Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Kerinduan Ryu Jin


__ADS_3

"Ayah sakit apa?" celoteh anak itu sambil menatap sang ayah dengan matanya yang berbinar. Anak itu selalu menjadi semangat untuk Nathan.


"Ayah tidak apa-apa Sayang, Ryu tidak perlu khawatir, dengan kedatangan Ryu di sini, itu sudah bisa menjadi obat untuk Ayah," ungkap Nathan dengan menorehkan senyuman yang manis kepada putra kesayangannya.


"Benarkah Ryu sudah bisa menjadi obat untuk Ayah? Apakah ayah akan memakan Ryu sebagai obat?" Anak itu menatap ayahnya kembali. Dia tidak mengerti arti obat yang Nathan katakan.


"Mana mungkin ada seorang Ayah yang menjadikan anaknya makanan. Apalagi sebagai obat, maksud obat disini sebagai penyemangat, jadi Ayah akan cepat sehat jika disemangati oleh Ryu, kita bersama seperti ini bisa membuat Ayah pulih dengan cepat," ungkap Nathan sambil membelai lembut buah hatinya, dia pun terkekeh karena sikap putranya yang begitu polos.


Lee Ji An dan Sehun hanya bisa duduk bersandingan menatap kearah Ryu Jin yang begitu mesra kepada Nathan.


"Ryu senang akhirnya kita bisa berjumpa lagi, Ryu sangat merindukan Ayah. Ryu ingin kembali ke Indonesia, kita pulang ke rumah kita di Indonesia. Ayah kita menjenguk Dede Lee Ji Nan lagi, dan kita bisa tidur bertiga lagi ada Ayah, Ibu dan Ryu," ungkap Ryu Jin dengan kepolosannya, dan itu sontak membuat Sehun Nathan Lee Ji An dan nenek Liao terkejut.


"Indonesia?" kata Nenek Liao dengan perlahan.


" Tidur bersama?" Sehun terkejut, keningnya tiba-tiba mengerut.


Nathan dan Lee Ji An saling bertatapan, mata mereka membulat, tidak menyangka buah hati mereka bisa keceplosan seperti itu. Tetapi mereka tidak bisa marah kepada Ryu Jin. Karena itulah mereka hanya bisa diam. Tapi kini Ryu Jin terus berusaha berceloteh dihadapan semua orang.


"Aku ingin pergi kesana lagi, melihat ibu memasak untuk kita berdua Ayah, aku ingin mandi lagi bersama Ayah, aku ingin Ayah menggosok punggungku lagi. Kapan kita ke sana lagi Ayah? Ayah cepat sembuh biar kita bisa jalan-jalan lagi ke Dufan dan kita bisa makan masakan ibu bersama," lagi-lagi Ryu Jin berceloteh, dia merindukan kebersamaan yang bersama Nathan, dan itu membuat Nathan menitikkan air matanya.


"Anak Ayah, ternyata merindukan Ayah juga ya," lirih Nathan dengan tetesan air matanya, tak kuasa menahan kesedihan dan putranya merindukan kebersamaan mereka bertiga. Nathan memeluk baby Ryu Jin dengan begitu erat. Rasa cintanya kepada baby Ryu Jin benar-benar membuat hatinya hancur untuk saat ini.

__ADS_1


Dan kini bukan cuma Nathan yang ingin bersama, tetapi buah hatinya pun ingin bersama.


"Ryu kamu bicara apa?" tangkas Lee Ji An dengan jantungnya yang seolah lepas, karena ucapan Ryu Jin terdengar jelas di telinga Sehun, membuat Sehun terdiam dengan wajah yang memerah dengan tangan yang mengepal. Pria itu seolah-olah ingin mengamuk, tetapi beruntunglah masih bisa ditahan, terlihat jelas bahwa Sehun begitu marah tatkala kini bahkan Sehun menggenggam tangan Lee Ji An dengan begitu erat, sampai Lee merasa sangat kesakitan.


"Ibu kecil, kita tinggal lagi di Indonesia bertiga bersama Ayah, Ibu dan Ryu," kata anak itu dengan kemanjaannya, Lee Ji An dan Nathan tidak bisa berbuat apa-apa.


"Sayang tinggal bersama Ayah di sini, tinggal bersama Nenek di sini, Ryu mau kan?" tanya Nathan kepada buah hatinya.


"Ryu hanya ingin tinggal bersama Ayah dan Ibu saja!" Anak itu mulai menangis dan mulai terisak. Membuat Nathan dan Lee sitem religi tidak kuasa untuk tidak meneteskan air matanya.


"Ryu, tidak boleh seperti ini, ayo kita pulang sekarang," tangkas Lee Ji An. Sambil mencoba menggendong buah hatinya dari pelukan Nathan.


"Kamu mau bawa kemana putraku, aku masih merindukannya," lirih Nathan dengan tetesan air matanya sambil berusaha memeluk baby Ryu Jin dengan erat.


"Ryu Sayang, ayo kita pulang bersama Ayah dan Ibu. Nanti Ayah akan memberikan adik untuk Ryu," ungkap Sehun sambil mencoba menahan semua emosinya, Sehun sudah mengetahui bahwa ternyata selama di Indonesia Lee Ji An dan Nathan tinggal bersama, dan itu sudah membuat hatinya hancur berkeping-keping, namun dia tidak mau memperlihatkan kerapuhannya di depan saingannya tersebut.


"Ryu tidak mau Ayah Sehun, Ryu ingin bersama Ayah Nathan dan juga Ibu kecil, Ryu mau pulang ke rumah di Indonesia," anak itu kembali menangis, bahkan tangisannya kini membuat Nathan benar-benar tak kuasa dan akhirnya mendorong Lee agar dia tidak menyentuh putranya lagi.


"Pergilah kalau memang kamu mau pergi Lee, biarkan aku bersama putraku, di sini. Biar Kami bersama!" Nathan terus melirih, tangisannya pun tidak bisa dihentikan. Walaupun dia seorang pria, tapi mengingat betapa sedihnya mendengar ucapan sang buah hati dia tak kuasa menahan semua tangisan itu.


"Tidak bisa, aku tidak mungkin meninggalkan Ryu di sini, aku tak sanggup untuk berpisah dengannya," lirih Lee Ji An dengan tangisan yang. Lalu Sehun menggengam tangan Lee dengan lembut.

__ADS_1


Sesaat Lee Ji An menyeka air matanya, lalu menatap kearah Sehun dan berkata." Maafkan aku, tetapi aku tidak akan mengulanginya lagi aku berjanji," ungkap Lee Ji An dengan tetesan air matanya.


"Aku percaya dengan semua ucapanmu. Karena aku sangat mencintaimu Lee, aku akan menerimamu apa adanya," ungkap Sehun dengan mata yang berkaca-kaca.


"Pergilah tinggalkan aku bersama putraku, kalian bisa segera menikah, kalian bahkan bisa memiliki putra yang lain," pinta Nathan kepada Lee Ji An dengan hati yang teriris, karena melihat Sehun menyatakan cintanya di hadapannya.


"Walaupun aku bisa memiliki putra yang lain, bukan berarti aku akan menyerahkan Ryu Jin kepadamu, Ryu Sayang anak ibu, ayo kita pulang Nak," rayu Lee Ji An kepada sang buah hati.


"Tidak mau ibu, Ryu ingin kita pulang bersama, kita pulang ke rumah kita," kata ryu Jin.


"Iya Ryu kita pulang ke rumah kita di Jepang," seru Lee Ji An sambil menyeka air matanya.


"Tidak ibu, rumah kita di Indonesia," rengek Ryu Jin dengan tetesan air matanya.


Ucapan Ryu Jin kali ini, benar-benar membuat Nathan dan Lee Ji An begitu sakit. Dan membuat hati Sehun hancur seketika.


"Kenapa ingin pulang ke Indonesia?" tanya Sehun dengan suara yang rendah dan bergetar.


"Ryu Ingin tinggal bersama Ayah Nathan dan ibu kecil lagi, seperti kemarin," lirih Ryu Jin sambil menatap Sehun, pria itu merasakan sakit yang kini sudah menusuk seluruh jiwanya.


"Ryu, diamlahlah, Nak," pinta Lee Ji An kepada buah hatinya, dengan mata yang basah.

__ADS_1


"Sayang, anak Ayah." Nathan kembali memeluk Ryu Jin dengan erat. Pria itu sunggu menyayangi buah hatinya. Dan tak sanggup untuk berpisah dengan putra semata wayangnya.


__ADS_2