Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Pekerjaan Baru


__ADS_3

Setelah lulus sebagai seorang Dokter, Lee Ji An memutuskan untuk melamar ke sebuah Rumah Sakit besar di kota Tokyo Jepang. Akhirnya wanita itu berhasil diterima di Rumah Sakit tersebut karena memang nilai yang dia miliki sangat memukau.


"Nona Lee, anda tinggal mengisi semua data diri anda. Lalu besok anda sudah boleh mulai bekerja," kata pihak Rumah Sakit kepada Lee Ji An.


"Terima kasih banyak Nona. Apakah ada lagi yang harus saya kerjakan selain ini?" tanya wanita itu dengan menorehkan senyum yang manis.


"Tidak ada Nona, anda hanya cukup mengisi ini saja, setelah itu anda boleh kembali ke rumah. Besok jam delapan pagi anda sudah bisa masuk untuk mulai bekerja," petugas Rumah Sakit menjelaskan kepada Lee Ji An, wanita itu pun tersenyum, dia begitu bahagia karena mendapatkan pekerjaan.


Sebuah pekerjaan pertama yang dia dapatkan selama hidupnya. Selama ini dia tidak pernah bekerja sama sekali, dan hanya menumpang hidup kepada sang kakak saja. Tapi kini dia berjanji dia harus mandiri, dan bisa menghasilkan uang sendiri, tidak boleh merepotkan keluarganya lagi.


Lee Ji An pun senyum dengan rona yang bahagia, dia menyampaikan kepada keluarganya, bahwa dia diterima di sebuah Rumah Sakit besar di kota Tokyo. Jelas saja keluarganya begitu bahagia, ucapan selamat pun terlontar dari semua orang, yang ada di rumah, termasuk bayi kecil yang sekarang sedang digendong dengan erat.


"Lalu bagaimana, apakah kamu akan menyewa sebuah kamar di dekat Rumah Sakit atau pulang pergi ke rumah?" tanya sang ibu kepada putri kesayangannya, jarak tempuh dari rumah ke Rumah Sakit sekitar 1 jam. Ibu pun tidak mau membebani Lee Ji An dan mengharuskan dia tinggal di rumah. Jika dia tidak bisa mengatur jadwalnya.


"Lee kurang tahu Bu, sepertinya untuk sementara ini Lee bisa pulang pergi dari rumah, dengan menggunakan taksi, akan lebih cepat," kata Lee Ji An kepada sang ibu.


"Ibu tidak boleh pindah rumah, Ryu akan kesepian jika Ibu tidak ada," pekik balita itu merengek kepada sang ibu, melarang ibunya untuk menyewa sebuah kamar kost.


Lee Ji An pun langsung menatap pada sang buah hati, dia langsung mengecup buah hatinya, mengelus lembut rambut sambung hati yang masih tipis itu.

__ADS_1


"Benarkah Ryu ingin ibu tinggal di sini?" Lee Ji An bertanya kepada buah hatinya.


"Ryu ingin ibu tinggal di sini dan mengantarkan Ryu ke sekolah," ungkap baby Ryu Jin kepada sang ibu.


"Ryu Jin sayang, tidak boleh membuat ibumu kesusahan seperti itu, bukankah masih ada ibu Mi So, ibu yang akan mengantarkan kamu ke sekolah, setiap hari ibu dan adik An Mi akan selalu menunggumu di sekolah, sampai Ryu pulang," kata Kim Mi So kepada putra sulungnya.


"Tidak mau, Ryu Jin ingin ibu Lee yang mengantar Ryu ke Sekolah setiap hari." Ryu Jun merengek dengan begitu manja, Lee Ji An sendiri tidak bisa menjanjikan itu kepada putranya, karena pekerjaan barunya sendiri belum dimulai, dia tidak tahu jadwal dari pekerjaannya.


"Ryu Sayang, begini ... Ibu tidak bisa menjanjikan bisa mengantarmu setiap hari ke Sekolah, tetapi Ibu janji setiap Ibu libur, akan mengajak Ryu bersama Dede An Mi bermain ke taman hiburan, atau bermain ke tempat games bagaimana?" bujuk Lee Ji An kepada sang putra.


"Penawaran yang sangat bagus, Ryu Jin Sayang cucu nenek. Ibu Lee sudah menawarkan ingin bermain denganmu ke taman hiburan, kalau ibumu libur, apa kamu tidak menyetujuinya, padahal jarang-jarang loh kita berangkat ke taman hiburan," kata nyonya Lee kepada cucu kesayangannya.


"Ibu Lee tidak apa-apa tidak mengantar ke sekolah tidak setiap hari, setidaknya hari pertama di Sekolah besok, Ibu harus mengantar Ryu ke sekolah, seterusnya biarlah Ibu Mi So yang mengantar Ryu," kata baby Ryu Jin dengan suara yang lembut, balita itu menundukkan wajahnya mengungkapkan semua isi hatinya.


"Tidak mau! Besok juga hari pertama sekolah, hanya ingin Ibu Lee  yang mengantar," kata baby Ryu Jin sambil merengek, balita itu langsung menangis dan masuk kedalam kamarnya, semua orang terkejut melihat tingkah anak tersebut, Lee Ji An pun langsung berlari mengikuti putranya ke dalam kamar.


"Putraku Sayang, kenapa kamu merajuk seperti ini, jangan marah Nak  Ibu berjanji besok akan mengantarmu ke Sekolah," kata Lee Ji An kepada baby Ryu Jin.


"Benarkah besok Ibu akan mengantarku ke Sekolah?" kata baby Ryu Jin dengan senyuman yang sangat bahagia.

__ADS_1


"Tentu saja benar, tetapi pulangnya ibu Kim Mi So yang akan menjemputmu, bagaimana?" tanya Lee Ji An bernegosiasi kepada Putra kesayangannya, berharap putranya bisa mengikuti dan menyetujui keinginannya.


"Ibu tidak menjemput?" Ryu Jin bertanya kepada Lee Ji An dengan kening yang mengerut.


"Ibu tidak bisa menjemputmu, Nak. Ryu tahu sendiri bahwa Ibu besok itu hari pertama bekerja. Ibu tidak bisa izin kepada atasan Ibu menjemputmu, jika di hari pertama itu sudah izin maka mereka akan marah pada ibu. Apakah Ryu Jin mau Ibu dimarahi oleh atasan, ibu?" kata Lee Ji An kepada Putra kesayangannya.


"Tidak-tidak Ibu tidak boleh dimarahi oleh mereka. Baiklah Ryu ingin diantar oleh Ibu, berangkat ke sekolah dan pulangnya dijemput oleh ibu Mi So, yang penting ibu Lee tidak dimarahi oleh atasan Ibu," ucap Ryu Jin sambil memeluk sang ibu, terlihat bahwa anak itu menyayangi Lee Ji An begitu dalam, sampai dia tidak mau jika Lee Ji An dimarahi oleh bos-nya.


"Anak Ibu pintar sekali. Terima kasih ya Sayang, kamu sudah mengerti kesulitan ibu, dan tidak menambah beban ibu," Lee Ji An mengelus lembut kening Putra bungsunya, dia memeluk erat putranya dan merasakan kebahagiaan yang teramat dalam, ketika bahkan putranya menempel kepadanya seperti itu.


"Ryu Jin sayang kepada ibu," kata Ryu Jin sambil menatap mata ibunya.


"Terima kasih putraku, tetapi ibu lebih menyayangimu dari pada apapun, kamu tahu ibu yang telah melahirkanmu, Ibu mengandungmu selama 9 bulan, karena itulah Ibu tidak bisa melihat Ryu sedih," kata Lee Ji An keceplosan berbicara seperti itu kepada Ryu Jin.


"Ibu Lee yang telah mengandungku dan melahirkanku?" tanya anak itu dengan kening yang mengerut, seolah sedang mencari tahu kebenaran yang terjadi.


Lee Ji An merasa sangat terkejut, bisa-bisanya dia berkata seperti itu, kepada Ryu Jin. Padahal selama ini dia merahasiakan semuanya tapi mulutnya sendiri malah yang mengungkapkan semua itu kepada sang buah hati.


"Kenapa Ibu Lee hanya diam saja?" Anak itu kembali bertanya kepada Lee Ji An

__ADS_1


"Ya sudah Sayang. Lain kali saja kita bahas itu semua ya, sekarang ayo kita keluar kamar, pasti Dede An Mi menunggu Oppa-nya untuk bermain bersama," ungkap Lee Ji An mengalihkan pembicaraan pada anak tersebut. Lalu baby Ryu Jin pun mengangguk, mereka langsung keluar dari kamar tersebut dan bergabung dengan keluarga lainnya.


B💖e💖r💖s💖a💖m💖b💖u💖n💖g


__ADS_2