
Seorang pria tampan kini telah duduk di depan meja kebesarannya, sambil melihat sebuah foto dalam ponselnya. Seseorang telah mengirimkan seorang foto wanita hamil yang sangat dia kenal. Wanita itu wanita yang selama ini telah dia cari yaitu bernama Lee Ji An. Pria itu menatap wanitanya dengan sangat lekat.
Keningnya mengerut dan bahkan dia begitu kebingungan melihat kondisi Wanita itu sudah hamil besar.
"Apa dia mengandung anakku? Apa benar itu anakku?" Pria itu masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Dia harus segera melakukan tes DNA kepada bayi tersebut. Jika bayi itu kelak telah lahir.
Anak buah Nathan telah berhasil menemukan tempat tinggal Lee Ji An. Nathan sendiri tidak percaya bahwa pada akhirnya dia bisa menemukan gadis 1 malamnya. Tetapi yang dia tidak percaya bahwa gadis yang dulu sangat langsing begitu ramping dan seperti gitar Spanyol itu kini telah berubah menjadi lebih gemuk dari biasanya.
Pipinya terlihat bulat, payudaranya pun terlihat berisi, apa lagi perutnya begitu buncit Karena kehamilannya kini sudah 9 bulan. Tapi entah kenapa Nathan terlihat begitu menyukai lee Ji An seperti itu. Wanita itu tampak begitu cantik dan anggun di matanya.
"Akhirnya aku menemukanmu, setelah 9 bulan lamanya aku mencarimu, tinggal menunggu waktu untuk menemuimu dan bertanya apakah bayi itu memang bayiku, atau bukan," Nathan bergumam dalam hatinya sambil terus memandangi wajah cantik gadis Koreanya.
Pria itu memejamkan matanya membayangkan bahwa dahulu mereka pernah menikmati suasana yang indah, dan romantis. Menghabiskan malam yang indah hanya berdua saja. Tidak menyangka bahwa kejadian yang awalnya hanya berdua kini menjadi bertiga dengan bayi yang di kandung Lee.
Ketika Nathan sedang membayangkan sosok Lee Ji An yang cantik. Tiba-tiba saja seseorang masuk dan membuat dia sangat terkejut.
"Kamu masuk sembarangan, tidak punya tata krama sama sekali," kata Nathan sambil menatap orang yang masuk tersebut. Ternyata orang itu adalah Dokter Yuan Chuan.
"Maafkan aku Nathan, tapi ini sudah waktunya kamu mau minum obat, kalau aku tidak datang, maka kamu tidak akan pernah mau minum obatnya," kata Dokter tersebut sambil membawa sebungkus obat untuk nya.
__ADS_1
"Sampai kapan aku harus minum obat, aku sudah sembuh bahkan kini aku sudah menemukan wanita itu," kata Nathan kepada Dokter Yuan Chuan. Pria itu memang sangat membenci pahitnya obat, apa lagi tajamnya jarum suntik. Dia bisa berteriak karena ketakutan. Padahal usianya bukanlah anak-anak lagi, tetapi rasa takutnya belum juga hilang.
"Sampai kamu sembuh total, untuk apa aku di sini kalau kamu tetap merasakan rasa sakit pada kepala mu," kata dok ter Yuan Chuan kepada Nathan.
"Aku sudah sembuh dan tidak merasakan lagi kesakitan seperti dulu. Sudahlah jangan perlakukan aku seperti anak kecil. Aku akan makan dan minum apapun yang aku mau," kata Nathan sambil menghindari makanan tersebut.
"O-Oke minumlah vitamin ini agar kamu bisa sehat dan kuat, tidak perlu kesakitan seperti itu lagi," kata Dokter tersebut sambil menatap Nathan dengan tajam. Pria itu langsung mengambil obat dari tangan Dokter Yuan Chuan.
"Lihatlah aku akan meminumnya, puas huh?" kata Nathan merasa kesal.
"Oke aku perhatikan," kata Dokter Yuan Chuan itu tersenyum manis kearah sang sahabat.
Tiba-tiba saja Dokter Yuan Chuan melihat ke arah ponsel milik Nathan. Ketika Nathan sedang meminum obatnya. Dokter itu mengambil ponsel Nathan dan memperhatikan foto seorang wanita hamil yang begitu menggemaskan.
Nathan langsung merebut kembali ponsel miliknya dan melihat foto Lee Ji An.
"Dia bukan istri orang Chuan. Dia pasti sedang mengandung anakku," kata Nathan sambil menatap kearah ponselnya.
"Benarkah? Apa kalian memang pernah bercinta sebelumnya?" Dokter itu merasa terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Nathan barusan.
"Iya tentu saja, kami pernah bercinta dan itu sangat tidak bisa terlupakan, itu adalah pengalamanku dan juga pengalaman dia yang pertama, aku merasakan bahwa dia memang masih perawan saat aku mulai mencoba memasuki tubuhnya, Dia benar-benar indah dan sangat nikmat," pria itu memejamkan mata sambil membayangkan ketika saat pertama mereka berjumpa di Tiongkok.
__ADS_1
Entah kenapa Nathan masih saja membayangkan saat dirinya menyentuh Lee Ji An waktu itu. Seorang gadis Korea yang telah berhasil di ajak tidur dan dia ajak bertempur semalaman. Seorang gadis Korea yang tengah terisak karena tangisnya kesakitan pada saat malam pertamanya.
"Dia cantik, kalau memang dia adalah wanita yang kamu sukai, dan Ibu dari anakmu, perkenalkan saja kepada Nenekmu, dan kalian harus segera menikah. Aku setuju walaupun pada akhirnya kamu akan meninggalkan adikku," kata Dokter itu dengan senyumannya. Walaupun dia sendiri tahu bahwa Agatha Chuan sang adik begitu mencintai Nathan.
"Jangan bahas Agatha, dia adalah adikmu, aku tidak mencintainya sama sekali, aku menganggapnya sebagai adikku sendiri, sama seperti kamu. Aku menganggapmu saudara tetapi untuk Lee Ji an. Aku begitu mencintainya. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama," pria itu tersenyum menatap sang sahabat.
Sahabat yang kini merangkap menjadi Dokter pribadinya, dan di bayar sangat mahal oleh sang Nenek, karena hanya bertugas merawat Nathan saja.
"Apa tubuhnya begitu mulus," tanya Dokter itu dengan terkekeh.
"Dasar mesum. Tidak sepantasnya kamu bertanya seperti itu tentang gadisku. Tentu saja dia sangat mulus karena dia adalah milikku. Tidak ada yang boleh berpikiran kotor terhadapnya," kata Nathan sambil melempar Dokter Yuan Chuan dengan sebuah buku.
"Aw... kamu keterlaluan, buku setebal ini kamu lempar kepadaku, kamu harus tanggung jawab. Bagaimana kalau aku sampai gegar otak," Dokter itu pura-pura kesakitan dan Nathan sendiri tahu bahwa Dokter Yuan Chuan memang hanya bercanda.
"Dasar orang gila, masa di lempar buku saja langsung gegar otak. Aku akan mencoba melemparmu dengan sebuah gelas. Apa kamu sudah siap?" Nathan terkekeh karena ucapannya sendiri.
"Kamu yang gila. Apa maksudmu berniat melemparku dengan sebuah gelas, dasar tidak waras, lain kali akan aku berikan kamu obat sakit jiwa, biar kamu tidak bicara sembarangan. Ayo kita makan! Aku sudah lapar, kau harus membelikanku makanan yang enak!" kata Dokter Yuan Chuan sambil menarik tangan Nathan keluar dari ruangannya.
Lalu mereka pun berjalan menelusuri Kantor Perusahaan. Menuju ke parkiran bawah. Mereka pun ingin segera melakukan makan siang. Di sebuah Resto yang dekat dengan perusahaan. Nathan belum bisa menemui Lee Ji An. Karena Nathan masih belum siap. Tetapi Nathan sudah menyuruh orang untuk memantau Lee Ji An takutnya Lee Ji An kabur kembali.
Bersambung.
__ADS_1
Hallo kak setelah membaca jangan lupa Vote dan like ya!
Salam sayang dariku, Evangelin Harvey.