
Setelah persiapan selesai, akhirnya Lee Young Joon menyarankan untuk adiknya untuk segera beristirahat karena besok subuh adiknya harus segera berangkat keluar rumah, sebelum orangtua mereka bangun.
"Yang penting kamu hati-hati ya, kamu harus selalu memberi kabar kepada Oppa setiap harinya. Jangan membuat Oppa cemas," ungkap Lee Young Joon kepada sang adik, adik pun tersenyum manis, dia begitu senang karena sang kakak begitu memperhatikannya dan menyayanginya.
"Terima kasih banyak Oppa aku akan selalu menjaga diri baik-baik," kata Lee Ji An kepada sang Kakak, Young Joon pun tersenyum dengan manis.
"Semuanya sudah siap kan?" Sekali lagi sang kakak memastikan kepada adiknya.
"Iya semuanya sudah siap. Nanti sekitar jam 4 subuh aku akan segera berangkat sebelum Ayah dan Ibu bangun," kata Lee Ji An dengan suara yang pelan.
"Katakan pada Nathan dan teleponlah terlebih dahulu, katakan bahwa kamu minta dijemput sekitar jam 4 pagi, agar tidak menunggu lama lagi," kata Lee Young joon kepada adiknya.
"Baik Oppa aku akan segera menelepon, Lew berterima kasih atas semua kebaikan Oppa padaku, aku hanya ingin menitipkan Ryu Jin selama satu minggu, setelah itu aku akan pulang kembali ke sini," Lee Ji An tersenyum manis kepada kakak kesayangannya, Lee Young Joon dia harus menerima konsekuensi dari kedua orangtuanya, tetapi sang adik sangatlah penting, senyumnya dan kebahagiaannya tidak ada bandingannya dengan apapun.
"Ya sudah kalau begitu Oppa keluar dulu ya, Oppa harap kamu kamu jaga diri baik-baik!"
__ADS_1
"Terima kasih Oppa, Lee akan memberi kabar secepatnya, jika kita sudah sampai di Tiongkok, jangan khawatir ya," Wanita itu tersenyum kepada sang kakak dan kakaknya pun membalas senyum sang adik. Young Joon lalu segera keluar dari kamar sang adik.
Young Joon masuk ke dalam kamarnya, ia melihat istrinya sudah tertidur lelap. Dia pun lalu menelusup ke dalam selimut dan memeluk sang istri, ia pun mencoba untuk memejamkan matanya juga. Sebenarnya pikirannya tidak karuan ketika adiknya akan berangkat ke Cina, dia tahu perbuatan ini telah melanggar aturan keluarga, tapi apalah dayanya, dia tidak ingin melihat adiknya terluka, setidaknya ia akan membuktikan pada saat adik bahwa dia selalu mendukung adiknya.
Kasih sayangnya terhadap Lee Ji An sangat besar, karena itu dia tidak mau sedikitpun adiknya terluka, Joon melihat senyum bahagia di wajah sang adik, dan itu membuat ia sangat senang.
"Semoga saja pilihanku ini adalah benar, aku hanya ingin membuat adiknya bahagia, tidak lebih. Bukan bermaksud untuk menentang aturan keluarga, aku hanya ingin menjadi kakak yang membahagiakan adiknya, aku tidak sanggup Jika dia itu terluka walaupun cuma sesaat, karena itu aku melihat wajah bahagia Lee ketika dia aku izinkan untuk pergi ke Cina. Semoga semuanya akan berjalan lancar, dan baik-baik saja. Semoga tidak menjadi kendala untuk Aboeji dan Eomoeni-nya," kata Lee Young Joon dalam hatinya.
Pria itu memang memejamkan mata, tetapi pikirannya masih saja berjalan-jalan ke mana-mana. Memikirkan adik kesayangannya yang besok subuh bahkan akan segera berangkat ke Cina. Di sisi lain Lee sendiri sekarang sudah tidak bisa tidur dia langsung menelpon Nathan saat itu juga.
Di dalam sebuah panggilan telepon.
"Sayang aku memberitahukan kabar yang baik. Besok subuh kita kan jadi berangkat dan kamu harus menjemput aku jam 4 subuh di depan apartemenku, karena aku membawa covernya sangat besar," ucap Lee Ji An memberitahukan informasinya kepada Nathan.
"Kamu sudah bulat, akan pergi denganku sayang, kamu tidak takut Ayah dan Ibumu akan memarahimu karena mereka pasti akan sangat murka kepada kita berdua terutama kepadaku," kata Nathan dengan jelas.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, aku memiliki dukungan penuh dari kakakku, dia mengijinkan aku untuk berangkat, barusan dia membantu aku mengepak barang-barangku, dia mengatakan aku harus berangkat subuh agar tidak keduluan bangun oleh kedua orangtuaku, karena itu aku meneleponmu sekarang agar besok subuh kamu segera menjemputku," ungkap Lee Ji An kepada Nathan.
Jelas aja Nathan merasa sangat bahagia mendengar ucapan dari calon istrinya. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kekasih hati dan membawanya pulang ke Negeri asalnya. Dia pun sudah tidak sabar ingin meminang sang kekasih hatinya.
"Sayang ini sudah jam 12 malam, dan 4 jam lagi aku harus menjemputmu. Aku tidak akan bisa tidur selama 4 jam lagi ya, bagaimana kalau aku menjemputmu sekarang saja," kata Nathan mencoba membujuk Lee Ji An untuk menjemputnya sekarang.
"Tapi ini sudah larut malam, Sayang. Satpam apartemen akan mencurigaimu jika ingin berkunjung tengah malam seperti ini," kata Lee dengan senyum manisnya.
"Aku sudah tidak sabar ingin berjumpa denganmu, setidaknya ada waktu 4 jam lebih untuk kita bersama. Aku merindukanmu, aku ingin memelukmu, Sayang," kata Nathan mencurahkan semua isi hatinya kepada sang kekasih, dia hanya ingin berduaan saja, dia hanya ingin memeluk sang kekasih tidak lebih, karena dia merasakan kerinduannya teramat dalam, hari demi hari rasa cintanya pun teramat besar untuk Lee Ji An.
"Sayang sebentar, ini bahkan bukan di Korea atau Cina, ini Indonesia. Jika kita berkunjung tengah malam seperti ini maka kamu akan dituduh sebagai orang jahat atau maling, tetapi jika kamu berkunjung jam 3 atau jam 4 orang-orang sudah terbangun dan tidak akan dikira maling, orang sini kebanyakan sudah bangun. Orang Indonesia sudah bangun dan beraktivitas untuk melakukan bisnis pada jam 3 subuh, mereka akan pergi ke pasar dan sebagainya," Lee mencoba membujuk Nathan dan Nathan mengerti bahwa tidak sebaiknya tengah malam dia berkunjung ke rumah Lee Ji An.
"Tetapi aku sudah sangat tidak sabar ingin berjumpa denganmu, aku tidak mau tahu, aku akan berangkat sekarang juga," Nathan bersikeras ingin segera menjemput sang kekasih hati, kini dia hanya bisa menghela nafasnya, dia takut terjadi sesuatu kepada sang kekasih.
"Ternyata Nathan Liao sudah sangat tidak sabaran. Baiklah kalau begitu, jika kamu sudah sampai di pintu apartemenku, maka cepat telepon aku. Jangan menekan bel, maka aku akan segera keluar," kata Lee Ji An dengan senyum manisnya, menempat lampu hijau dari sang kekasih. Nathan begitu bersemangat dan lanjut bersiap menuju ke apartemennya Lee Ji An diantar oleh supirnya.
__ADS_1
Sampai saat ini Nathan belum bisa mengemudikan kendaraannya sendiri, setelah kecelakaan. Karena kepalanya suka pusing mendadak, jadi dia tidak bisa mengemudi, takutnya pada saat dia mengemudi, kepalanya akan terasa sakit kembali. Kini dia di perjalanan menuju ke arah apartemen Lee Ji An. Dia itu sudah sangat tidak sabar dan tidak karuan ingin segera membawa kekasihnya berangkat ke Cina.
🎀🎀🎀