Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Ketenangan


__ADS_3

"Sayang jangan pernah berbohong lagi kepadaku. Apapun yang terjadi denganmu aku akan menerimamu apa adanya, dan sebaliknya kamu pun harus menerima aku apa adanya," tutor Kim Mi So dengan senyuman yang manis, Lee Young Joon pun tersenyum lalu memeluk sang istri dengan begitu erat.


Pria itu begitu bahagia, Kim Mi Sa mau menerima dia apa adanya. Walaupun dia tidak tahu darah siapa yang mengalir ditubuhnya, bukan seorang darah biru atau darah konglomerat, seperti yang ada di dalam daerah Lee Ji An.


"Terima kasih banyak, Sayang. Aku tidak menyangka bahwa menikah denganmu adalah sebuah hal yang paling berharga untukku. Aku beruntung bisa memilikimu disisiku. Kamu adalah istriku yang sangat baik. Istriku yang paling aku cinta, sekali lagi terima kasih, Sayang," kata Lee Young Joon kepada Kim Mi So.


Mereka pun tersenyum, sebuah ketenangan telah menyapa hubungan mereka berdua, sekarang tidak ada lagi rahasia diantara Lee Young Joon dan Kim Mi So, semuanya teramat begitu indah, karena diwarnai dengan sebuah kejujuran tanpa adanya kebohongan, dunia akan lebih lapang dan lebih tenang.


Hubungan mereka berdua pun benar-benar terikat sekuat tali kawat, tidak akan ada badai yang bisa melepaskan ikatan tersebut, untuk saat ini. Tetapi untuk kedepannya entahlah. Bukan cuma Kim Mi So dan Lee Young Joon yang merasakan sebuah ketenangan, tetapi Nathan dan Lee Ji An pun merasakan sebuah ketenangan yang sama pula.


Nathan yang kini malah tertidur di atas paha sang kekasih. Dia melupakan makan malam sang Nenek, dan malah bersenda gurau bersama Lee Ji An. Mereka begitu senang apalagi kini ternyata baby Ryu Jin sudah terbangun kembali. Nathan kembali bermain dengan buah hatinya yang tercinta.


Ternyata pria itu seolah tiada bosan untuk memeluk buah hatinya, kebahagiaan yang dia rasakan saat ini semoga saja bisa dia rasakan seumur hidupnya. Sebuah ketenangan di dalam hatinya benar-benar membuat hidupnya terasa begitu sempurna dan lengkap.


"Sayang apakah kita akan berbelanja baju buat bayi kita," kata Lee Young Joon dengan senyuman manisnya.


"Sudah banyak sekali Ryu Jin memiliki pakaian, karena kak Kim Mi So dan ibu sudah membelikan sangat banyak," ungkap Lee Ji An kepada sang kekasih.


"Tapi aku lihat ada sebuah toko pakaian bayi di seberang Apartemen ini, tidak kah kita mencoba ke sana sekedar untuk melihat-lihat," ajak Nathan kepada Lee Ji An.

__ADS_1


"Ya ampun, Sayang. Apa benar kamu ingin berbelanja, kalau begitu debentar aku akan mempersiapkan dulu baby Ryu," kata Lee Ji An sambil mencoba bangkit dan menggantikan popok dan pakaian sang pada buah hati. Nathan merasa sangat senang karena untuk pertama kalinya dia akan berbelanja keperluan buah hati mereka. Dia merasa tenang dan damai, menjadi seorang ayah ternyata begitu menyenangkan.


Beberapa saat kemudian mereka pun bersiap dan hendak pergi ke toko pakaian baju yang berada di seberang apartemen di Lee. Tetapi baru saja mereka hendak masuk ke dalam toko baju tersebut, tiba-tiba saja sang Ibu menelepon Lee Ji An dan mengatakan bahwa ayahnya sudah bangun dan ingin segera bertemu dengan Lee Ji An.


"Sayang bagaimana ini, ayah sudah bangun dan dia ingin segera bertemu denganku, kita harus segera ke Rumah Sakit untuk menemui ayah," kata Lee Ji An kepada sang kekasih.


"Tentu saja ayah lebih utama ayah. Lain kali saja kita berbelanja, kita harus segera ke Rumah Sakit secepatnya tapi tunggu. Apakah kita bisa membawa bayi ke rumah sakit?" tanya Nathan kepada sang kekasih hati.


"Sepertinya bayi sekecil ini tidak bisa dibawa ke Rumah Sakit, karena sangat rentan terkena penyakit, jadi kita harus bagaimana?" tanya Lee Ji An kepada Nathan.


"Tunggu bukankah kamu masih punya sepupu. Telepon lah dia untuk merawat bayi kita, cuma sebentar saja kan, dari pada kita membawa bayi kita ke Rumah Sakit, dan akan menjadi sebuah masalah untuk bayi kita kalah Jangan sampai Ryu Jin sakit," ungkap Nathan dengan kecemasannya.


Mereka akhirnya menunggu Kim Nana di dalam mobil, karena Kim Nana mengatakan dia akan segera datang bersama Dokter Haikal dan benar saja, selang 15 menit kemudian Kim Nana datang bersama Dokter Haikal dan membawa Ryu Jin untuk pergi ke rumah Dokter Haikal.


Lee Ji An dan Nathan merasa tenang, akhirnya mereka langsung pergi ke Rumah Sakit untuk menemui sang Ayah disana. Sepanjang dalam perjalanan Lee Ji An terlihat gelisah, dia takut menerima kemarahan dari sang ayah, karena ayahnya pasti akan marah karena dia pergi ke Cina tanpa izin dari sang ayah.


"Sayang kenapa sepertinya kamu terlihat cemas seperti itu?" kata Nathan bertanya kepada Lee Ji An.


"Aku takut dengan kemarahan ayah." Lee menundukkan wajahnyanya.

__ADS_1


"Aku yakin ayah tidak akan marah kepada kita. Sayang kalau memang ayah akan marah. Biar aku saja yang menerima kemarahan dari ayah, karena atas saranku, kita berangkat ke Cina, ada aku yang selalu mendampingimu, aku tidak akan membiarkanmu sendirian dan terluka." Nathan langsung memeluk sang kekasih di perjalanan mereka hanya bisa saling bertatapan mata.


Supir sebenarnya sudah melihat dari arah sepion mobil. Betapa cocoknya Lee dan Nathan. Sampai sopir tersebut merasa takjub ketika Nathan berusaha menenangkan Lee Ji An.


"Sayang aku berharap ayah merestui hubungan kita. Apakah kita harus secepatnya memberitahu nenek agar nenek bertemu ayah," Lee bertanya dengan kegugupannya.


"Sebaiknya tunggu ayah pulang ke rumah, baru aku dan nenek akan datang melamarmu," kata Nathan dengan senyumannya.


"Baiklah jika memang itu yang kamu rencanakan. Aku hanya bisa menurut saja," kata Lee Ji An sambil menyandarkan kepalanya di bahu Nathan. Wanita itu memejamkan mata, merasakan pelukan sang kekasih yang membuatnya begitu tenang, ketenangan yang dirasakan saat ini benar-benar membuat jiwanya serasa terbang, dan berjalan-jalan melihat aroma surga yang indah.


Mereka berdua merasa tenang jika bersama seperti itu, walaupun entah apa yang akan terjadi di rumah sakit.


"Jika ayah marah padamu, maka kamu tidak usah takut ya. Ada aku di sampingmu," ucap Nathan membuat Lee tersenyum, wanita itu begitu bahagia karena ada Nathan di sampingnya.


"Sepertinya ayah bukan cuma akan marah kepadaku, tetapi marah kepadamu juga, maafkan ayahku jika nanti berkata kasar kepadamu ya." pinta Lee Ji An kepada Nathan.


"Tenang saja Sayang. Aku sudah mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari," Nathan tersenyum dengan manis sambil mengelus lembut kening sang kekasih hati.


🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄

__ADS_1


__ADS_2