
Jepang, tanggal 2 juni 2020
"Untuk sementara ini kita harus tinggal di sini, karena kita tidak bisa terus-menerus tinggal di Korea. Karena keluarga kita sudah menanggung malu atas batalnya pernikahan," kata Lee Young Joon kepada sang adik.
"Kita sekarang pindah ke sini?" tanya Lee Ji An kepada sang kakak.
"Iya kita akan merintis usaha disini, karena saham kita jatuh dengan drastis, semua diambil alih oleh tetua, kita tidak memiliki apapun lagi, kita akan memulainya dari awal. Percayalah pada Oppa-mu ini," kata Lee Young Joon kepada sang adik.
"Ini semua gara-gara aku, ini semua karena kesalahanku, sudah melahirkan Ryu Jin tanpa pernikahan, sekarang pernikahanku pun gagal dan membuatkan keluarga menanggung malu untuk kedua kalinya. Aku sangat membenci pria itu, aku sangat membenci Nathan. Aku tidak mau bertemu dengan dia lagi, aku sedih kenapa aku harus jatuh cinta pada pria seperti itu," Lee meneteskan air matanya, kesedihannya teramat dalam, dia tidak menyangka bisa merasakan rasa sakit seperti ini.
Dia membayangkan bayangan yang begitu indah, tapi ternyata dalam sekejap hancur sudah.
"Lupakan semuanya, kamu harus hidup dengan tegar demi anakmu. Ingatlah bahwa kamu tidak boleh terus menerus terpuruk, kamu harus hidup bahagia, lawan semua rasa sakit hatimu," ungkap Lee Young Joon kepada sang adik.
"Aku akan mencoba, tetapi tidak semudah itukah, hatiku rasanya sangat sakit, hatiku rasanya hancur, bagaimana aku bisa menyembuhkan semua luka ini dengan cepat. Aku sangat benci dengan pria itu Aku tidak mau bertemu dengan dia lagi, dia sudah menghancurkan hidupku dan memporak-porandakan keluarga kita, aku benar-benar tidak terima itu, apa yang harus aku lakukan, kenapa aku bisa begini, jatuh cinta pada pria yang telah menipuku mentah-mentah," Lee Ji An terus menangis dengan lirih.
Wanita itu merasa sangat terluka, perbuatan Nathan kepada dia dan keluarganya membekas di hatinya. Sekarang rasa cintanya kepada Nathan berubah jadi sebuah kebencian, rasa benci yang membuat dia semakin tersiksa.
"Baru satu hari. Tenang saja, waktu yang akan menyembuhkan. Satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun dan akhirnya suatu hari nanti kamu akan melupakannya, yakinlah yang penting kamu berusaha, dan terus tetap hidup, kuatkan hatimu demi baby Ryu Jin, kita semua disini hidup baru, di Jepang, di kota Tokyo. Tidak ada yang mengenali kita, tidak ada yang akan menggunjingkan kita, keluarga kita pun akan hidup tenang, walaupun hanya dengan kesederhanaan," kata Lee Young Joon dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
"Perusahaan kita?"
"Jangan bahas soal itu. Percayalah padaku bahwa aku akan membangun semuanya dari nol, di sini. Lee kamu sekarang hanya tinggal melanjutkan kuliah, pendidikanmu yang sempat tertunda dulu, nanti jika kamu sudah lulus sekolah kamu bisa membantu keluarga," ucap Lee Young Joon kepada sang adik.
"Maafkan aku, maafkan aku, aku sangat bersalah kepada kalian, terutama kepada ayah aku!" tangis wanita itu semakin lirih. membuat Lee Young Joon tak kuasa, dia kini hanya bisa memeluk sang adik dengan pelukan yang begitu mesra.
"Ini bukan kesalahanmu, sungguh bukan kesalahan. Aku tahu kamu adalah korban dari ketidakadilan itu," kata Lee Young joon kepada sang adik.
"Aku korban dari pria brengs*k itu, pria yang sudah menodaiku, membuat aku hamil, yang membuat aku melahirkan bayi, meninggalkan aku di hari pernikahan, sangat menyedihkan Ya Tuhan. Nodoh sekali aku terlalu mempercayai itu bahkan aku mencintainya dengan sepenuh hatiku." Lee Ji An menangis dengan begitu pilu, tiba-tiba saja Kim Mi So datang sambil menggendong baby Ryu Jin.
"Kalian Jangan terus-terusan saling menyalahkan, terus-terusan menangis seperti itu, lihatlah dari kemarin kamu bahkan tidak melihat bayimu," kata Kim Mi So kepada Lee Ji An.
"Iya lihatlah anakmu menangis lagi. Bukankah dari kemarin kamu tidak menyusuinya. Ayo sekarang berikan dia Asi," kata Lee Young Joon kepada Lee Ji An.
"Ih kamu tidak boleh seperti itu, Ryu Jin adalah putramu apapun yang terjadi, walaupun ayahnya telah berbuat jahat kepadamu, tetapi bayi ini tidak bersalah sama sekali. Bukankah kamu melahirkannya dengan penuh perjuangan, sampai hampir mengorbankan nyawamu," kata Kim Mi So dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tapi aku terlalu sakit untuk melihat wajahnya mirip dengan orang nrengs*kk itu, aku harus bagaimana, agar aku bisa melupakannya, jika aku terus menerus melihat kemiripan mereka," Lee Ji An menangis dengan begitu lirih. Wanita itu ingin sekali segera melupakan Nathan agar sakit di dasar hati Nak cepat sembuh.
Tetapi apalah daya, ia hanya manusia biasa yang harus berusaha memproses pikirannya agar bisa melupakan.
__ADS_1
Lee Young Joon lalu menggendong baby Ryu Jin.
"Kasihan sekali kamu Dedek. Ibumu sendiri tidak mau menggendongmu, sebaiknya mulai sekarang kamu panggil aku dengan sebutan ayah dan panggil Tante dengan sebutan ibu," kata Lee Young Joon dengan penuh kasih sayang.
"Apa maksud Oppa?" Lee Ji An menatap Lee Young Joon dengan mata yang sendu.
"Kalau kamu memang tidak mau merawat baby Ryu Jin, menganggap dia sebagai anakmu, berikan saja Baby ini padaku, aku akan merawat Ryu layaknya anak sendiri bukan kayak begitu, Sayang," ucap Lee Young Joon kepada Lee Ji An, lalu menoleh kepada sang istri Kim Mi So, istrinya pun mengangguk dengan senyumannya seraya berkata.
"Iya Sayang, aku sudah terlanjur cinta pada bayi kecil ini."
"Maksud kalian ingin mengambil alih bayiku atas nama kalian?" Lee Ji An menjadi sedikit gugup, memang tadi dia menolak kehadiran baby Ryu Jin, tetapi sebenarnya tidak seperti itu juga, rasa sayang sebagai seorang ibu tidak memperbolehkan dia memberikan banyak kepada siapapun termasuk kepada kakaknya sendiri
"Bukankah kamu menolaknya?" kata Lee Young Joon kepada sang adik.
"Tidak, kembalikan bayiku," Lee Ji An meneteskan air matanya, dia beranjak dari posisi duduknya lalu mendekati sang kakak dan mengambil bayinya dalam pelukan.
"Maafkan Ibu nak, maafkan Ibu bukan maksud Ibu seperti itu," Wanita itu meneteskan air matanya, dia merasa menyesal atas apa yang dia ucapkan tadi.
Dan tersenyum melihat adiknya mencium buah hatinya, yang dia memang hanya bercanda saja, hanya ingin menguji apakah lee Ji An masih memiliki rasa cinta terhadap buah hatinya, atau tidak. Dan ternyata memang adiknya masih menyayangi baby Ryu Jin begitu dalam.
__ADS_1
"Aku tidak akan mengambil bayi itu. hanya memasukkan bayi Ryu di dalam kartu keluarga, nanti baby hujan akan menjadi anak kami, statusmu akan menjadi seorang gadis tanpa seorang bayi itu, akan menyelamatkanmu di masa depan. Aku tidak mau adikku terkena sebagai seorang perempuan yang melahirkan diluar pernikahan," ungkap Lee Young Joon kepada sang adik karena dia ingin melindungi adiknya bagaimanapun caranya.
⭐B⭐e⭐r⭐s⭐a⭐m⭐n⭐g⭐