Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Apa Yang Terjadi


__ADS_3

"Apa yang terjadi, kenapa kalian duduk di sini. Kenapa kalian tidak menemani Lee Ji An di dalam?" tanya Dokter Yuan Chuan kepada Nathan.


"Yuan, sesuatu telah terjadi, aku tidak bisa terus diam diri seperti ini, sesuatu telah terjadi pada Lee. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi," ucap Nathan dengan tubuh yang bergetar pria itu benar-benar tidak bisa lagi menahan air matanya ketika sang sahabat datang.


"Ada apa Nathan?" tanya Dokter Yuan kepada sang sahabat.


"Darahnya begitu banyak, aku begitu ketakutan. Lihatlah sepatuku Yuan. Lihatlah celanaku, kakiku, bahkan telah terciprat banyak darah darinya, aku takut dia kehabisan darah aku takut Yuan," kata Nathan sambil langsung memeluk Dokter Yuan dan menangis kepada sang sahabat.


Dokter Yuan sendiri benar-benar terkejut mendengar ucapan dari temannya itu. Dia sudah bisa menebak pasti terjadi sesuatu hal kepada Lee Ji An.


"Apakah terjadi perdarahan setelah persalinan?" tanya Dokter Yuan kepada Nathan.


"Betul sekali Yuan, darahnya begitu banyak. Aku tidak tega melihatnya. Aku takut wanitaku kehabisan darah, apa yang harus aku lakukan di sini, aku sudah berusaha berdo'a kepada Tuhan. Yuan Tolong bantu mereka di dalam Yuan!" Nathan berkata dengan tangisannya, dia sudah tak kuasa lagi menahan semua gejolak dalam hatinya, rasa sakit dan ketakutan bercampur menjadi satu, hembusan angin benar-benar terasa menusuk jantungnya, terpaku dalam kegalauan yang berkepanjangan.


Sebuah ketakutan merasuki seluruh tubuhnya, dia tak bisa bersua lagi, hanya air mata dan isak tangis yang bisa dikeluarkan untuk saat ini. Kedatangan sang sahabat membuat Natha seolah memiliki teman untuk berbagi cerita. Pria itu telah kehilangan putranya, bayi kecilnya. Tetapi dia pun tidak ingin kehilangan wanita yang sangat dia cintai.


"Maafkan aku Nathan, aku tidak bisa masuk ke dalam, aku memang seorang Dokter tetapi ini bukan wilayah kerjaku. Aku hanya Dokter dari Cina dan ini adalah Indonesia benar-benar sangat berbeda," Dokter Yuan meminta maap kepada sang sahabat karena tidak bisa membantunya.

__ADS_1


"Aku sangat ketakutan Yuan. Apa yang akan terjadi kepada Lee, tadi aku melihat Suster bahkan berlarian untuk membawa kantong darah, aku lihat dengan jelas Suster itu membawa beberapa kantong darah, apakah itu untuk Lee?" Nathan berkata kepada Yuan Chuan, dia benar-benar tidak bisa untuk memendam semua ketakutannya.


"Mungkin saja betul kantong darah tersebut untuk kekasihmu, itu memang sangat membantu bagi wanita yang sudah kehilangan banyak darah karena perdarahan. Semoga saja bisa menyelamatkan Lee Ji An," tutur Dokter Yuan Chuan kepada sang sahabat.


"Aku sangat takut Yuan, aku ketakutan darahnya mengalir deras aku melihatnya sendiri. Aku bahkan membuka selimutnya dan ternyata memang keluar dari pangkal intimnya, Lee pasti sangat ketakutan dan ini semua gara-gara si brengs*k itu. Pria itu sudah mengatakan semua kepada Nathan soal kepergian bayinya," Nathan menunjukkan telunjuknya kearah Sehun dan Sehun langsung menatap kearah Nathan. Sehun yang tadinya sedang menunduk benar-benar merasa terkejut karena kali ini memang dia menjadi tertuduh untuk kejadian yang menimpa Lee Ji An.


"Kenapa kamu menyalahkanku, padahal kamu sendiri yang telah membuat Lee Ji An seperti ini, lupakah kamu bahwa kamu orang yang pertama yang telah membuat Lee Ji An mengejarmu," kata Sehun dengan begitu lantang menatap dengan garang ke arah Nathan.


"Aku akui kesalahanku, tetapi kamu juga harus mengakui kesalahanmu. Lee mengalami perdarahan yang kedua kali itu gara-gara shok. Mungkin saja dia terlalu terkejut mendengar ucapanmu yang jahat. Kamu mengatakan semuanya kepada Lee padahal kondisinya belum pulih betul, kamu tidak tahu betapa sakitnya aku dan Lee ketika mendengar bayi kami meninggal. Kamu bukan siapa-siapa, dia adalah kekasihku dan itu adalah anak kami berdua. Seharusnya kamu diam saja tidak usah ikut campur urusan kami berdua!" ucap Nathan dengan suara yang lantang pria itu begitu emosi dan tidak karuan.


"Kamu yang pertama membuat Lee perdarahan," Sehun membalas dengan lantang Pula.


"Dalam keadaan Genting seperti ini, kalian berdua masih bisa saling menyalahkan. Bukannya berdo'a kepada Tuhan untuk kesembuhan keselamatan Lee, tapi ini kalian malah saling menyalahkan, saling bertengkar saling tidak mau disalahkan. Pria macam apa kalian berdua, aku sebagai pria merasa malu berada di antara kalian berdua, kalian berbicara keras satu sama lain. Tidakkah kalian malu atau kasihan kepada pasien yang sedang beristirahat, setidaknya Ingatlah di dalam ada seorang wanita yang sedang bertaruh nyawa. Hargailah Dokter yang sedang berusaha menyelamatkan nyawa Lee Ji An di dalam sana!" tutur Dokter Yuan Chuan kepada Nathan dan juga kepada Sehun.


Kini Nathan dan Sehun tidak bisa berkutik lagi setelah mendengar semua ucapan dari Dokter Yuan. Mereka memang merasa malu karena sikap mereka benar-benar kekanakan.


"Teruslah diam seperti ini, daripada kalian membuat gaduh seisi ruangan. Kalian sudah besar harusnya kalian malu dan tahu diri!" Dokter Yuan Chuan kembali berbicara dan kedua pria itu kini hanya bisa menundukkan wajah mereka.

__ADS_1


Dokter Yuan sendiri merasa begitu sedih mendapati Nathan terluka seperti itu. Dia sangat mengenal Nathan. Dia tahu dengan jelas bahwa Nathan Sakit, ia begitu khawatir cemas dan merasa sangat sedih. Sebagai seorang sahabat Yuan mengerti dengan jelas perasaan sahabatnya tersebut.


"Ini minumlah setidaknya kini kamu agak sedikit tenang!" sahut Dokter Yuan Chuan kepada Nathan dan Nathan pun menerima air mineral tersebut dengan perlahan yaitu meneguk air minum airnya sampai akhirnya dia menghabiskan 1 botol dengan secepat kilat.


"Ya Tuhan kamu bener-bener ya," ucap Dokter Yuan Chuan kepada sang sahabat.


"Yuan... aku harus apa, kan aku tidak bisa hanya diam seperti ini saja?" Nathan kembali bertanya kepada Dokter Yuan karena dia sempat mencemaskan sang kekasih tercinta. Harus bagaimana lagi dia menjelaskan bahwa dia sangat mencintai Lee. Apakah kecemasan dan rasa sedihnya itu tidak cukup untuk membuat orang lain percaya bahwa cinta Nathan begitu tulus kepada Lee Ji An.


"Diamlah menunggu dengan sabar, sambil berdo'a di dalam hati, aku yakin tidak akan ada sesuatu hal yang buruk. Lee pasti akan selamat. Yakinlah itu semua!" kata Dokter Yuan Chuan sambil menepuk punggung sang sahabat mencoba untuk menenangkan sahabat yang tersebut.


"Aku ingin menemaninya di dalam, tapi Dokter mengusir kami," kata Nathan dengan suara yang sendu. Pria itu benar-benar ingin segera masuk ke dalam ruangan sang kekasih.


Bersambung.


Nathan Liao


cemas aja ganteng ya.

__ADS_1



__ADS_2