Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Lirih kesakitan


__ADS_3

"Cucuku Nathan, aku menyayangimu, Nak," kata nenek Liao dengan tangisan yang begitu melirih, membuat Nathan tak kuasa untuk tidak menangis.


"Apa sebenarnya yang terjadi, kenapa Nenek berubah seperti ini, menyembunyikan sebuah rahasia kepadaku, katakan yang sebenarnya Nenek!" Nathan berusaha untuk merayu sang Nenek. Agar beliau bisa menceritakan semua keluh kesahnya.


"Cucuku. Tahukah kamu bahwa aku begitu menyayangi kedua orangtuamu, Zack da. Yuen adalah anak dan menantuku yang paling aku sayangi, satu-satunya pasangan yang menjadi keluargaku, mereka meninggalkanmu sendirian bersama denganku, cucuku Nathan, mama dan papamu waktu itu mau merayakan hari ulang tahunku yang ke 4, mereka sudah membelikan sebuah sebagai kado istimewa untukmu, Nak. Bahkan kado tersebut sudah berada di kamarmu selama beberapa hari. Namun mereka sembunyikan dalam lemari, tetapi untuk memberikan kado tersebut mereka berencana ingin membuat sebuah kejutan untukmu, dengan segera ibumu yuen meminta ayahmu Zack untuk menjemputnya di sebuah butik, tempat di mana mereka akan membelikan baju untukmu, di dalam perjalanan tiba-tiba saja mobil mereka terhenti karena sesuatu hal yang tidak mereka mengerti, pesta ulang tahunmu seperti saat ini, sedang berlangsung di rumah dan Nenek sudah menyiapkan semuanya, kamu masih ingat waktu itu adalah hari ulang tahunmu, bahkan teman-temanmu sudah berdatangan untuk memberikan selamat dan membawa kado untukmu, sedangkan ayah ibumu masih di perjalanan, mereka sempat menelepon padaku bahwa mobil yang mereka kendarai tiba-tiba tidak menyala, entah karena apa, pada saat Yuen ibumu sedang menelepon Nenek, tiba-tiba saja ibumu berteriak terdengar sebuah suara yang begitu besar, itu suara ledakan atau suara guncangan dan membuat Nenek benar-benar merasakan ketakutan. Beruntunglah saat itu Nenek mengetahui tempat kejadian, karena ibumu saat itu sudah memberitahukan di mana posisinya, Nenek meninggalkanmu bersama teman-temanmu, serta beberapa pengasuh menuju ke tempat di mana terakhir ibu dan ayahmu berhenti, dan saat itu ternyata setelah Nenek sampai, di sana sudah banyak orang berkerumun, untuk melihat keadaan mobil yang ayah dan ibumu kendarai, mobil itu masuk ke jurang, mobil itu telah hancur dan jatuh, kedua orangtuamu pun tidak terselamatkan. Tahukah kamu bagaimana hati Nenek saat itu, hancur lebur dan Nenek tidak mau hidup lagi, anak Nenek satu-satunya juga menantu kesayangan Nenek, dan Nenek tidak memiliki keluarga lain selain mereka, tetapi bahkan kini mereka sudah tak ada dan membuat Nenek merasa sangat hampa dan hidup percuma, Nenek saat itu semakin tersiksa, orangtua mana yang ikhlas dan tega melihat putra dan menantu kesayangannya meregang nyawa karena masuk ke dalam jurang. Nenek bertanya kepada Polisi yang ada disana, apa sebenarnya yang terjadi, bahkan tadi kami sedang melakukan panggilan telepon, ternyata Polisi menjelaskan bahwa ada 1 unit mobil telah menabrak dari belakang dan membuat mobil kedua orangtuamu jatuh ke jurang. Nenek bertanya kembali mana mobil itu? Dan mana orang yang telah menabrak anak-anakku, Polisi itu menunjuk ke arah mobil yang ada di belakang. Tanpa berkata apa pun nenek berlari dengan kemarahan yang menumpuk dalam pikiran, Nenek melihat ke dalam mobil tersebut ternyata mobil itu sudah kosong, tidak ada orang di sana, seseorang mengatakan kepada Nenek bahwa orang tersebut sedang dalam pengaruh alkohol bahkan sedang mabuk berat, Nenek benar-benar merasa sangat hancur, ketika mendengar seorang pria mabuk telah menewaskan putra dan menantu kesayangan Nenek, Nenek berteriak dan mencari serta mempertanyakan dimana orang tersebut. Lalu seseorang menjawab dan membawa Nenek ke sebuah ambulance ternyata di dalam ambulance itu ada pria yang telah merenggut nyawa kedua orangtuamu. Pria itu terkulai lemas memejamkan mata dengan tubuh sangat bau alkohol, tampak jelas bahwa pria itu memang hilang kesadaran karena mabuk, satu pasangannya telah dilarikan ke rumah sakit, dikabarkan cedera, sedangkan dia sendiri hendak segera dibawa ke sana juga. 25 tahun dari kejadian tersebut Nenek masih mengingat orang itu. Wajahnya masih terlihat dalam pikiran Nenek, wajah itu tersimpan di mata Nenek, dan nama itu masih Nenek ingat, pria berkebangsaan Korea telah merenggut kedua anakku, membuat semua dunia Nenek seorang rubuh, Nenek sungguh tidak tahan rasanya ingin membunuh orang itu dan ikut mati bersama kedua orangtuamu, tetapi Nenek ingat harus membesarkanmu, karena itulah Nenek berusaha untuk bangkit mencoba untuk hidup dengan hati yang hancur, berusaha untuk melupakan masa lalu, mengubur dalam-dalam demi dirimu Nathan, Nenek mencoba mengikhlaskan kepergian kedua orangtuamu dan berusaha untuk menuntut orang tersebut, sayangnya orang tersebut bahkan tidak berhasil di penjara. Karena orang itu mengatakan bahwa dia sendiri adalah korban penculikan, Nenek tidak percaya semua itu, tidak mempercayai semua kata-kata yang diucapkan oleh pembunuh itu, tetapi semuanya yang nenek lakukan sia-sia, seberapa kuat Nenek melawan orang itu ternyata Nenek kalah, karena alibinya terlalu kuat.Hati Nenek hancur sehancur-hancurnya ketika orang itu bebas begitu saja. Dari sana Nenek mencoba untuk mengobati diri dari luka hati yang terasa. Sebenarnya teramat sangat sakit, tapi Nenek berusaha tegar untuk dirimu, Nak. Karena kamu adalah segalanya untuk Nenek setelah kepergian kedua orangtuamu," tutur nenek Liao mengantarkan isi hatinya dengan tangisan yang melirih.

__ADS_1


Wanita paruh baya itu menangis sejadi-jadinya, menceritakan masa lalu yang begitu kelam untuknya. Bukan cuma dia yang menangis, tetapi bahkan Agatha serta orang yang ada di ruangan tersebut ikut menangis mendengar cerita dari sang nenek.


"Sudahlah lupakan saja masa lalu, tidak boleh mengungkitnya terlalu dalam, tidak baik untuk kesehatan Nenek, kenapa Nenek sekarang jadi memikirkan hal yang sudah lalu?" kata Nathan dengan kegelisahan yang dia rasakan.


"Nenek ingin melupakan semuanya. Bahkan Nenek sudah mengubur dalam-dalam semua kesakitan yang telah lalu. Tetapi semua itu kini muncul kembali, Nak. Menjelma dengan begitu nyata," lirih sang nenek dengan tangisannya.

__ADS_1


"Nathan, pria yang sudah membunuh kedua orangtuamu, bernama Lee han Joon," kata sang nenek sambil menatap cucu kesayangannya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Apa, Lee Han Joon?" Nathan tak percaya dengan apa yang dia dengar. Bukankah itu adalah nama dari ayah Lee Ji An.


"Nama orang itu Lee Han Joon, wajahnya masih disimpan di mata Nenek dengan sangat jelas, walau sudah 25 tahun berlalu," kata sang nenek dengan tatapan yang begitu sendu.

__ADS_1


"Itu tidak mungkin kan nenek. Nenek bohong kan, tidak mungkin calon ayah mertuaku adalah pembunuh kedua orangtuaku?" Nathan mencoba mengelak dari kenyataan, dia merasa begitu terguncang, hatinya tiba-tiba saja seolah hancur, tidak kuasa untuk tidak menangis, pria itu menangis sejadi-jadinya, dia tidak tahu harus melakukan hal, apa selain menitikkan air matanya.


🎄B🎄e🎄r🎄s🎄a🎄m🎄b🎄u🎄n🎄g


__ADS_2