
Lee Young Joon begitu tenang tatkala mendengar berita bahwa ada bayi lain yang hidup, itu sudah membuat dirinya begitu bahagia. Awalnya dia begitu sedih dengan kepergian bayi pertama, tetapi Tuhan begitu baik kepada keluarganya, karena memberikan dua bayi sekaligus untuk keluarga mereka.
Apalagi ini adalah bayi laki-laki di Korea, anak laki-laki sangat diunggulkan lebih dari apapun andai saja Nathan mengetahui bahwa keturunannya adalah seorang laki-laki, dia pasti akan sangat bahagia. Andaikan sang Nenek tahu bahwa dia sudah menjadi seorang Buyut pasti Nenek dari Nathan akan segera mengambil bayi tersebut.
Seperti yang telah diketahui bahwa Nenek sangat menginginkan Nathan memiliki istri dan memiliki keturunan untuk melanjutkan darah keturunan keluarga Liao. Kalo saja kabar ini sampai ke telinga Nenek, Nenek pasti akan langsung datang ke Indonesia melihat keberadaan dari cicitnya tersebut. Tetapi sayangnya Lee Young Joon ingin menyembunyikan semuanya dulu, sampai Lee benar-benar siuaman.
"Baiklah Boss, kita bisa lihat bayinya besok," kata Lele dengan senyumannya.
"Eh iya Lele, masuklah ke ruangan Intensive Care Unit, jaga dulu Lee malam ini, dan panggilkan Istriku, agar dia segera datang ke tempat ini!" kata Lee young Joon kepada sekretarisnya. Lele pun mengangguk dengan senyuman yang manis. Wanita itu benar-benar penurut. Lele langsung pergi meninggalkan Lee young Joon sendirian.
Saat ini suasana memang sangat sepi, sudah hampir tengah malam dan orang yang menunggu pun sudah pada tidur, ada yang tertidur di kursi adapun yang menginap di Hotel, sedangkan Joon sendiri di ruangan itu ruang tunggu bayi dan hanya bisa menatap ke arah jendela kaca melihat bayi-bayi yang sehat menangis di sana.
Terlihat beberapa Perawat memberikan susu kepada Bayi tersebut, banyak sekali Bayi yang menangis. Banyak sekali bayi yang menyusu, Perawat itu dengan telaten memeluk mencium dan memberikan mereka susu botol. Saat ini Lee Young Joon sendiri ingin sekali melihat ke arah di mana keponakannya tidur.
Sayangnya ruangan tersebut berada di dalam ruangan bayi. Sehingga Joon tidak bisa menjangkau ruangan tersebut dari luar. Tetapi tidak apa-apa untuk saat ini mendengar kabar bahwa keponakannya sehat hidup sudah membuat dia bahagia.
__ADS_1
Lee Young Joon pun terduduk dalam sepinya malam, kesunyian kini sudah merasuki jiwanya, dia benar-benar tidak sabar menanti hari esok. Joo sangat ingin memeluk bahkan melihat keponakannya. Apa lagi mendengar Lele mengatakan bahwa keponakannya itu sangat mirip dengan pria yang telah menghamili adiknya.
Lee Young Joon sendiri ingin membuktikan apa kata Lele, ingin mengatakan bahwa itu benar atau tidaknya. Sampai saat ini Young Joom masih berharap banyak akan kesembuhan Lee Ji An dan bayinya. Pria itu memiliki harapan yang sangat besar untuk kesembuhan dua orang yang sangat dicintai.
Di saat dia sedang berlayar di dalam kapal lamunannya, tiba-tiba seseorang datang menggenggam tangannya dengan lembut. Lee Young Joon terkejut mendapati tangannya sudah disentuh oleh tangan cantik seorang wanita dan ternyata itu adalah tangan Kim Mi So istrinya tersayang.
"Ada apa Sayang, kenapa kita di sini?" tanya Kim Mi So kepada sang suami.
"Sayang, lihatlah. Lihat di jendela kaca," Lee Young Joon berdiri dari posisi duduknya lalu dia menarik lembut tangan sang istri agar mengikutinya. Kini dia melangkah ke arah jendela kaca yang memperlihatkan pemandangan yang sangat luar biasa banyak sekali bayi yang tertidur di dalam sana serta banyak sekali perawat yang sedang menyusui bayi bayi lucu tersebut.
"Sayang apakah ini ruangan bayi, tempat dimana keponakan kita tidur. Bisakah kita melihatnya sekarang?" Kim Mi So begitu bersemangat tatkala melihat banyak sekali bayi di dalam sana, dia sudah tidak sabar ingin menggendong bayi milik Lee Ji An.
"Oh ya ampun hampir saja aku lupa, bawa ini memang sudah larut malam, berarti besok pagi kita bisa melihat keponakan kita kan Sayang. Eh iya kaponakan kita perempuan atau laki-laki?" Kim Mi So begitu bersemangat bertanya kepada sang suami tentang bayi yang Lee Ji An melahirkan.
"Bayi itu adalah seorang bayi laki-laki Sayang, Aku pun tidak sabar ingin melihat tampilan dari keponakan kesayangan kita," kata Lee Young Joon kepada sang istri istrinya tersenyum dengan manis mendengar ucapan sang suami.
__ADS_1
"Pasti sangat tampan. Aku tidak tahu apakah bayi itu mirip dengan Lee ataukah mirip dengan Nathan?" Mi So kini mulai berandai-andai karena sudah tidak sabar ingin melihat wajah dari bayi tersebut.
"Entahlah kalau menurut informasi dari Lele katanya bayi tersebut mirip dengan Ayahnya satu, dan satu lagi mirip dengan ibunya," tutur Lee Young Joon kepada sang istri.
"Apa maksudmu? Apakah ada dua bayi?" Kim Mi So bertanya dengan kening yang mengerut.
"Betul sekali, tapi hanya ada satu saja yang bisa selamat, yang satu lagi ada seorang bayi perempuan dia akan segera dimakamkan besok. Sepertinya kita akan sangat sibuk kan harus mengurus acara kematian juga," kata Lee Young Joon kepada sang istri, tiba-tiba saja Kim Mi So terdiam seribu bahasa, mulutnya menganga mendengar ucapan dari sang suami.
Mi So sakit hati, ia kini meneteskan air matanya tanpa bisa dia sadari. Air mata yang menetes tanpa sadar itu membuat Lee Young Joon merasa sangat iba.
"Bersabarlah Sayang, kita masih punya bayi laki-laki," kata Lee Young Joon kepada Kim Mi So, namun kini masih terdiam dengan tetesan air matanya yang tidak bisa ditahan. Tubuhnya bergetar tidak karuan dia benar-benar merasakan tubuhnya lemas tidak bisa melakukan apapun.
Lee Young Joon melihat keadaan istrinya, yang sudah seperti itu, dengan segera dia itu menggandeng tangan sang istri untuk duduk di bangku yang tadi. Kini mereka pun hanya bisa duduk dengan kebisuan, karena Kim Mi So benar-benar tidak bisa tahu apa yang akan terjadi jika Lee sampai mengetahui hal ini.
"Apakah Lee sudah tahu tentang kabar bayinya?" tanya Kim Mi So dengan suara yang bergetar. Wanita itu sungguh tidak tega jika sampai sahabatnya tahu kondisi bayinya sudah tidak bisa lagi tertolong.
__ADS_1
"Aku pun tidak tahu Baiklah kita konfirmasi besok kepada dua pria tersebut Sehun dan Nathan itu," kata Lee Young Joon kepada sang istri. Kini Mi So hanya bisa mengangguk saja deraian air matanya sudah tak bisa lagi di bendung, dia menangis dengan tersedu di dalam luka hati yang begitu melirih.
Bersambung.