Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Upacara Pemakaman


__ADS_3

"Sayang, maafkan aku tidak bisa ikut ke pemakaman, aku tidak sanggup jika harus melihat bayi itu terbujur kaku dan dikubur di dalam tanah," Kim Mi So berurai airmata tatkala pagi itu melihat sang suami sudah bersiap untuk membawa keponakannya yang kecil itu ke sebuah pemakaman elite di kota K.


"Tidak apa-apa, kamu cukup disini menemani Lee. Kasihan dia pasti sangat kesepian kalau kita semua pergi ke pemakaman, kamu tidak bisa berbicara apapun di hadapannya tentang pemakaman ini, kalau bisa cukup diam saja. Anggap saja bayi yang dilahirkan hanya satu saja. Dan bayi yang sekarang sedang dirawat aku mohon rahasiakan itu. Dan satu hal lagi jangan biarkan Sehun dan Nathan mengetahui perihal Bayi yang kedua," kata Lee Young Joon kepada sang istri, pria itu benar-benar merasa sangat sakit dan kala Kejadian ini ternyata harus dialami juga.


Kim Mi So akhirnya menganggukan kepalanya, Wanita itu meneteskan air matanya. Lalu Lee Young Joon pun mengecup kening sang istri dengan penuh kasih sayang, dan meninggalkan Kim Mi So sendirian di ruangan Intensive Care Unit untuk menjaga sang adik tercinta.


Nathan bersama dengan Dokter Yuan beserta Sehun ikut ke pemakaman tersebut. Pria itu merasakan getaran yang teramat dalam tatkala melihat buah hatinya ternyata akan segera dimakamkan. Nathan sendiri kini sudah masuk ke dalam ambulance dia memeluk buah hatinya yang kini terbujur kaku menjadi mayat yang akan segera dikebumikan.


"Putriku aku mohon paafkan Ayahmu ini, Ayah tidak bisa memeluk dan menciummu kalah kamu masih bernafas, jika memang kepergianmu adalah kesalahanku maka di kehidupan yang akan datang aku akan membalasnya dengan balasan yang begitu indah, aku berjanji jika kelak kamu bereinkarnasi menjadi anakku kembali. Aku akan memberimu kebahagiaan, mengecupmu, menciummu, dan menyayangimu dengan sepenuh hatiku, bayi kecilku, pergilah ke Surga dan cepatlah temui Tuhanmu. Mintalah padanya untuk menjadi anakku kembali, agar aku bisa membalas semua kejahatanku, dengan semua kasih sayangku untukmu," kata Nathan di dalam hatinya sambil mendekap lembut bayi yang sangat dia sayangi.


Benar sekali pria itu begitu menyayangi bayi yang kini sudah tak bernyawa itu, bayi yang telah dilahirkan Lee Ji An dengan mempertaruhkan nyawanya. Ternyata dia tidak bisa berusia panjang seperti dirinya. Dia menatap dengan pilu dan mata yang basah. Wajah bayi tersebut sangat cantik mirip dengan kekasihnya, mirip dengan ibu dari bayinya.

__ADS_1


Dia tidak menyangka bahwa dia akan memeluk seorang bayi yang sudah tidak bernafas, dia tidak menyangka putri pertamanya akan lahir dalam keadaan meninggal seperti ini. Air matanya sudah berderai sangat banyak, dia kembali memeluk bayinya dengan air mata yang terus menetes, tangisannya pun nyaring, membuat Dokter Yuan merasa iba kepada pria tersebut.


"Sudahlah Nathan, jangan tangisi lagi bayimu lagi. Biarkan dia tenang di sisi Tuhan!" Dokter Yuan menepuk punggung Nathan dan mengelus tahu sahabatnya tersebut, dia sebenarnya tidak tega melihat sahabat tercinta merasakan kesakitan yang seperti itu.


"Aku tidak bisa lagi untuk tidak bersedih, Yuan lihatlah yang kupeluk ini adalah darah dagingku.Yuan ini adalah buah cintaku bersama Lee, kini aku harus mengantarnya ke pemakaman, seharusnya anak yang mengantarkan orang tuanya ke pemakaman, bukan orang tua yang mengantarkan anaknya ke pemakaman, kamu tidak mengerti perasaanku. Aku bahkan tak sanggup berkata-kata lagi selain menangis, sebagai orang tua aku merasa sedih, harus mengantarkan bayiku untuk dikubur, sebagai orang tua aku ingin melihat bayiku tumbuh dengan sehat dan memanggilku dengan sebutan Ayah, tapi itu hanya sebuah mimpi belaka, aku benar-benar tidak bisa mewujudkan mimpiku untuk saat ini," kata pria itu dengan deraian air matanya.


Dokter Yuan menutup mulutnya tak bisa berkata-kata selain terus menepuk bahu sang sahabat. Sebenarnya dia pun sedih. Tetapi dia tahan air matanya, dia kuatkan seluruh jiwa hanya untuk menyemangati sang sahabat. Baru kali ini Dokter Yuan melihat Nathan menangis sepilu ini. Nathan benar-benar merasa bersalah karena kepergian bayi tersebut, karena kesalahannya.


"Aku tidak membayangkan betapa sakitnya Lee ketika mendengar bahwa bayinya telah tiada. Karena itulah dia langsung shok seperti kemarin, aku pun merasakan hal yang sama sebagai seorang Ayah. Aku merasa kesakitan ketika anakku dinyatakan meninggal. Yuan kamu belum menjadi seorang Ayah, jadi kamu tidak akan mengerti tentang perasaanku," ucap Nathan sekali lagi dengan berderai air mata udah itu terus menangis sambil mendekap lembut tubuh sang buah hati yang sudah dibungkus dengan kain kafan.


Di sisi lain Lee Young Joon pun ikut ke dalam ambulance tersebut, Lee Young Joon memperhatikan Nathan tersiksa karena memeluk bayi tersebut, bayi yang akan segera dimakamkan. Lee Young Joon hanya bisa menatap saja, pria itu memang sengaja menyembunyikan kehadiran bayi kedua agar Nathan tersiksa seperti itu.

__ADS_1


Lee Young Joon ingin membalaskan 9 bulan lamanya kesedihan Lee. Lee Ji An ditinggalkan oleh Nathan dan menderita sendirian, karena itulah Lee Young Joon ingin Nathan merasakan penderitaan yang sama pula yang telah dirasakan oleh sang adik.


Andai saja Nathan mengetahui bahwa dia memiliki bayi yang lain, yang bisa dipeluk dan dicium, yang bisa dia lihat tawa dan tangisnya, tapi sayangnya Nathan tidak mengetahui bahwa ada bayi yang lain bahwa ada bayi kedua yang Lee lahirkan. Perbuatan Lee Young Joon kali ini sudah sukses membuat Nathan benar-benar tersakiti.


"Sudahlah, kamu tidak usah menangis lagi. Kamu adalah seorang pria, pantang bagi pria untuk menangis kamu harus kuat. Kamu harus menguatkan Lee Ji An kamu harus menguatkan kekasihmu. Jangan menangis lagi!" kata Dokter Yuan kepada sang sahabat.


Nathan sendiri belum bisa menghentikan tangisnya, kali ini dia terus menangis karena tak sanggup untuk menahan semua gejolak kesakitan yang dia rasakan. Perih, pilu dan seolah hatinya hancur menjadi debu, bayi yang sedang dia peluk ini benar-benar telah mengoyak perasaan hatinya. Jiwanya sekolah terombang-ambing di atas sebuah perahu yang hampir karam. itu tak sanggup lagi hanya untuk diam.


Tetesan air mata masih saja dia lontarkan, jeritan kesakitan masih ada di dalam setiap helaan nafasnya. Pria tersakiti oleh Takdir Tuhan dan perbuatan seseorang yang sengaja membuat dia sakit hati. Pria itu kini merasakan kehilangan yang teramat dalam.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2