
"Nathan kamu harus kuat Kamu kan harus sehat. Bukannya kamu akan menikah dengan Lee Ji An," kata Dokter Yuan sambil menatap sahabatnya yang kini sudah mulai bangun dari tidurnya.
"Yuan aku ada di mana?" Nathan mulai mempertanyakan keberadaannya karena dia tidak mengingat apapun, dia hanya ingat sedang makan bersama Yuan.
"Tadi kamu pingsan, kamu tahu tidak ini semua gara-gara kamu tidak makan dengan teratur, kamu pun tidak bisa istirahat akhirnya kamu ngedrop seperti ini, tekanan darahmu menurun drastis," kata Dokter Yuan Chuan kepada sang sahabat.
"Benarkah? Apakah aku pingsan lama. Bagaimana dengan kondisi Lee sekarang, apakah Lee sudah bangun. Berapa lama aku pingsan, aku harus melihat Lee, aku harus melihat keadaannya," ucap Nathan Sambil mencoba untuk bangun. Pria itu mencoba untuk beranjak dari tempat tidurnya.
"Eh kamu mau kemana, kamu masih dalam kondisi lemah kamu tidak boleh bangun dulu!" Dokter Yuan Cuan melarang Nathan untuk bangun, tetapi Nathan bersikeras dia ingin segera bertemu dengan Lee Ji An, dia tidak mau meninggalkan ruang tunggu Lee Ji An sedikit pun.
"Aku tidak boleh tidur di sini Yuan, aku harus menemani Lee disana, walaupun pada kenyataannya aku tidak bisa masuk ke ruangannya, setidaknya aku bisa menunggu di luar, aku tidak boleh enak-enak tidur seperti ini, sedangkan Lee di sana dalam kondisi kritis," kata Nathan sambil menurunkan kakinya dia hendak berdiri dan berjalan menuju ke tempat Lee Ji An.
"Kamu tidak menghargai aku sebagai teman, dengarkan aku kamu tidak boleh mengabaikan ucapanku kamu harus beristirahat. Kamu tidak usah memikirkan dulu orang lain, pikirkanlah dulu dirimu kalau terjadi sesuatu hal kepadamu bagaimana kamu bisa menjaga Lee Ji An?!" Dokter Yuan sedikit membentak Nathan karena Nathan tidak mau mendengarkan perkataannya.
Nathan pun kini sudah melepaskan lajur infus yang terpasang pada pergelangan tangannya. Darah pun menetes ke mana-mana membuat Dokter Yuan semakin kesal kepada Nathan. Tingkah Natan membuat dia sangat geram.
__ADS_1
Dokter Yuan akhirnya menarik tangan Nathan dan mencoba untuk menghentikan darah yang keluar dari nadinya. Nathan dan kini hanya bisa diam dia melihat darah berceceran di lantai. Dokter Yuan lalu menekan bel agar Suster bisa datang. Lalu beberapa saat kemudian Suster pun datang.
"Ada apa, Pak?" tanya Suster tersebut sambil melihat ke arah lantai karena ada sedikit caceran darah.
"Ini tadi teman saya mau ke kamar mandi tetapi selang infus nya malah terlepas dari lengannya," kata Dokter Yuan berbohong kepada Suster tersebut.
"Oh... ya sudah biar saya pasang kembali jalur infusnya," Suster itu langsung membawa peralatan untuk memasang kembali jalur infus di tangan Nathan.
Nathan kini hanya bisa menurut karena Nathan tidak mau terlihat jelek di depan orang lain. Sebenarnya Nathan ingin sekali cepat pergi ke ruangan Lee Ji An, dia tidak mau meninggalkan Lee Ji An walaupun hanya beberapa menit. Dia tidak memikirkan kesehatannya sendiri.
"Istirahatlah sampai kamu benar-benar pulih, aku sudah menelepon Nenek di Tiongkok, dia sekarang dalam perjalanan kamu harus sehat sampai dia datang," kata Dokter Yuan kepada Nathan.
Sedangkan Nathan hanya terdiam dan dia diam karena dia sebenarnya marah pada Yuan. Karena Yuan telah melarangnya untuk bertemu dengan Lee. Padahal Nathan ingin sekali bertemu dengan kekasihnya.
"Kalau kamu sudah sehat kamu bisa menemui Lee lagi. Kamu harus mengingat kondisimu saat ini, kamu tidak seperti pria lainnya memiliki kesehatan yang prima," sekali lagi Dokter Yuan berkata kepada Nathan namun lagi-lagi Nathan hanya terdiam.
__ADS_1
"Beruntunglah kamu bisa sehat kembali setelah kecelakaan beberapa waktu dan bahkan kamu kini bisa berjalan seperti sedia kala, walaupun kamu masih merasakan keluhan di daerah kepalamu. Kamu harusnya menjaga baik tubuhmu jangan sampai kamu malah menjadi beban untuk Lee Ji An,"kata Dokter Yuan kepada Nathan
"Yuan. Bukankah kamu tahu sendiri selama ini aku sudah mencarinya kemana-mana, aku tidak meninggalkannya, hanya Takdir saja yang mempermainkan kami, sampai akhirnya aku melihatnya dan terjadilah kecelakaan itu. Aku pun tidak bisa lagi mencarinya karena aku harus dirawat di Rumah Sakit dan sekarang di saat aku menemukannya aku sudah tidak mau lagi untuk pergi meninggalkan dia. Aku ingin selalu dekat dengan dia. Aku ingin menemaninya memberikan semangat untuk dia, bagaimanapun persalinannya bertaruh dengan nyawanya, Lee mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan bayi kami, sudah sewajarnya aku menemaninya sekarang. Apa kamu mengerti?" tutur Nathan dengan tatapan mata yang kosong.
Pria itu selalu saja merasa ketakutan takut dia tidak bisa menemukan lagi sang kekasih hati. Terpisah selama sembilan bulan dan bertemu dalam suatu tragedi itu membuat dia merasa sangat tersiksa. Karena itulah Nathan tidak akan lagi memperdulikan tentang kesehatannya, karena baginya kesehatan Lee lebih penting dari apapun.
"Apa kamu mau kamu pingsan lagi dan Dokter mengharuskan kamu untuk dioperasi untuk kedua kalinya, kamu tahu sendiri resiko operasi untuk kedua kali bisa menyebabkan ingatanmu terganggu, yang lebih parah bisa menyebabkan gangguan pada matamu, bagaimana kalau kamu sampai buta, karena itu kamu tidak boleh sakit, kamu harus bertahan dengan kondisimu yang bugar, kamu harus sehat. Aku tahu kamu begitu merindukan Lee Ji An, tetapi setidaknya Ingatlah bahwa kamu bukan robot. Kamu adalah manusia yang kamu bukan manusia yang normal seperti orang lain, karena semenjak kecelakaan itu kamu bahkan sudah mengalami cedera di kepalamu," sekali lagi Dokter Yuan menjelaskan kepada Nathan perihal kondisinya saat ini.
Nathan hanya bisa terdiam dia menyadari kondisinya memang tidak sebagus orang lain. Tetapi dia tidak sanggup jika harus berjauhan dengan Lee Ji An. Dia ingat selalu dekat dengan Lee, dia ingin menemani Lee Ji An dalam masa kritisnya saat ini, tetapi dia pun ternyata tidak sekuat itu untuk bisa terus bersama dengan kekasihnya.
"Kamu hanya cukup beristirahat dua sampai tiga hari saja, kondisimu akan pulih seperti sediakala Setelah itu kamu bisa bertemu dan menemani kembali kekasihmu itu kan. Semoga saja setelah kamu selesai dirawat Lee pun kembali sadar," kata Dokter Yuan kepada Nathan dan lautan hanya menatapnya dengan tatapan mata yang kosong tanpa arah.
Dokter Yuan memang tidak membiarkan Nathan keluar dari ruangan, dan ini membuat dadanya terasa sesak, dia ingin sekali melihat Lee di sana, tapi Kondisinya sudah seperti ini dan tidak memungkinkan. Dia meratapi nasibnya kenapa tidak bisa seperti orang lainnya memiliki tubuh yang sehat dan bugar.
Bersambung.
__ADS_1