Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Pelukan Suami Istri


__ADS_3

"Kamu masih Sayang kan sama aku Lee, aku ini suamimu selama tiga hari ini, jadi jangan sedih seperti itu," kata Nathan sambil membelai lembut sang istri dengan penuh kasih sayang.


"Walaupun aku memang mencintaimu, tapi aku tidak akan bisa memilikimu, aku tidak bisa melukai Sehun begitu saja, ini sudah menyangkut keluarga, jadi aku tidak mau melukai ibunya Sehun," kata Lee Ji An kepada Nathan sambil menundukkan wajahnya, tiba-tiba saja Nathan langsung menggendongnya Lee Ji An menuju ke kamarnya.


"Apa ini maksudnya, kenapa kamu membawaku ke kamar?" ucap Lee Ji An dengan terkejut. Wanita itu sungguh berdebar dan tubuhnya terasa melayang digendong oleh pria kekar yang kini sedang berjalan menuju ke dalam kamar.


"Kita tidur Sayang," ungkap Nathan menorehkan senyum yang manis lalu sesampainya di kamar pria itu pun merebahkan tubuh sang istri dengan perlahan.


"Nathan," ungkap Lee dengan mata yang sendu.


"Sayang, istriku yang cantik, ayo kita tidur, kita akan menikmati tiga hari keberangsamaan kita," ungkap Nathan sambil merebahkan tubuhnya dan memeluk sang istri dengan begitu mesra.


"Bahkan aku belum menyetujui hal itu, kenapa kamu main ambil keputusan saja," Lee Ji An bertanya kepada Nathan, sambil menatap Nathan dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ini rumahku, seorang yang sudah masuk ke dalamnya tidak akan bisa keluar begitu saja, jadi nikmatilah menjadi istriku selama 3 hari," ungkap Nathan dengan menorehkan senyuman manisnya. Pria itu lalu memeluk Lee dengan erat dan memejamkan matanya.


Sebenarnya jantung Nathan berdetak begitu kencang, tatkala dia memeluk tubuh kekasihnya yang cantik, dia menahan beberapa gelora pria yang dirasakan. Tetapi dia tidak boleh sampai kebablasan, dia tidak mau melakukan hal itu tanpa seijin Lee Ji An.


Sebagai seorang pria sebenarnya dia sangat tidak sabar ingin melakukan hal lebih kepada wanita yang sedang dia dekap saat ini, tetapi dia harus bisa menjaga diri, tidak mau sampai harus melukai sang kekasih lagi.

__ADS_1


Jadi Nathan saya bisa diam menahan semua aura itu, dan berusaha untuk tertidur dalam pelukan sang istri. Lee Ji An kini terdiam. Sebenarnya tidak dipungkiri dia merasa sangat senang tatkala Nathan memeluk tubuhnya seperti itu, dia begitu bahagia. Tetapi kebahagiaan ini adalah sebuah kebahagiaan yang semu untuknya, tidak bisa dia gapai karena itu Lee sendiri hanya bisa mencoba untuk menahan degupan jantungnya dan mencoba untuk tertidur di dalam pelukan sang suami.


Mereka berdua memutuskan untuk tidur dan tidak melakukan kegiatan apapun. Sampai akhirnya mereka hanya bisa berpura-pura tidur saja, semalaman kedua orang itu tidak bisa tidur, tetapi mereka pandai berakting, mereka berdua berpura-pura terlelap.


Sampai pagi pun tiba, Lee Ji An melepaskan pelukan Nathan dengan perlahan, dan bangun. Ia mencoba untuk menyiapkan beberapa sarapan untuk suami dan putranya, setelah itu dia langsung masuk ke dalam kamar putranya dan membangunkan baby Ryu Jin.


"Anak Ibu jam segini belum bangun. Ayo bangun Ibu sudah menyiapkan sarapan," ungkap Lee Ji An kepada baby Ryu Jin.


"Ibu Ryu masih mengantuk," rengek anak itu begitu manja kepada sang ibu.


"Ryu lupa ya kita sedang ada di mana? Kita sedang ada di rumah Ayah, apa tidak kangen kepada Ayah?" tanya Lee Ji An kepada putranya.


Dengan semangat Ryu Jin terbangun dan menuju ke kamar mandi, saat hendak memandikan Ryu Jin tiba-tiba saja Nathan datang.


"Ryu ayo kita mandi bersama ayah, Ryu mau mandi bersama bukan?" tanya Nathan dengan senyuman manisnya.


"Iya mau-mau, Ryu mau mandi bersama dengan ayah," anak itu begitu kegirangan, dia tidak percaya bahwa dia sekarang bisa mandi bersama ayahnya, karena selama ini Ryu jarang sekali mandi bersama Lee Young Joon. Karena dia mungkin begitu sibuk dan memang tidak pernah Lee Young Joon juga menawarkan Ryu Jin untuk mandi bersamanya.


"Baiklah kalian berdua mandi ya, Ibu mau menyiapkan jus dulu untuk Ayah," ungkap Lee Ji An kepada Ryu Jin.

__ADS_1


"Kenapa cuma Ayah? Aku mau jus yang dibuat ibu." Anak itu mulai merengek kembali ketika namanya tidak disebutkan.


"Ryu mau jus apa, karena Ibu mau membuatkan jus jeruk buat Ayah, bukan kah Ryu tidak suka jus jeruk," kata Lee Ji An kepada buah hatinya.


"Mau jus seperti Ayah, Ryu suka jeruk tetapi karena ini sama ini Ibu tidak pernah membuat jus jeruk, Ibu sibuk bekerja dan yang membuat jus jeruk adalah ibu Mi So," ungkap Ryu Jin dengan mata yang berkaca-kaca.


"Benarkah semenjak kapan Ryu suka jus jeruk? Selama ini Ibu pikir Ryu tidak suka jus jeruk." Lee Ji An mengerutkan dahinya.


"Karena Ibu tidak suka aku menyebut-nyebut soal jus jeruk, jadi dia meminta jus jeruk kepada Ibu Mi So," kata Ryu Jin kepada buah hatinya.


"Kenapa kamu sangat tidak tahu, bawa anak kita suka jus jeruk, sama dengan apa yang aku sukai," tanya Nathan kepada sang istri, merasa heran dengan sikap istrinya.


"Aku hanya tidak suka jika mengingat sesuatu yang berhubungan denganmu, baik itu makanan atau benda, karena dulu aku sangat membencimu. Aku pikir kamu adalah pria yang paling jahat yang aku temui dan pertemuan kita adalah sebuah kesalahan. Karena itulah aku selalu marah jika ada orang yang mengungkit sesuatu hal yang kamu sukai," ungkap Lee Ji An sambil menatap Nathan dengan rasa bersalahnya.


"Sayang kamu pasti sangat tersakiti selama 5 tahun ini, merasa benci kepadaku dan rasakan sebuah rasa sakit hati, tapi semuanya adalah kesalah pahaman, sekarang kita sudah memulai kehidupan baru kita kan," ungkap Nathan dengan senyumannya.


"Iya aku sudah tahu bahwa kamu ternyata bukan orang sejahat itu, ya sudah Ryu dan Ayah mandi, lalu Ibu buat jus jeruk ya," kata Lee Ji An main sambil pergi meninggalkan kamar Ryu Jin.


Lee Ji An langsung membuatkan jus jeruk untuk kedua orang yang sangat ia sayangi, setelah itu dia menyiapkan makanan di meja makan, sedangkan Nathan dan Ryu Jin belum selesai mandi, dan mereka bahkan berteriak-teriak karena senang. Apa yang dilakukan oleh Nathan kepada buah hatinya? karena teriakan Ryu Jin dan Nathan sampai terdengar ke ruang bawah.

__ADS_1


"Ya Tuhan anakku tertawa dengan selepas itu, aku baru bisa melihat dan mendengar bahwa ternyata Ryu Jin begitu senang bisa bersama dengan Nathan. Aku harap 3 hari kebersamaan ini akan menyisakan kenangan yang indah untuk kami, seperti halnya Nathan aku pun akan menyimpan kenangan indah ini sampai aku mati. Maafkan aku karena hanya 3 hari ini aku bisa bersamamu, karena setelah ini aku harus bangun dari mimpi dan kembali pada kenyataan bahwa aku akan segera menikah dengan Sehun," ungkap Lee Ji An di dasar hatinya, wanita itu terlihat begitu sendu dan wajahnya pun terlihat sayup.


__ADS_2