
Lee Ji An memutuskan untuk pulang ke rumah, dan tidak bisa menemani sang ayah pada malam hari, karena memang kondisinya Lee memiliki seorang bayi, ia tidak bisa terus-menerus berada di Rumah Sakit. Wanita itu harus menyusui bayinya, karena kalau tidak, kasihan sekali Ryu Jin kalau terus-menerus diberikan susu botol oleh Kim Nana.
Di Rumah Sakit biarlah ibu dan Joon yang menemani Ayah, sedangkan Lee pulang bersama Kim Mi So, karena Mi So sendiri tidak boleh terlalu kelelahan, selain dia masih pengantin baru bisa juga harus menyiapkan fisiknya agar cepat cepat bisa mengandung.
Sampainya di rumah, Lee menelpon Kim Nana agar secepatnya mengantarkan buah hatinya ke apartemen. Kim Nana mengatakan ia dan akan senang hati mengantarkan keponakannya.
Beberapa saat kemudian Kim Nana datang beserta Dokter Haikal, bayi kecil iti segera di berikan kepada Lee Ji An. Bayi berusia 25 hari itu terlihat sedang tidur lelap dalam pangkuan tantenya, baby Ryu Jin adalah bayi yang lucu dan menggemaskan, tidak menyangka bahwa Kim Nana bisa jatuh cinta secepat itu pada ponakannya sendiri, dia jadi ini cepat menikah dan memiliki bayi sendiri, setelah mengasuh baby Ryu Jin.
Bukan cuma Kim Nana yang menyukai bayi tampan itu, tetapi Dokter Haikal juga menyukai bayi tersebut, karena itulah Dokter Haikal mengatakan pada Lee Ji An kalau lain kali ingin pergi maka dia bisa menitipkan kembali baby Ryu Jin dengan pada mereka.
Tentu saja dengan senang hati ia menyanggupi, karena kan Lee Ji An harus berangkat ke Rumah Sakit setiap hari. Kim Nana dan Dokter Haikal pun segera pulang, kini sisalah Kim Mi So dan Lee Ji An serta bayi kecil tersebut di apartemen.
"Eonni, perlengkapan bayi Ryu Jin sangat banyak, baju sepatu kaos kaki, popok dan sebagainya, tetapi kemarin Nathan meminta aku untuk berbelanja sekali lagi bersamanya, menurut Kakak sebaiknya aku harus seperti apa?" Lee Ji An meminta saran kepada kakak iparnya. Kim Mi So besok pun tersenyum lalu duduk di hadapan Lee Ji An.
"Sebaiknya kamu ikuti semua keinginan Nathan, karena dia ingin membelikan baju dan sepatu untuk buah hatinya sendiri, itu pertanda bahwa dia menyayangi baby Ryu Jin dengan sepenuh hati, tidak apa-apa beli saja yang banyak pastinya akan terpakai," kata Kim Mi So kepada Lee Ji An.
"Oh jadi sebaiknya aku belanja saja ya. Ya sudah aku akan menghubungi Nathan besok, aku mau ngajak dia untuk berbelanja karena dia sangat sekali ingin membelikan barang barang untuk putranya," kata Lee Ji An.
"Iya memang seharusnya seperti itu. Ya sudah aku tidur terlebih dahulu ya, ini sudah larut malam, aku lelah sekali. Entah kenapa," Kim Mi So lalu masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
"Beristirahatlah Kak, kamu harus banyak istirahat agar kandungan sehat, dan cepat memiliki bayi," kata Lee Ji An pada sang Kakak.
"Iya betul, makasi ya Lee, maaf aku tidur terlebih dahulu," Kim Mi So pun lalu menutup pintu kamarnya, Lee sendiri langsung masuk ke dalam kamarnya juga, dia Lalu merebahkan buah hatinya di box bayi kesayangannya.
Malam sudah semakin larut, Lee Ji An pun mulai menutup matanya untuk mengistirahatkan seluruh anggota tubuhnya. Tanpa terasa dia tidur sudah sangat lama, sehingga tiba-tiba saja ada seseorang masuk kedalam kamarnya dan dia tidak menyadari hal itu.
Ternyata yang masuk adalah Nathan. Nathan berkunjung ke rumah Lee siang itu, ternyata sudah siang. Dan Lee masih belum terbangun. Alangkah terkejutnya Lee tatkala melihat bayinya digendong oleh seseorang, ternyata orang yang menggendong buah hatinya adalah Nathan. Nathan begitu menyayangi baby Ryu Jin dan sekarang tidak akan bisa membagi kasih sayangnya pada siapa pun selain buah hati ini sendiri.
"Sayang kamu mengejutkan aku. Sejak kapan kamu berada di kamar ini?" tanya Lee kepada Nathan.
"Sudah hampir satu jam aku berada disini, aku sudah menyusui bayi kita, aku memberikan botol susu saja, karena aku tidak tega membangunkanmu Sayang, tetapi kalau tidak seperti itu, nanti bayi kita akan kelaparan," kata pria tersenyum sambil menggendong buah hatinya.
"Malam? Apa maksudmu, ini sudah siang. Sudah jam 9 pagi, kamu itu masih ngelindur saja, kebanyakan lindur juga bahaya." Nathan terkekeh menertawakan sikap sang kekasih.
"Benarkah, kalau ini sudah siang, ya ampun aku harus cepat-cepat bangun, ini tidak baik," Lee akhirnya bergegas pergi ke kamar mandi tanpa berkata apapun kepada Nathan, wanita itu membersihkan seluruh tubuhnya dengan air dan sabun. Setelah mandi Lee segera keluar, hanya dengan mengenakan handuk saja. Sontak itu membuat Nathan tergiur, pria otu bersiul tatkala melihat Lee bahkan telah tampil dengan sangat seksi.
"Sayang, cepatlah kenakan pakaianmu, jangan seperti itu. Kamu membangunkan singa yang sedang lapar," kata Nathan sambil menatap sang kekasih, Nathan memang adalah singa itu, singa yang sudah sangat kelaparan, tetapi untunglah walaupun begitu Nathan masih bisa menjaga emosinya.
"Oke-oke tunggu sebentar, aku akan segera berganti pakaian, aku keluar dari kamar mandi karena hendak mengambil pakaianku, cuma itu kok, aku tidak dengan sengaja menggodamu," kata Lee Ji An terkekeh, ia tersenyum jahil kepada Nathan, lalu wanita itu pun bergegas mengambil pakaian di dalam lemarinya dan kembali ke kamar mandi untuk berganti pakaian.
__ADS_1
Setelah itu Lee Ji An langsung duduk disamping Nathan, kekasihnya itu kini telah duduk di sofa ruang keluarga.
"Sayang, aku membelikan sesuatu buat buah hati kita. Lihatlah buka bungkusan itu," kata Nathan sambil menunjuk ke arah bungkusan yang ada di lantai.
Lee ji An pun merasa heran, sebenarnya Nathan membeli barang apa, dia Lalu mengambil bungkusan tersebut dan membukanya saat itu juga. Betapa terkejutnya Lee Ji An tatkala melihat sepatu bayi Ryu Jin yang telah Nathan beli.
"Ya Tuhan ini sangat lucu, kamu sudah membelinya terlebih dahulu ternyata," kata Lee Ji An dengan senyum manisnya.
"Lucu sekali bukan sepatu ini, sepatu yang telah membuat aku jatuh cinta, kemarin dengan sengaja sebelum pulang dari rumah nenek aku membeli sepatu ini, agar pagi ini bisa aku berikan kepadamu, agar baby kita segera memakainya," kata Nathan memberikan senyuman yang manis.
"Terima kasih banyak ya, Sayang. Sepatu ini aku segera pakaikan kepada buah hati kita, jika umurnya sudah cukup sepertinya. Sepatu ini bisa digunakan oleh bayi berumur 2 bulan sedangkan Ryu Jin sangat kecil," kata Lee Ji An pada calon suaminya.
"Simpan saja dahulu, jangan dipakai kalau memang masih belum cukup, tidak apa-apa yang penting aku sudah memberikan putraku hadiah," kata Nathan merasa puas karena dia bisa membeli sepatu bayi yang lucu itu, sepatu bayi yang berwarna biru, harganya begitu mahal, tapi pria itu tidak peduli, karena Nathan membelinya dengan kartu ATM yang isinya tak terhitung.
"Baikkah Sayang, aku akan menyimpan lebih dahulu sepatu bayi ini, sebentar ya," kata Lee sambil membawa bungkusan tersebut Lalu menyimpannya di kamar dengan rapi dan tertata.
Wanita itu tidak menyangka bahwa pria seperti Nathan bisa membelikan sepatu bayi untuk buah hatinya, itulah yang dinamakan kasih sayang seorang ayah tiada batasnya.
🎄b🎄r🎄s🎄a🎄m🎄b🎄u🎄u🎄n🎄g
__ADS_1