Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Acara Pertunangan


__ADS_3

Setelah memastikan Nathan pergi dari hotel itu, Lee Young Joon masih tetap tidak bisa masuk ke dalam Aula hotel. Dia masih harus tetap siaga di luar, pria itu tidak mau kedatangan Nathan malah akan membuat suasana menjadi runyam. Lee Young Joon ingin adiknya bahagia tanpa Nathan, karena pria itu sudah menghancurkan kehidupan adiknya, meluluh lantahkan masa depan keluarganya pula.


Pertunangan hari ini adalah pertunangan yang dinantikan oleh keluarga, karena berharap Lee Ji An cepat melupakan pria yang bernama Nathan itu. Jika sudah lupa maka sakit hati pun akan hilang secara tiba-tiba dan otomatis tidak akan terasa lagi.


Sedangkan di dalam sedang berlangsung acara tukar cincin. Lee Ji An tampak begitu cantik dengan gaun berwarna pink yang sudah membalut seluruh tubuh seksinya. Wanita itu layaknya seperti seorang model begitu cantik tiada tara.


Tepukan tangan sudah terdengar begitu nyaring, membuat Sehun dan Lee tersenyum manis. Benar sekali Lee Ji An tersenyum saat itu, apa yang menjadi sebab senyumnya, itu adalah semua senyum yang telah dia lihat di bibir keluarganya.


Awalnya Lee begitu ragu atas pertunangannya, dia tidak berani untuk melanjutkan hubungan itu, tetapi karena kedua Kakaknya sangat setuju apalagi kakek nenek dan ibunya pun, sangat mendambakan hari ini, maka dia pun menyetujui pertunangan dengan hati yang ikhlas.


"Terima kasih ya, Sayang. Sudah menerima aku menjadi tunanganmu. Aku tidak menyangka bahwa kita akan bisa berdiri disini menjadi sepasang kekasih dan diakui oleh banyak orang," kata Sehun sambil menatap kekasih hatinya dengan penuh cinta.


"Akupun bertema kasih kepadamu Sehun. Kamu sudah sangat baik kepadaku, tapi seperti yang kamu ketahui, aku belum bisa untuk sepenuhnya melupakan kejadian itu, aku harap kamu bisa membantuku agar aku bisa secepatnya menyembuhkan semua luka hatiku," kata Lee Ji An sambil tersenyum manis kearah Sehun.


"Selamat ya atas pertunangan kalian, kami sangat bahagia karena akhirnya pertunangan ini bisa terjadi, terjalin dengan sangat bahagia," ucap ibu Sehun kepada putra dan calon menantunya.


Lalu ibu Lee datang menghampiri mereka seraya berkata.


"Bersyukur sekali semuanya berjalan begitu lancar, walaupun bukan pesta besar-besaran, tetapi sangat hikmat ya," kata ibu Lee pada ada besannya.

__ADS_1


"Sudah merayakan pesta pertunangan pun membuat sangat bahagia untuk saya bu, tetapi tidak terbayang bagaimana jika pesta pernikahan kelak. Apakah saya kuat untuk menanggung kebahagiaan tersebut, saya sudah tidak sabar ingin melihat Sehun menikah," kata Mama Sehun kepada nyonya Lee.


"Semoga pesta pernikahan berjalan sesuai dengan rencana kita ya bu, semoga tidak ada kendala apapun, saya sangat takut menghadapi pesta pernikahan. Saya takut kejadian masa lalu terjadi, di mana pengantin pria tidak datang menghadiri pesta," kata ibu Lee dengan wajah yang sendu. Lee Ji An mengerutkan dahinya, dia merasa sedih ketika ibunya berkata seperti itu, wanita itu langsung menghampiri ibunya dan memeluk memeluk dengan erat.


"Maafkanlah Lee Ibu, aku salah memilih pasangan, jangan ingat-ingat itu lagi. Ibu tidak boleh bersedih, itu sangat menyakitkan jika Ibu seperti ini, lalu Lee kapan akan kuat," ucap Lee Ji An sambil menitikan air matanya. Wanita itu kembali merasakan sesal yang teramat dalam, karena sudah membuat keluarganya menanggung malu yang begitu besar.


"Ibu sudah berusaha, tapi ketika mengingat itu semua rasanya sakit," jawab nyonya Lee kepada putrinya.


"Tenang saja, saya dan Sehun pun pasti akan datang ke pesta pernikahan, tidak akan ada kendala apapun, saya sudah sangat setuju Lee menikah dengan Sehun. Apapun kondisi putri Ibu, saya sudah menyetujui pernikahan ini, walaupun sudah memiliki seorang anak, itu tidak masalah bagi saya, yang penting Sehun bahagia," kata Mama Sehun kepada seluruh keluarga yang ada di ruangan itu.


"Terima kasih banyak bu,  saya hanya ketakutan untuk menghadapi sebuah pernikahan, mungkin saja saya ingin pernikahannya diadakan sederhana, seperti ini saja, jangan dulu diajarkan resepsi. Karena saya takut hal itu terjadi lagi," kata nyonya Lee pada ibu Sehun.


"Kita lihat nanti, saya hanya merasa ketakutan, ketakutan saya ini tidak beralasan, saya akan berusaha meredam semua ini, supaya itu tidak akan terjadi lagi," kata nyonya Lee sambil menyeka air matanya, tiba-tiba saja Lee Young Joon datang.


"Ya ampun apa ini, apa sih yang terjadi, kenapa semua berkumpul di sini, padahal kerabat kita masih menunggu pasangan, ingin mengucapkan selamat," kata Lee Young Joon kepadanya ibunya.


"Iya di sini malah pada nangis, sebaiknya kita menyantap makanan yang ada, anak-anak sudah makan katanya makannya sangat lezat, ayo kita makan sekarang," kata Kim Mi So sambil menolehkan senyum yang manis.


"Baiklah. Ayo semuanya kita keluar, dan makan bersama," ucap Lee Ji An sambil menyeka air matanya, seluruh keluarga akhirnya menyantap santapan yang telah tersedia.

__ADS_1


Acara pertunangan berjalan dengan lancar, dan semua keluarga terlihat begitu bahagia. Lee mencoba tersenyum, walaupun memang dia tidak sebahagia Sehun.


Sehun begitu memperhatikan gerak-gerik putranya, baby Ryu Jin. Kini sudah sangat lengket kepadanya. Baby Ryu, kejadian ini akan menjadi Nilai plus dimata Lee Ji An.


"Lihat, bukan cuma Sehun yang menyayangi Ryu Jin, tetapi ibunya juga menerima Ryu Jin dengan tulus," kata Kim Mi So kepada sahabatnya.


"Aku pun tidak menyangka ibunya Sehun bisa menerima baby Ryu dengan ikhlas, padahal Sehun anak tunggal, langsung diberikan seorang anak tiri, tapi itu tidak masalah untuknya. Semoga saja memang calon ibu mertua ku ini bersikap baik selamanya," kata Lee Ji An dengan suara yang rendah.


🎄🎄🎄


Di sisi lain, Nathan kini sedang dalam perjalanan menuju ke apartemennya. Hari ini memang dia tidak bekerja, karena jadwal cek up, tetapi ternyata malang nasibnya, dia malah menerima sebuah kabar yang tidak menyenangkan.


"Apa maksud dari pria itu melarangku bertemu dengan dokter Lee, apa pria itu mengenaliku, seolah-olah pria itu begitu akrab dan tahu tentang aku,  aku harus mencari tahu semua ini, jangan-jangan sebelum aku kehilangan ingatan aku mengenal pria tersebut," ucap Nathan sambil memejamkan matanya, dia itu sangat kebingungan dengan apa yang terjadi.


Bagaimana dia tidak kebingungan, seseorang tiba-tiba saja marah dan memaki dirinya, melarang dia untuk bertemu dengan seseorang yang sangat penting untuknya.


"Dia melarangku masuk. Pria itu mengatakan bahwa aku adalah dalang dibalik semua kekacauan, tapi apa yang kulakukan? Aku bahkan tidak melakukan apapun. Ya Tuhan kenapa aku tidak bisa mengingat pria itu, sebenarnya dia itu siapa?" ucapnya karena meluapkan kekesalan. kekesalan yang ada di dalam hatinya. Nathan merasa sangat kebingungan yang kepalanya sedikit berdenyut karena terlalu banyak berpikir.


🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄 Bersambung

__ADS_1


__ADS_2