
Pagi-pagi sekali Nathan sudah terbangun. Dia segera menelepon Sekretaris Chen. Pria itu memerintahkan Sekretarisnya untuk segera berangkat ke kantor Catatan Sipil, yang ada di Jepang. Agar mereka segera didaftarkan oleh Sekretaris Chen.
Pria itu langsung menyetujui perintah dari Nathan, dia langsung bersiap untuk berangkat ke kantor Catatan Sipil lebih pagi agar bisa lebih awal mendaftarkan pernikahan bosnya.
Nathan masih belum mandi, dadanya masih terbuka dan roti sobeknya masih terlihat karena dia sekarang masih menggunakan handuk di pinggangnya. Terlihat sang kekasih masih tertidur lelap dengan tubuh polos yang ditutupi oleh selimut tebal.
Sepertinya semalam mereka bertempur begitu hebat sehingga terlihat Lee Ji An begitu kelelahan sampai dia tidak bisa bangun pagi sama sekali.
Nathan sebenarnya sangat enggan untuk membangunkan sang kekasih. Tetapi dia harus segera membangunkan Lee karena hari ini adalah hari yang penting mereka berdua, mereka akan segera mendaftarkan pernikahan mereka di Catatan Sipil.
"Sayang, ayo bangun kita mandi," kata Nathan kepada sang kekasih, namun Lee tidak bergeming dia masih tertidur dengan lelap.
"Sayang bukannya kita harus ke Catatan Sipil. Setelah itu kita akan ke rumah ibu dan memberitahu semua keluargamu," kata Nathan dengan bisikan lembut tetapi Lee Ji An masih tidak bangun juga.
Wanita itu terlihat begitu kelelahan. Tetapi Nathan punya trik agar Lee Ji An terbangun, yaitu dengan cara memberikan sebuah ciuman di seluruh tubuh sang kekasih. Benar saja Lee Ji An langsung bangun karena kegelian.
"Ngapa-ngapain kamu, aku capek sekali Sayang," rengek Lee kepada sang kekasih.
"Ya membangunkan kamu Sayang, ini hari yang penting untuk kita berdua. Ayo cepat bangun kita mandi," ajak makan kepada wanita yang kini sudah di peluk dan dia kecup.
"Jam berapa ini?" tanya Lee Ji An dengan suara yang rendah.
"Ini sudah jam 9," kata Nathan dengan suara yang rendah.
"Oh tidak, aku harus bekerja. Kenapa kamu tidak membangunkan aku Nathan. Hari ini aku sip pagi." Wanita itu langsung membuka selimutnya, dan berlari ke arah kamar mandi tanpa menggunakan selai benang pun, dan Nathan langsung mengikuti sang kekasih masuk ke dalam kamar mandi lalu mereka pun mandi bersama.
__ADS_1
Setelah mereka mandi bersama akhirnya mereka memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu.
"Gara-gara kamu tidak membangunkan aku aku jadi kesiangan berangkat kerja," Lee Ji An merengek sambil menatap mata dengan manja.
"Tidak apa-apa kamu izin 1 hari lagi. Sekarang aku harap kamu bisa berhenti bekerja di sini, nanti kamu akan bekerja di Cina saja, akan aku buatkan kamu Rumah Sakit di sana." Nathan berkata sambil meneriakan senyum yang manis.
"Sayang kamu bicara itu gampang sekali, rencana yang satu saja belum selesai sudah merencanakan rencana yang lainnya, sudah sekarang yang penting kita makan saja terlebih dahulu," ungkap Lee sambil memakan makanannya, tetapi tiba-tiba saja rasa mualnya datang kembali dan dia tidak bisa makan apa pun.
Nathan terlihat begitu iba kepada sang kekasih, dia tidak tahu harus bagaimana untuk membantu Lee Ji An agar menghilangkan rasa mualnya tersebut.
"Sayang, jangan bikin Ibumu sedih ya, jangan membuat Ibu tersiksa seperti ini," kata Nathan sambil mengelus lembut perut Lee Ji an. Lee sebenarnya merasa sangat lapar, apalagi semalaman Nathan membuat dia tidak bisa tidur dengan lelap, tetapi bahkan kini dia tidak bisa makan sama sekali karena rasa mual yang melandanya.
Setelah itu Lee berusaha untuk meminum obatnya. Setelah meminum obat Nathan pun langsung menggendong Lee keluar dari kamar hotel, sebenarnya Lee sangat risih digendong seperti itu oleh Nathan, karena orang-orang di sekitar memperhatikan mereka berdua, tetap Nathan bersikeras menggendong sang istri masuk ke dalam mobil. Sampai skhirnya kini Nathan sudah sampai di parkiran gedung Catatan Sipil.
"Untuk apa kita ke sini?" Lee terkejut tatkala dia melihat gedung Catatan Sipil sudah ada di hadapannya.
"Tapi Sayang, kakak dan orangtuaku pasti tidak akan setuju tentang pernikahan ini," lagi-lagi Lee tidak mau diajak masuk ke gedung tersebut.
"Sayang, percayalah padaku semuanya akan baik-baik saja," kata Nathan mencoba membujuk sang kekasih.
"Aku tidak bisa mengendalikan keadaan nantinya, aku mencintai keluargaku dan aku mencintai dirimu, aku harus apa?" Lee Ji An menitikan air matanya, lalu dengan segera Nathan memeluknya, tiba-tiba saja Sekretaris Chen datang dengan membawakan buku nikah untuk sepasang suami istri itu.
Nathan lalu membuka pintu mobil membiarkan Sekretarisnya masuk kedalam mobil.
"Lihatlah ini saya sudah mendapatkan buku nikahnya, kalian tinggal kalian tandatangani dan kalian sudah resmi menikah," kata Sekretaris Chen pada Nathan dan Lee Ji An.
__ADS_1
"Apa kamu sudah mengurus semuanya, apakah sudah kita sah secara hukum?" tanya Nathan dengan wajah sumringah.
"Benar sekali Tuan, silakan ada tanda tangani," kata Sekretaris Chen kepada Nathan.
Dengan segera Nathan menandatangani buku nikah miliknya, setelah itu Nathan lalu menyerahkan buku nikah milik Lee, agar segera ditandatangani oleh Lee Ji An.
"Sayang, tandatangani ini, setelah ini kita akan bersatu dan tidak akan terpisahkan lagi, tidak ada yang bisa memisahkan kita berdua, karena kita bahkan sudah menikah dan sah secara hukum," kata Nathan dengan suara yang rendah, penuh dengan harapan bahwa sang kekasih segera menandatangani buku nikah tersebut.
"Aku hanya takut tidak bisa mengendalikan kemarahan keluargaku," lirih Lee Ji An dengan tetesan air matanya.
"Percayalah padaku, tidak akan terjadi apa pun, aku yakin mereka akan memaafkan kita, pikirkan anak-anak kita, pikirkan betapa Ryu Jin membutuhkan kita berdua untuk bersatu, pikirkan bayi dalam kandunganmu, dia membutuhkan aku untuk menjadi ayahnya yang legal dan sah," kata Nathan mencoba membujuk Lee Ji An agar segera menandatangani buku nikah tersebut.
Sesekali Lee menelan saliva, dia kebingungan harus bagaimana, tetapi akhirnya dia mau ngambil buku nikah tersebut, tubuhnya bergetar. Bahkan dia tidak sanggup untuk menandatangani buku nikah itu.
Pernikahannya terjadi seperti itu, itu sederhana dan hanya ada Sekretaris Chen sebagai saksi. Sungguh di luar expektasi.
Tetapi akhirnya Lee menandatangani buku nikah tersebut, dan itu benar-benar membuat Nathan terasa sangat bahagia.
Setelah mendatangi menandatangani buku nikah tersebut akhirnya dengan segera Nathan mengecup bibir Lee lalu mengambil sebuah cincin dan memasangkan cincin tersebut di jari manis sang istri.
"Lee Ji An, akhirnya aku memilikimu," kata Nathan dengan mata yang berkaca-kaca. Lee Ji An mengangguk dengan tangisan yang melirih. Mereka memangis dengan bahagia. Mereka akhirnya bersama. Dengan Sekertaris Chen yang menjadi saksinya.
🎄🎄🎄
ðŸ˜ðŸ˜ akhirnya mereka menikah. Kasian mereka nikah dengn cara sederhana di dalam mobil. Sad banget Lee dan Nathan.
__ADS_1
tanpa terasa sisa beberapa chapter lagi.