Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Rahasia itu


__ADS_3

"Nenek, apakah kita akan pulang ke rumah kita atau bagaimana, Nenek harus istirahat, kita kan baru sampai, aku akan mengatakan Nenek," kata Nathan menyarankan kepada neneknya untuk beristirahat di rumah.


"Baiklah cucuku, Nenek akan berpamitan dahulu dengan ibunya Lee Ji An," kata sang nenek.


"Nyonya Lee saya permisi dulu, saya mau beristirahat sebentar di rumah, maklum saya sudah tua, jadi tidak bisa untuk berlama-lama menunggu tuan Lee di sini," kata nenek Liao kepada nyonya Lee.


"Baiklah Nyonya Liao, silakan. Saya hanya mau minta do'anya saja, semoga suami saya lekas diberikan kesembuhan dan sehat lagi seperti sedia kala," kata nyonya Lee kepada nenek Liao. Mereka pun bersalaman, mereka berjabat tangan dan nenek Liao langsung pamit. Nyonya Liao memang merasa kelelahan, setelah perjalanan beberapa jam di pesawat dia harus mengistirahatkan tubuh rentanya di rumah.


"Lee sebaiknya kamu juga pulang, karena Ryu Jin membutuhkan ASI darimu, sudah tiga hari dia hanya minum susu botol saja," kata sang ibu menyarankan Lee untuk pulang ke rumahnya.


"Tapi, bagaimana dengan Ayah?" Wanita itu sangat lemas dan tidak mau meninggalkan ayahnya.


"Tidak apa-apa, setelah kamu menyusui kamu bisa kembali ke sini," kata sang ibu sambil menyerahkan Lee untuk ikut pulang bersama Nathan ke apartemen, karena memang sebagai seorang nenek dia pun tidak tega Ryu Jin tidak diberikan ASI oleh putrinya, karena walaupun bagaimana ASI adalah sumber kekuatan bagi seorang bayi.


Tidak ada susu yang lebih bagus selain ASI bahkan susu yang termahal sekaligus pun tidak bisa menggantikan ASI sama sekali.

__ADS_1


"Oh iya Sayang, sekalian saja aku antar kamu memang benar harus menyusui bayi kita," kata Nathan sambil menggandeng tangan Lee Ji An, lalu mereka pun pergi dari ruangan tersebut.


"Lihatlah bu, lihat Nathan dan keluarganya begitu baik dan ramah kepada kita, terlihat sikapnya, mereka begitu menyayangi Lee, apalagi yang ibu cemaskan dan apalagi yang ayah khawatirkan, Nathan akan membahagiakan Lee, pria itu akan membahagiakan si bungsu, yakin saja," kata Lee Young Joon kepada sang ibu yang kini masih terdiam dengan kebisuan yang mendera dirinya.


Dia belum bisa berkata apapun kepada Lee Young Joon, sebelum mendapatkan izin dari sang suami.


"Kenapa Ibu hanya diam saja? Lihatlah Ibu, bukankah Ibu memperhatikan sendiri sikap Nyonya Liao kepada Lee," sekali lagi Young Joon berkata kepada sang ibu.


"Nyonya Liao belum bertemu dengan ayah, apabila nyonya Liao bertemu dengan ayah dan merestui hubungan nathan dan Lee, maka pernikahan ini akan berlanjut, kami pasti akan bahagia. Tetapi jika nanti saatnya nyonya Liao bertemu dengan ayah dan ternyata beliau membatalkan pernikahan Nathan dan Lee Ji An, di saat itulah Lee akan sangat sedih dan menderita, karena itulah ibu dan ayah sekuat tenaga untuk melindungi Lee Ji An agar tidak terjatuh ke dalam cinta yang hanya akan menyakitinya, itu saja Joon," tutur sang ibu dengan air mata yang menetes.


"Rahasia apa yang kalian sembunyikan dariku? Bukankah aku sudah besar. Bahkan aku sudah menikah, sudah sepantasnya Ibu dan ayah berbagi rahasia tersebut kepadaku. Lihatlah di saat ayah sakit seperti ini, aku adalah kepala keluarga dan aku harus mengetahui semua masalah keluarga kita. Kenapa Ibu masih bersikeras untuk menyembunyikan masalah tersebut, dan membuat kami kebingungan dengan sikap kalian, aku mohon Katakan padaku! Ungkapkan semua rahasia itu agar kami khususnya aku mengerti," kata Lee Young Joon dengan tatapan mata yang penuh harap, pria itu berharap bahwa sang Ibu bisa mengatakan semua rahasianya kepada dia.


Sebagai seorang anak laki-laki yang tertua, dia ingin mengetahui semua rahasia keluarga, dia sudah dewasa, tetapi sayangnya sang ibu kini masih terdiam seolah-olah kebingungan. Apakah harus menjawab atau tidak pertanyaan putranya tersebut.


"Kalau ibu hanya berdiam diri seperti ini, Lee Ji An akan salah paham, jangankan Lee Ji An aku dan Kim Mi So pun salah paham," kata Lee Young Joon kepada sang ibu.

__ADS_1


"Begini Joon, ini adalah sebuah aib keluarga, kita di masa lalu. Zaman dahulu ketika ayahmu masih belum menikah dengan Ibu. Ayah telah diculik oleh seseorang yang menginginkan harta keluarga kami, nenek dan kakekmu di minta tebusan yang sangat mahal yang sangat banyak bahkan tidak tanggung-tanggung mereka menginginkan Perusahaan kita, tentu saja ayah dan ibu merasa takut, ternyata ayahmu telah diculik ke negeri Cina, diculik disana bahkan saat itulah kami berjumpa, saat pertama kali ibu berjumpa dengan ayahmu, bahkan saat itu mereka mencoba untuk membuka seluruh pakaian ibu nak, mereka menyuruh ibu untuk memuaskan mereka, tetapi saat itu ayahmu mencoba untuk menolong Ibu. Ayahmu berhasil membuat mereka kalah," tutur nyonya Lee dengan tetesan air matanya.


"Ibu ...." Lee Young joon tak bisa berkata-kata.


"Setelah itu kami hendak melarikan diri, tapi sayangnya anggota penculik lain datang dan memberikan kami banyak minuman keras. Ayah meminum beberapa botol minuman keras dengan paksaan, begitu pula dengan Ibu, saat itu kami minum sampai mabuk, begitu pula dengan penculik itu bahkan penculik itu dengan senang hati membuat video ketika kami mulai mabuk, dan mengirimkan video itu kepada orangtua kami. Ayahmu berpura-pura tertidur, ketika mereka pun mulai mabuk. Ayahmu mencoba bangun dan berusaha membawa Ibu kabur, pada akhirnya Tuhan telah mengijinkan kami untuk bisa lari dari cengkraman para penculik tersebut, tetapi di perjalanan karena ayahmu mengemudi dengan sangat kencang dan dalam keadaan mabuk, akhirnya ayahmu menabrak sebuah mobil sehingga mobil tersebut terseret masuk ke dalam jurang."


"Apa ibu?" Lee Young Joon terkejut benar-benar tak bisa berkata-kata, ceritanya begitu tragis, dan itu membuat hati Joon benar-benar terasa sakit.


"Sepasang suami istri itu meninggal seketika, mobilnya masuk jurang dan hancur, saat itu orang yang telah kami tabrak adalah kedua orangtua dari Nathan. Putra tunggal dari keluarga Liao," kata sang ibu dengan tetesan air matanya.


"Apa?" pria Itu seolah tidak percaya, dengan apa yang dikatakan oleh sang ibu, bahwa ada kejadian tragis itu yang berhubungan dengan kedua orangtuanya.


Tetapi kini Tuhan mempertemukan Lee Ji An dan Nathan dalam sebuah perasaan cinta, Lee Young Joon tidak mengerti apa yang akan terjadi selanjutnya, jika sampai mereka tahu bahwa ayahnya adalah penyebab dari kecelakaan yang menewaskan kedua orangtua Nathan.


Semuanya terdiam, ibu kini masih menitikan air matanya, dia merasa lega bisa menceritakan semua beban dalam hatinya, kepada putra kesayangannya. Walaupun memang itu sempat membuat Lee Young Joon terkejut dan tidak berkata apapun.

__ADS_1


🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄


__ADS_2