jin begitu senang tinggal bersama Nathan, bahkan Ryu Jin sampai lupa keluarganya yang berada di Jepang namanya juga anak kecil.


Tiba-tiba saja ponsel Nathan berdering terlihat bahwa Sekretaris Chen meneleponnya. Dengan segera Nathan menerima panggilan telepon dari Sekretarisnya tersebut.


"Ada apa Sekretaris Chen. Kenapa kau menelponku. Apakah ada hal penting?" tanya Nathan Liao kepada sekretarisnya.


"Begini, kamu siapkan makan siang untuk dia. Masa kamu membiarkan tamu kelaparan," kata Nathan dengan suara yang sedikit kencang, dia tidak mau kakak iparnya sampai kelaparan.


"Baik bos akan saya siapkan semua. Tetapi dia begitu cemas. Sudah aku katakan bahwa anda sedang berlibur, tetapi dia tetap menunggu anda," kata Sekretaris Chen kepada Nathan.


"Iya katakan saja seperti itu. Aku memang sedang cuti seminggu ini, aku ingin bersama dalam Putraku mengisi waktu bersamanya, selama satu minggu. Karena kami benar-benar saling merindukan. Dan aku tidak menyangka bahwa sangat bahagia tinggal bersama buah hati kita, karena itu kamu segeralah menikah dan memiliki seorang anak, kamu pasti akan merasakan kebahagiaan yang sama sepertiku, rumah terasa sangat ramai, dengan teriakannya. Bahkan anakku tidak pernah menangis sama sekali, dia begitu gentle sebagai seorang anak laki-laki. Aku sangat bangga kepadanya bahkan ketika dia terjatuh dia tidak menangis. Ya Tuhan aku seperti jatuh cinta, dan benar-benar jatuh cinta kepada putraku sendiri," kata Nathan kepada Sekretaris Chen.


"Aku turut bahagia dengan kebahagiaan anda Tuan. Nanti juga nenek akan berikan aku satu orang jodoh yang tepat katanya untukku, aku akan menunggu nenek menjodohkan aku, begitu Tuan," kata Sekretaris Chen sambil menorehkan senyumnya, lalu Nathan pun terkekeh

__ADS_1


"Aku akan membujuk Nenek agar secepatnya menikahkanmu, oke baiklah urus kakak iparku dengan baik, jangan sampai dia kekurangan satu hal apapun, oke. Jangan hubungi aku kalau itu tidak terlalu penting," perintah Nathan kepada Sekretarisnya.


"Baik bos akan saya laksanakan semuanya perintah anda, selamat siang selamat berlibur," kata Sekretaris Chen, sambil menutup panggilan telepon tersebut.


Sekretaris Chen lalu pergi melihat asistennya, ternyata asistennya sedang sibuk mengerjakan beberapa berkas.


"Miu panggilkan OB dan berikan makan siang untuk tamu yang ada di dalam," kata Sekretaris Chen pada asistennya tersebut.


"Baiklah Sekretaris Chen," kata Miu sambil meneriakkan senyum yang manis.


"Terima kasih. Sementara saya akan rapat untuk menggantikan Tuan Nathan, bersama dengan manajer Kim," kata Sekretaris Chen lalu pergi meninggalkan nona Miu.


Dengan segera nona Miu langsung memanggil OB untuk memberikan makan siang ada tamu yang sekarang sedang menunggu Nathan di ruangannya. Kasihan sekali Lee Young Joon dia menunggu sampai seharian penuh tetapi Nathan tidak mau menemuinya sama sekali.


Sampai malam pun tiba akhirnya Lee Young Joon memutuskan untuk keluar dari ruangan Nathan, dan pergi mencari hotel untuk dia menginap. Hari kedua Lee Young Joon datang kembali untuk melihat Nathan di sana tetapi ruangan itu masih kosong, dan rapat dewan pun diwakilkan oleh Sekretaris Chen, dan Manager Shin.


Lee Young Joon begitu prustasi, harus bagaimana lagi caranya untuk bisa menemui Nathan, sedangkan Nathan tidak mau menemuinya sama sekali.


Lee Young Joon lalu menelepon kepada Kim Mi So sang istri, dia sudah lelah secara 2 hari menunggu Nathan, tapi Nathan tidak menemuinya sama sekali.


Kim Mi So begitu sedih mendengar kabar tersebut, pasalnya dia khawatir suaminya sakit. Sebagai seorang istri tentulah dia tidak bisa tidur dengan nyenyak, di Cina suaminya bahkan di sana terlunta-lunta.

__ADS_1


"Aku pulang," kata Lee Ji An sambil masuk ke dalam rumah, dengan wajah pucat dan terlihat begitu lemas.


"Akhirnya kamu pulang juga Lee, ada kabar buruk. Oppa kamu sudah berangkat ke Cina dua hari lalu, tapi di sana bahkan Nathan tidak mau menemuinya, kita harus bagaimana Lee?" tanya Kim Mi So kepada Lee Ji An. Lee benar-benar terkejut mendengar perkataan dari sang kakak.


__ADS_2