
Di rumah sakit.
Nathan dan Lee kini sudah duduk dengan santai di atas sofa. Lee bosan tidur terus menerus di atas kasurnya, ia ingin duduk dan bersantai sekedar ingin menyadarkan kepalanya di bahunya Nathan.
Nathan dan Lee kini sedang melihat ke arah ke ponsel milik Nathan. Tadi Nathan sempat meminta Lee untuk memilih model cincin yang akan mereka pesan, mereka memang hanya melihat-lihat saja, karena nanti pada saatnya mereka akan datang sendiri ke toko perhiasan tersebut.
"Lihat ini, cantik sekali. Tetapi terlihat begitu tua jika aku memakainya," kata Lee Ji An kepada Nathan dan Nathan pun tersenyum.
"Iya model ini memang modelnya sangat klasik. Tidak kok, siapa yang melihat mengatakan bahwa memakai model klasik akan terlihat tua akan terlihat lebih simpel dan manis," kata Nathan kepada Lee Ji An.
"Sayang. Aku bahkan bingung harus memilih cincin model yang seperti apa, aku sudah tidak sabar ingin mengenakan cincin pernikahan kita, tetapi bahkan aku kebingungan seperti ini sungguh menyebalkan," ucapan Lee Ji An sambil memainkan mulutnya, Nathan terkekeh melihat reaksi sang kekasih seperti itu.
"Santai saja, memilih cincin memang sangat susah dan rumit, kita akan memilih yang terbaik dan yang sangat kita sukai, karena kan yang memakai cincin tersebut kita jadi harus yang benar-benar kita sukai," ungkap Nathan sambil membelai lembut rambut Lee Ji An dan mengecup lembut kening sang kekasih, Lee Ji An sendiri hanya bisa tersenyum sambil memejamkan matanya ketika kini pria itu mulai mengecup keningnya.
"Tapi aku tidak bisa memilih Sayang, karena semuanya bagus. Bagaimana kalau aku ingin memiliki semua itu?" Lee menatap kearah Nathan dan Nathan pun terkekeh.
"Ambil saja semua yang kamu mau, pilih saja semua yang kamu sukai. Aku akan memberikan semuanya untukmu," kata Nathan dengan senyumannya.
__ADS_1
"Bukan seperti itu maksudnya, itu terlalu indah semuanya bagus. Jadi aku bingung untuk memilihnya. Aku sebenarnya tidak membutuhkan banyak cincin aku hanya membutuhkan sepasang cincin yang akan kita kenakan. Tapi kenapa rasanya sangat sulit untuk membeli sepasang cincin saja, sungguh menyebalkan," Wanita itu kembali memanyunkan mulutnya, dia bingung dengan pikirannya sendiri yang merajuk kebingungan memilih cincin pernikahannya.
Mimpi indah soal pernikahan memang sudah ada di dalam hati mereka, bahkan bukan cuma di dalam hati, tetapi pikiran mereka kini terfokus pada pernikahan tersebut. Mereka terlihat bahagia, ketika mereka bersama. Mereka tidak tahu apa yang kini telah dirasakan oleh kedua orang tua mereka, di sisi keluarga Lee dan di sisi keluarga Nathan sendiri.
"Bagaimana kalau kita meminta saran kepada Kim Mi So kakak iparku nanti?" tanya Lee Ji An kepada sang kekasih hati.
"Boleh juga kita tanyakan saja kepada Kakak iparmu. Bukankah mereka juga baru saja menikah, mereka pasti punya trik atau pengalaman tersendiri dalam memilih sebuah cincin." Nathan tersenyum manis sekali dan sang kekasih pun membalas dengan Manis pula.
Tiada beban sama sekali dipikiran mereka berdua, mereka benar-benar bahagia ketika mereka bisa bersama seperti itu, apalagi mereka berniat untuk mewujudkan mimpi mereka yaitu menuju ke pintu pernikahan.
Cincin yang mereka pilih benar-benar belum membuahkan hasil, karena Nathan dan Lee masih kebingungan, cincin seperti apa yang akan mereka pilih dan mereka kenakan untuk pernikahan mereka.
"Betul sekali ya, bahwa pernikahan memang tidak hanya sebuah cincin tapi harus ada gelang dan kalung juga kan," kata Lee Ji An sambil melihat layar ponselnya, karena banyak sekali kalung yang indah, gambar kalung yang sudah di desain di toko perhiasan tersebut.
"Iya jadi satu set perhiasan sebagai perhiasan yang sangat spesial, yang nanti akan kita turunkan kepada anak cucu kita bagaimana?" Nathan berkata dengan senyumannya.
"Wah rencana yang sangat bagus, berarti kita harus memilih kalung yang sangat indah. Jangan kalung yang kecil tetapi harus kalung yang besar karena nanti itu akan kita turunkan kepada keturunan kita, nanti Ryu Jin akan memberikan kalung dan gelang tersebut kepada istrinya kelak begitu, kan," ungkap Lee Ji An dengan senyumannya yang manis, Lee terlihat begitu bahagia dengan rencana yang Nathan Kemukakan.
__ADS_1
"Benar sekali, Nenek pun memiliki perhiasan yang nanti akan dia berikan kepada kamu Sayang, dan kita pun harus memiliki perhiasan tersendiri yang akan kita berikan pada anak cucu kita kelak, jadi setiap generasi memiliki perhiasan tersendiri," kata kepada Lee Ji An.
"Iya rencanamu sungguh bagus, Sayang. Aku setuju sangat setuju. Ayo kita mulai mencari perhiasan lagi," Lee Ji An menyetujui semua rencana yang telah Nathan kemukakan.
Mereka semua asik memilih berbagai perhiasan dari mulai kalung, gelang, anting bahkan gelang kaki Nathan sendiri tidak memperdulikan harga berapa pun yang disuka akan dibelikan, karena ini buat pernikahan mereka, Nathan memiliki banyak uang, keluarganya sangat kaya. Jadi Nathan akan membeli semua yang Lee Ji An mau.
Tetapi Lee Ji An pun juga tidak mau membebani Nathan, setiap harga yang tertera dan itu sangat mahal di Ji an seolah berhenti bernafas dia melihat kearah sang kekasih untuk mempertimbangkan harganya tetapi Nathan sendiri tidak mempertimbangkan harga, Nathan mengatakan kepada sang kekasih bahwa dia bisa ambil apapun perhiasan yang disukai.
Memang mereka berdua terlahir dari keluarga yang kaya raya, dan sangat berkecukupan, tetapi Lee Ji An sendiri tidak pernah menghambur-hamburkan uang, seperti gadis lainya. Lee Ji An sangat hemat. Dia sangat rajin dan pandai menabung, wanita itu tidak pernah berfoya-foya seperti gadis lainnya. Lee Ji An itu adalah sosok perempuan dambaan setiap pria, karena tidak pernah menghamburkan uang untuk barang yang tidak pernah dia butuhkan sebelumnya, jadi Lee Ji An hanya membeli barang yang teramat sangat dibutuhkan.
Sifat Lee Ji an ini adalah sifat yang diturunkan dari ibunya sendiri, karena Ibu Lee Ji An sendiri memang Ibu yang sangat baik, tidak pernah menghambur-hamburkan uang seperti Ibu sosialita lainnya. Padahal ibu Lee Ji An lebih dari cukup untuk membeli semua barang mewah lainya.
"Sayang, perhiasan ini sangat bagus, kamu suka tidak?" tanya Lee kepada Nathan, dan Nathan pun mengangguk. Nathan menyukai semua perhiasan yang Lee pilih kan, Nathan tidak mau ambil pusing karena Lee yang akan mengenakan, jadi Lee juga yang harus memilih. Bagian membayar adalah gilirannya.
Khusus untuk perhiasan ini Lee memilih yang sangat disukai dan tidak melihat dengan harga. Kali ini Lee Ji An memilih sebuah perhiasan yang sangat mewah, sungguh sangat cantik. Satu set perhiasan yang akan diwariskan kelak untuk anak cucunya.
Cantiknya ...
__ADS_1
🎀🎀🎀