Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Merindukan Lee


__ADS_3

Langkah kaki sepasang suami istri itu begitu tergesa-gesa mengikuti langkah kaki Putra kesayangannya. Hiruk pikuk Rumah Sakit telah membuat mereka benar-benar sangat disibukan karena banyak orang berlalu Lalang, menghalangi langkah kaki mereka.


Yong Joon membawa kedua orang tuanya dengan segera ke ruangan super Vip. Karena dia sudah mengetahui Dokter akan segera memindahkan Lee dari ruangan Intensive Care Unit ke ruangan rawat inap biasa yaitu seperti itu karena dia sendiri yang mendaftarkan adik di ruangan tersebut ruangan yang sangat berkelas sangat elit layaknya sebuah kamar Hotel saja.


"Yang Joon Ibu berdebar," kata sang ibu sambil berkata pada putranya. Wanita itu terus berjalan mengikuti langkah kaki sang putra.


"Tidak apa-apa Ibu, ayo cepat kita harus segera masuk ke dalam ruangan Lee, karena aku pun sudah mulai lelah ingin segera duduk, ayo!" Lee Young Joon berkata sambil menolehkan senyum kepada sang ibu. Lalu mereka pun dengan segera masuk ke ruangan yang sudah disebutkan itu.


Lee Young Joon kini sudah masuk bersama kedua orang tuanya, terlihat Kim Mi So ternyata sedang berada di kamar mandi dan Lee Ji An sendiri sedang memecahkan mata sepertinya wanita itu sedang tertidur.


Sang sang Ayah sangat tidak tega melihat Putri cantiknya terbaring lemah seperti itu. Apalagi mengetahui proses persalinan Lee Ji An yang benar-benar membuat semua orang yang mendengar merasa kasihan dan meneteskan air mata.


"Ya Tuhan Putriku yang malang, kamu masih tertidur di sini, ibu datang Sayang. ibu datang anaku Sayang," kata sang ibu kepada Lee Ji An masih saja tertidur.


"Malang sekali nasibmu putriku, sudah hamil diluar pernikahan ditambah dengan kejadian seperti ini, benar-benar membuat Ayah tidak bisa untuk lama-lama marah padamu, Nak. Ayah memaafkanmu putriku!" ucap sang Ayah kepada putri kesayangannya sambil menggenggam tangan Lee Ji An dengan penuh kasih Sayang.


Lee Young Joon sendiri hanya bisa terdiam menatap kedua orang tuanya, berkata seperti itu. Sebenarnya banyak sekali pertanyaan yang ingin di ajukan, akan tetapi sayangnya pertanyaan tadi yang d lontarakan di pemakaman tidak dijawab oleh kedua orang tuanya.


Karena itu Lee Young Joon akan diam saja sambil sembunyi-sembunyi mencari tahu keadaan apa sebenarnya yang terjadi, kenapa kedua orang tuanya benar-benar terkejut mendengar Marga dari Nathan.

__ADS_1


Sesaat tiba-tiba saja Lee membuka matanya dengan perlahan dan itu sontak membuat Aboeji dan Eomoeni-nya merasa terkejut.


"Ji An kamu sudah bangun Nak?" ucap sang ibu kepada putri kecilnya, wanita itu benar-benar terkejut karena kini sosok mata yang redup cantik dan halus itu telah menatapnya.


"Eomoeni," ucapan Lee Ji An dengan pelan wanita itu langsung tersenyum kearah sang Ibu menunjukkan senyum yang benar-benar penuh dengan kerinduan.


"Ya Tuhan putriku," sang Ibu benar-benar merasa bahagia melihat Putrinya sudah sadar dan kini dia pun langsung memeluk Putri kesayangannya yang selama ini sangat dirindukan.


"Bersyukurlah ternyata kamu sudah siuman Nak," ucap sang Ayah merasa begitu lah dia melihat putrinya kini sedang memeluk ibunya.


Yang jalan sendiri hanya bisa menatap sang adik dengan mata yang berkaca-kaca, pria itu tidak kuasa menahan tetes air mata haru yang sekarang ya jatuhkan. Mi So sendiri kini baru keluar dari kamar mandi dan langsung menghampiri sang suami.


"Kapan adik kita siuman?" tanya Lee Young Joon kepada sang istri.


"Bersyukur sekali, ternyata tepat!" Lee Young Joon membalas senyuman sang istri dengan senyuman yang manis.


Kini sang Ibu hanya bisa menangis sambil memelukku Putri kecilnya, pelukannya sangat lembut dan perlahan karena sang ibu takut menyakiti putrinya.


"Lihatlah Ayah dan Ibu sudah datang disini untuk memaafkanmu putriku," kata Eomoeni kepada sang Putri.

__ADS_1


"Terima kasih banyak Eomoeni, Aboeji, kalian berdua datang kemari dan memaafkan kesalahanku yang begitu besar!" Lee Ji An meneteskan air mata kebahagiaannya, wanita itu kini melepaskan pelukan sang Ibu dan kembali menatap sang Ayah. Ayahnya pun langsung memeluk Putri kesayangannya.


Suasana haru benar-benar kental di ruangan itu, penuh dengan tangisan dan isakan kebahagiaan. Mereka berharap Lee Ji An cepat pulih, dari sakitnya karena mereka benar-benar tidak mau melihat putri kesayangan mereka terbaring lemah seperti ini.


"Maafkan Aboeji Ji An karena telah menghukummu Nak, membiarkanmu tinggal jauh dari kami selama kurang lebih sembilan bulan lamanya!" kata sang Ayah sambil menatap Putri kesayangannya.


"Tidak apa-apa Aboeji yang penting Aboeji sekarang mau maafkan Lee, berjanji akan menjaga diri lebih baik lagi tidak akan pernah Mengulangi kesalahan yang sama lagi!" Ucapan pujian kepada sang Ayah dengan tetesan air matanya.


Mereka pun kini melepaskan pelukan mereka, mereka tertawa begitu hangat dan bahagia, kebahagiaan yang benar-benar sangat luar biasa, tidak bisa diungkapkan dengan sebuah arti atau kata-kata. Tidak ada yang sangat membahagiakan, selain hari ini karena mereka mengira Lee Ji An masih terbujur, tetapi ternyata Putri kecilnya sudah bangun dan memberikan senyum yang manis kepada mereka berdua.


Karena itulah mereka begitu bersyukur kepada Tuhan, mereka berterima kasih karena Tuhan begitu menyayangi Putrinya sehingga membiarkan Putrinya sehat kembali.


"Selamat Anakku, karena telah berhasil melahirkan Putra yang sangat tampan memberikan kami cucu," ucap sang Ayah kepada Putri kecilnya.


"Benarkah kalian menganggap Putraku sebagai Cucu kalian?" Lee Ji An merasa sangat sedih dan haru ketika mendengar ucapan sang Ayah, rasa sedihnya yaitu muncul karena dia telah mengecewakan Ayahnya, melahirkan keturunan tanpa pernikahan. Tetapi rasa harunya pun datang Ketika sang Ayah bahkan memberikan selamat kepadanya.


"Bayi kecil itu tidak berdosa, bayi kecil itu adalah keturunan kami juga, dan kami berharap kamu dan bayimu mendapatkan usia yang panjang serta kesehatan agar bisa selalu tinggal bersama kami!" kata sang Ayah sambil mengelus lembut rambut Putri kesayangannya.


"Terima kasih banyak Ayah, terima kasih banyak Ibu, aku sayang sama kalian berdua, kalian begitu berbaik hati mau menerima Putraku. Terima kasih banyak!" ucap wanita cantik itu dengan tetesan air mata hanya merasa begitu bahagia karena memang sang Ayah bisa memaafkannya.

__ADS_1


"Tidak usah berterima kasih kepada kami Putriku Sayang, kami harusnya meminta maaf kepadamu karena selama ini telah menelantarkanmu, mengusirmu dari Rumah tolong maafkan lah kami, andai saja kami tidak mengusirmu dari Rumah, mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi," tangisan ibu dengan begitu lirih menyesali semua perbuatannya terdahulu.


Bersambung.


__ADS_2