
Setelah Nathan pulang akhirnya keluarga kembali berseru, bercerita dan tertawa. Tetapi ayah Lee masih terlihat lemas dan tidak berdaya, pikirannya masih kacau kemana-mana. Walaupun dia sudah mendengar pengakuan dari Nathan dan Nathan pun juga sudah berjanji dihadapan seluruh keluarga, tetapi tetap saja ayah takut Nathan mengingkari janjinya.
Pasalnya, nyonya Liao belum bertemu langsung dengan dirinya, karena itu rasa was-was masih terasa sangat mencekam.
"Ayah, apa Ayah mau minum ini? Biar aku tuangkan?" ungkapan Lee kepada sang ayah. Wanita itu menawarkan sang ayah sebuah minuman jeruk dan itu terlihat begitu segar.
"Tidak perlu, Nak. Buatmu saja, Ayah sudah banyak makan dan minum, perut Ayah sudah penuh sepertinya Ayah tidak bisa memasukkan apapun lagi ke dalam perut. Terima kasih banyak atas tawarannya" 'kata sang ayah sambil menatap puterinya dengan mata yang sendu.
"Kenapa Ayah terlihat begitu kebingungan, sepertinya Ayah memendam sesuatu yang tidak Ayah ungkapan kepada kami," ungkap Lee Ji An kepada sang ayah, pasalnya tuan Lee terlihat begitu cemas. Padahal tadi sikapnya tidak seperti itu.
"Ayah dan Nenek Nathan belum bertemu, nanti pada saatnya ayah dan nyonya Liao bertemu, entah apa yang akan terjadi dan itu yang membuat Ayah merasa sangat cemas," kata sang ayah dengan suara yang pelan.
"Memangnya ada masalah apa antara Ayah dan nenek Liao?" tanya Lee kepada sang ayah, wanita itu merasa kebingungan dengan sikap ayahnya yang seperti itu.
"Tidak ada apapun Lee, ini adalah murni kecamatan ayah saja, tetapi semoga saja kecemasan ini segera berlalu, seiring dengan berjalannya waktu," kata tuan Lee dengan suaranya yang rendah, Joon melihat sang ayah dengan tatapan yang iba, dia tahu ayahnya menyembunyikan semuanya, demi dirinya, agar identitas dirinya tidak terbongkar.
Young Joon semakin yakin, walaupun mereka bukanlah orangtua kandungnya, tetapi kasih sayang ayah dan ibu kepadanya begitu besar melebihi apa pun.
"Tapi Ayah terlihat begitu cemas. Bagaimana aku tidak merasa curiga dan khawatir kalau Ayah seperti ini?" Lee Ji An bertanya kepada sang ayah sekali lagi.
__ADS_1
"Lee, Ayah sudah mengatakan tidak punya masalah apa pun, jadi kamu tidak usah membahas ini lagi," kata sang ibu kepada buah hatinya.
"Baiklah kalau memang seperti itu adanya. Aku tidak akan membahas ini lagi, tetapi aku mohon Ayah jangan perlihatkan wajah bingung seperti itu, membuat aku sungguh merasa kebingungan pula," Lee menatap mata sang ayah dengan tajam, ayahnya pun langsung mengangguk dan tersenyum, pria Itu berusaha untuk menutupi semuanya demi Lee Young Joon.
Ayah tidak mau Lee Young Joom mengetahui bahwa dirinya bukanlah ayah kandungnya Lee Young Joon. Tuan Lee tidak tahu bahwa Lee Young Joon sudah mengetahui semua tentang Informasi pribadinya, termasuk hubungan keluarga mereka.
"Sudahlah jangan mengganggu Ayahmu lagi. Biarkan Ayah istirahat, sekarang yang penting Ayah sudah keluar dari masa kritis dan tinggal pemulihan, bukankah kita harus bersyukur kepada Tuhan tentang semua ini," kata ibu kepada putrinya.
"Iya Bu betul sekali, kita harus bersyukur kepada Tuhan karena masih memberikan Ayah usia yang panjang." Wanita itu tersenyum manis lalu menatap sang ibu dengan Tatapan yang begitu bahagia.
Lee Young Joon masih terdiam, sesaat dia menoleh kepada istrinya, Kim Mi So pun hanya bisa diam sambil menatap sang suami, tidak ada yang tahu kenyataan selain dia dan ibu, sedangkan ayah dan Lee masih belum mengetahui bahwa Lee Young Joon sudah mengetahui semua identitasnya.
"Yeobo , ayo beristirahatlah, ya," kata sang Ibu sambil mengelus rambut suaminya dengan penuh kasih sayang.
Ayah pun memejamkan matanya, pria paruh baya itu berpura-pura tidur padahal hatinya berkecamuk, dia tidak tahu harus bagaimana lagi menahan semua ketakutan ini, dia belum siap untuk bertemu nyonya Liao. dia belum siap untuk menghancurkan mimpi indah sang Putri. Tetapi dia memiliki harapan-harapan yang sangat besar, bahwa nyonya Liao akan memaafkannya dan merestui pernikahan buah hatinya.
"Lee ... maafkanlah Ayah, karena Ayah kamu menjadi seperti ini, hubunganmu dengan Nathan banyak rintangan yang tidak tahu seperti apa lagi, satu hal yang Ayah cemaskan saat ini yaitu perihal pertemuan keluarga. Apakah setelah pertemuan keluarga nyonya Liao masih merestui pernikahan kalian, apakah setelah pertemuan keluarga wanita itu masih menyayangimu, ayah sendiri tidak tahu jawabannya selain menunggu pada saat-saat itu tiba," lirih sang ayah di dasar hatinya.
Betapa besar kasih sayang seorang ayah sampai dia jatuh sakit seperti ini hanya karena memikirkan masa depan buah hatinya. Ayah sendiri sangat takut pada saat pertemuan anti nyonya Liao bahkan berubah pikiran dan membatalkan pernikahan, tidak bisa dibayangkan apa yang terjadi pada buah hatinya ketika mendengar pembatalan pernikahan tersebut.
__ADS_1
Kini dia hanya bisa memejamkan mata berusaha untuk meredam semua kegelisahan yang ada di dalam pikirannya. Bahkan semua itu tak bisa hilang begitu saja. Padahal sudah berusaha dia mencoba untuk menenangkan pikirannya Tetapi semuanya sia-sia.
"Lee ... Baby Ryu Jin dititip di mana?" tanya sang Ibu memecahkan lamunan tuan Lee. tuan Lee masih belum bisa tidur, ia memang memejamkan mata, tapi semuanya terdengar begitu jelas.
"Lee titip di rumahnya Nana Bu, Nana kebetulan hari ini akan pergi ke rumahnya Dokter Haikal, jadi dia dengan senang hati akan menjaga buah hatiku dan membawanya ke rumah Dokter Haikal," kata Lee Ji An kepada sang ibu.
"Baguslah sebaiknya memang Nana yang merawat Ryu Jin, karena dia saudara kita, beda lagi kalau dititip di tetangga, takutnya terjadi sesuatu hal diluar dugaan," kata sang ibu dengan suara yang pelan.
"Iya Bu, Lee hanya kepikiran Nana, ketika ibu menelepon. Tidak ada memikirkan tetangga sama sekali," kata Lee Ji An kepada sang ibu.
"Ya sudah itu memang lebih baik," tangkas sang ibu sambil mencoba meneguk minuman yang berada di hadapannya.
"Kamu harus makan banyak, kamu harus memberikan ASI yang banyak buat ponakanku," kata Lee Young Joon kepada Lee Ji An.
"Aku sudah makan terus-menerus, dari tadi. Tidakkah Oppa lihat, bahkan sekarang berat badanku naik sepertinya," ungkap Lee Ji An dengan senyumannya, tapi Lee Young Joon terkekeh tidak percaya dengan ucapan sang adik.
"Naik dari mananya, badan kamu kurus seperti ini ya Tuhan. Sampai kulit berbungkus tulang," Young Joon menertawakan adiknya. Lee Ji An pun hanya bisa manyun karena kakaknya selalu mengejeknya, tetapi wanita itu tau bahwa kasih sayang dari sang kakak sangat besar. Dan itu hanya gurauan. Ibu sendiri merasa bahagia melihat anak-anaknya kumpul bersama, dan tersenyum seperti ini. Bukan cuma ibu yang merasa bahagia, tapi ayah juga merasakan kebahagiaan yang sama. Lee Young Joon dan Lee Ji An adalah buah hati kesayangan mereka. Tidak akan ada yang memungkiri hal itu.
🎄B🎄e🎄r🎄s🎄a🎄m🎄b🎄u🎄n🎄g
__ADS_1