
"Siapa dia, Nak?" tanya sang ibu kepada putri kesayangannya.
"Itu Sehun Eomoeni, dia adalah teman kuliahku. Teman sekolahku juga sedari Sekolah Menengah Atas," kata Lee Ji An kepada sang ibu. Sehun sendiri baru tersadar kalau ternyata memang di ruangan itu telah banyak orang.
Dia merasa sangat malu karena sedari tadi hanya bisa tidur saja, akhirnya dia permisi untuk mencuci mukanya ke kamar mandi. Setelah itu lalu Sehun pun ikut bergabung.
"Ya Tuhan Lee, kamu sudah siuman. Aku sampai tidak tahu kapan kamu siuman?" Sehun benar-benar terkejut. Dia merasakan kebahagiaan yang teramat dalam hatinya begitu cerah dan berbinar, dia begitu bahagia karena melihat wanita yang paling dia kasihi kini sudah lolos dari masa kritisnya sudah bangun sudah tersenyum dan Lee sudah menatapnya.
"Tidak apa-apa Sehun, tadi kamu sedang tidur. Aku tidak mau mengganggu tidurmu," kata Lee Ji An menorehkan sedikit senyum kepada temannya itu.
"Lee tolong maafkan aku, perihal," Sehun ingin mengatakan perihal bayi yang meninggal itu namun dia menghentikan ucapannya.
"Perihal apa Sehun? Kenapa harus meminta maaf?" kata Lee kepada sahabatnya tersebut.
"Karena aku telah tega mengatakan bahwa bayimu meninggal," kata Sehun dengan pelan namun ucapan Sehun benar-benar membuat semua orang yang ada di ruangan itu benar-benar terkejut.
Bagaikan petir di siang bolong, semua orang telah merahasiakan kematian Putri pertama Lee Ji An. Tetapi Sehun malah mengungkit kejadian tersebut. Kedua orang tua Lee Ji An merasa kesal dia merasa benar-benar tidak senang dengan apa yang Sehun ucapkan, begitu pula dengan Lee Yong Joon dan Kim Mi So.
"Sehun Jangan ucapkan hal itu. Bayiku masih hidup dan itu semua benar, iya kan Aboeji, Eomoeni?" tanya Lee dan mempertanyakan keberadaan bayinya kepada kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Benar sekali, bayimu masih hidup sehat walaupun memang sekarang masih berada di ruangan bayi, nanti setelah kamu kuat untuk berjalan, kamu akan Ibu antar ke ruangan bayi Sayang," kata sang ibu kepada putri kesayangannya.
"Dengar Sehun, dengar apa yang Ibu katakan. Kamu salah paham. Harusnya kamu jangan dulu percaya informasi yang kamu dapatkan selain dari Dokter jadi kamu tidak akan bisa menyampaikan informasi palsu," kata Lee Ji An dengan kening yang mengerut.
"Sehun Kamu sebenarnya bicara apa terhadap bayi Lee, apa yang kamu katakan kepada adikku, kamu berbohong dengan mengatakan bahwa anaknya Lee sudah meninggal, sebaiknya kamu jaga bahasamu," kata Lee Young Joon kepada Sehun. Sehun pun mengangguk dia merasa sangat bersalah. Dia tahu semua orang sengaja untuk menyembunyikan perihal kematian bayi Lee Ji An tetapi dia malah membongkarnya begitu saja.
Sehun merasa sangat bersalah tidak berdaya dengan kesalahannya sendiri, yang cemburu kepada Nathan sehingga membuat Lee Ji An terluka karena harus mendengar kenyataan pahit bahwa buah hatinya telah meninggal.
"Maafkan aku Kak Lee Young Joon. Maafkan aku! Ini memang semua kesalahanku, aku tidak mengetahui info yang sebenarnya!" ucap Sehun dengan wajah yang penuh Sesal.
"Tidak apa-apa Sehun, tidak apa-apa, aku memaafkanmu, hanya seperti itu tenang saja," kata Lee Ji An kepada sehun.
" Tapi Kak, aku ingin," ucapan Sehun terhenti karena tiba-tiba saja Lee Young Joon menatap Sehun dengan tatapan sangat mematikan, membuat Sehun bergetar dengan seketika.
"Kalau begitu baiklah. Maafkan aku, aku harus pulang dulu ke rumah dan istirahat dulu aku sangat bersyukur kepada Tuhan. Akhirnya kamu bisa keluar dari masa kritis dan bisa kembali tersenyum seperti ini. Terima kasih banyak Tuhan. Nanti aku akan segera datang lagi ke sini ahjusi, Ahjumeoni semuanya Saya permisi dulu," kata Sehun berpamitan kepada semua orang yang berada di ruangan tersebut.
"Baiklah sampai jumpa lagi," ucap Ibunda kepada Sehun. Sehun pun segera pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Lee Young Joon masih merasakan kekesalan yang teramat dalam, ketika kini bahkan dia mengetahui Sehun telah mengatakan hal yang membuat Lee terkejut. Young Joon berpikir apa mungkin Lee mengalami shok sehingga terjadi perdarahan, sampai membuat Lee koma. Sebenarnya banyak sekali pertanyaan di dalam hatinya yang ingin dia lontarkan kepada pria tersebut, tetapi kali ini dia harus melupakan hal itu terlebih dahulu, dia harus menyambut bangunnya siang adik tercinta.
__ADS_1
Kesehatan sang adik adalah hal yang paling utama, tiada bandingnya daripada apapun. Karena itu Lee Young Joon sebaiknya membiarkan Sehun pergi, Lee Young Joon sangat kesal kalau melihat Sehun tetap ada disini. karena itu tadi Lee Young Joon mengusir Sehun dengan tatapan matanya yang mematikan.
"Siapa sebenarnya Sehun itu Lee? Apakah dia teman dekatmu, kekasih atau siapa, Nak?" tanya sang ibu kepada Putri cantiknya.
"Sehun bukan siapa-siapaku Eomoeni dia hanya teman yang membantuku disini, Lee pun tidak memiliki perasaan apapun terhadap dia," jawa Lee kepada sang Ibu.
"Benarkah, tetapi sepertinya Pria itu menyukaimu sebagai seorang pria, ibu tahu jelas tatapan seorang pria yang menyukai seorang wanita, benarkan Aboeji, kamu melihat pria itu menatap Lee dengan tatapan cinta," kata sang Ibu kepada sang suami.
"Benar Aboeji juga melihat hal yang sama dia matanya. Pria itu menyukaimu Lee, berhati-hatilah jangan memberi harapan palsu, jika memang kamu tidak menyukainya," kata Aboeji sambil menatap Putri kesayangannya.
"Ah Aboeji, Eomoeni Lee tidak menyukai Sehun, Sehun memang begitu baik kepada Lee, tetapi Lee menyukai orang lain," sangkal Lee Ji An kepada kedua orangtuanya, Lee mengatakan hal yang sebenarnya sebaik apapun Sehun kepadanya dia tetap belum bisa untuk menyukai Sehun. Yang ada dalam hatinya hanya nama Nathan seorang.
"Siapa pria yang kamu sukai? Apakah dia Ayah dari bayimu," tanya sang ibu kepada putri kesayangannya. Lee sendiri hanya bisa terdiam sambil menganggukkan wajahnya, Lee mengetahui dengan benar perasaannya dia begitu bahagia tatkala melihat Nathan. Tapi sekarang dia begitu merindukan Nathan, di baru teringat dimana Nathan sekarang? kenapa Nathan tidak menemuinya?
"Apa pria itu baik kepadamu Nak, tetapi Aboeji dengar kamu bahkan ditinggalkan selama ini. Apakah itu benar?" tanya sang Ayah pada putrinya.
"Dan Sehun yang selama ini menemanimu, Sehun kan?" kata Lee Young Joon kepada sang adik.
"Sehun--Sehun tidak menemaniku selama itu, sebenarnya Sehun datang pada saat dua minggu lalu, belum terlalu lama juga, ada satu alasan kenapa sampai saat ini aku dan dia belum bisa bersamanya, kami saling mencari tapi kami belum bisa berjumpa," kata Lee dengan matanya yang sendu.
__ADS_1
Bersambung.