
"Ibu masak banyak?" ucap Nathan kepada Lee Ji An sambil menggendong buah hatinya Ryu Jin Liao.
"Asik-asik ibu buatkan Ryu jus jeruk." anak itu teriak kegirangan. Dan itu membuat Lee Ji An tersenyum manis.
"Yasudah kalian berdua duduk, kita makan, aih Ryu wangi sekali," kata Lee Ji An pada putranya.
"Ini minyak wangi Ayah, iya kan Ayah," kata Ryu jin sambil menatap ke arah Nathan.
"Iya karena wajah kita mirip, maka wangi kita pun akan lebih menyenangkan jika tercium sama pula," ungkap Nathan sambil menolehkan senyum yang manis kepada buah hatinya, lalu dengan gemas mencubit pipi buah hatinya, membuat baby Ryu Jin tersenyum kegelian, cubitan itu bukanlah cubitan yang kasar tetapi cubitan yang menggemaskan.
"Pantas saja, kalian sudah mirip lalu wanginya pun tercium sama, ibu sampai bingung mana Ayah mana Ryu Jin," tangkas Lee Ji An kepada kedua orang yang sangat dia sayang, wanita itu lalu memberikan semangkuk sarapan pagi untuk Nathan semangkuk bubur abalon lalu semangkuk lagi untuk buah hatinya. Wanita itu sengaja memberikan makanan yang sama karena pasti Ryu Jin akan menyukai bubur abalone. Itu adalah makanan yang sangat disukai oleh Nathan dan benar saja anaknya pun menyukai bubur tersebut.
"Masakan ibu lezat sekali. Apa Ayah suka? Ayah kapan-kapan Ayah harus ikut sarapan bersama ibu di rumah, ada ibu besar, ayah ada nenek, dan nenek-kakek buyut. Biasanya kami sarapan dengan berisik Karena nenek dan kakek buyut selalu saja berkomentar kepada ibu," Celoteh baby Ryu Jin pada sang ayah.
"Iya lain kali Ayah akan mampir untuk sarapan pagi di rumah kalian, tapi Ayah belum janji ya," jawab Nathan kepada putranya
"Oke baiklah Ayah." Anak itu tersenyum manis lalu menyantap sarapan paginya dengan begitu lahap.
Mereka akhirnya selesai sarapan, dan tiba-tiba saja suara telepon berdering begitu kencang, ternyata itu adalah ponsel milik Lee Ji An.
Betapa terkejutnya karena melihat Sehun meneleponnya. Wajahnya berubah pucat dan senyumnya menjadi hilang. Wanita itu tidak bisa berbohong sama sekali, tapi kali ini demi untuk tidak melukai Sehun dia harus berbohong.
"Siapa?" tanya Nathan kepada istri kesayangannya.
"Emhh ... Sehun," jawaban Lee Ji An dengan wajah yang gugup, wanita itu langsung menelan saliva ketika Nathan bertanya soal itu.
__ADS_1
Nathan kini hanya bisa menatap wajah Lee Ji An berharap di Lee tidak menerima panggilan telepon dari Sehun.
"Permisi ya, Ayah ...Ryu makan yang banyak ya Ibu mau menerima telepon dulu," kata Lee Ji An sambil pergi meninggalkan Nathan dan buah hatinya.
Nathan terlihat kecewa tatkala Lee Ji a di meninggalkannya, pria itu begitu lesu, dia tidak nafsu makan sama sekali, keinginannya adalah Lee Ji An tidak menerima panggilan telepon dari Sehun. Tetapi Lee Ji An malah menerima panggilan telepon tersebut.
"Ryu Jin Sayang, kamu di sini dulu bersama bibi pelayanan ya," kata Nathan kepada buah hatinya.
"Ayah mau kemana?" Anak itu melihat ke arah Nathan dengan kening yang mengerut.
"Ayah mau ke kamar mandi sebentar. Aduh sepertinya Ayah harus mencuci muka lagi, tiba-tiba saja mengantuk begini," ungkap Nathan sambil tersenyum. Pria itu berbohong kepada putranya, padahal Nathan ingin melihat Lee Ji An sebenarnya Lee sedang membicarakan apa dengan Sehun.
"Baiklah Ayah, Ryu makan di sini, Ayah harus cepat-cepat ke sini lagi ya." anak itu tersenyum manis dengan mulutnya yang penuh makanan. Nathan pun menoleh dan memberikan senyuman manis pula, pria itu langsung pergi meninggalkan ruang makan dan mencari keberadaan Lee Ji An.
Ternyata Lee Ji An berada di kamarnya. Wanita itu sedang berbicara dengan Sehun. Lee tidak mengetahui bahwa kini Nathan sudah masuk ke kamarnya.
Pria itu bahkan mengunci kamar tersebut, dia mengendap-endap hanya ingin mendengar apa yang Lee bicarakan dengan sehun. Kini Nathan sudah berada di belakang Lee Ji An dan Lee sedang asyik berbicara dengan Sehun, tanpa menyadari keberadaan Nathan sama sekali.
"Tidak Sehun, aku baik-baik saja, di sini," tangkas Lee sambil mencoba tersenyum. Wanita itu berbicara dengan begitu lembut, tetapi tiba-tiba saja dia tidak bisa berkata apapun, ketika Nathan bahkan kini sudah memeluk tubuhnya dari belakang.
"Lee, aku rindu padamu, haruskah aku menyusul kamu ke Indonesia?" kata sehun di balik telepon.
"Emmhh ... Sehun tidak-tidak perlu, aku akan segera pulang." Lee Ji An mencoba mengatur napasnya tatkala kini Nathan sudah mulai mengelus perutnya.
Sentuhan tangan Nathan begitu lembut membuat Lee bergetar.
__ADS_1
"Sayang, tapi aku rindu," sekali lagi sehun berkata.
"Sehun aku pun sama," ucap Lee Ji An sambil memejamkan matanya, tatkala kini Nathan sudah mulai mengecup leher bagian belakangnya. Pria itu pun menelusupkan tangannya ke dalam kemeja yang Lee Ji An kenakan, sampai akhirnya sampai di kedua bongkahan padat dan kenyal yang sangat dia rindukan.
"Kalau begitu aku akan menyusul," kata Sehun.
"Jangan Sehun, ah aku pikir aku harus ke kamar mandi, aku tutup dulu ya Sehun," kata Lee Ji An sambil menutup sambungan teleponnya. Dia berbohong mau pergi ke kamar mandi padahal sebenarnya wanita itu sudah tidak tahan dengan sentuhan yang akan berikan kepadanya.
Kini bahkan Nathan sudah mengigit lembut daun telinga Lee. Membuat Lee hanya bisa memejamkan matanya.
"Emhh Nathan," desaah Lee dengan mata yang terpejam.
"Hmm sayang kamu hanya miliku tiga hari ini, tidak boleh terbagi walau hanya dengan sebuah panggilan telepon," bisik Nathan dengan mesra.
"Ah Nathan, aku,"
"Rasakan hukuman ini," kata nathan sambil mengecup buah dada Lee dengan gemas. Salah satu tangannya mulai meremas dan akhirnya Lee hanya bisa pasrah saja karena itu terlalu menyenangkan untuknya.
Secepat kilat kini pria itu menggendong Lee Ji An dan merebahkan istrinya di atas kasur mereka. Kini satu persatu kain yang Lee Ji An kenakan sudah hampir terlepas seluruhnya.
"Jangan pernah membagi hatimu selama kita sedang bersama," kata Nathan sambil memberikan kecupan pada perut langsing sang istri, lalu kini turun ke daerah selangka sang istri. Seolah tanpa rasa jijik sama sekali Nathan kini malah memberikan kecupan hangat di bagian intim sang kekasih, bagian yang sangat dia rindukan selama ini.
Pria itu sudah sangat tegang. Dia ingin segera menyantap habis wanita yang ada di hadapannya, tetapi tidak ia lakukan. Karena Nathan ingin membuat Lee keluar terlebih dahulu.
"Nathan jangan," kata Lee ketika Nathan mulai menggesek miliknya ke arah milik sang kekasih.
__ADS_1
"Aku tidak bisa berhenti, maaf Sayang, ini terlalu nikmat untuk aku selesai dengan cepat," kata Nathan sambil terus menggesek. dan Lee Ji An kini hanya bisa mengatur napasnya dan menikmati semua manuver yang pria itu berika kepadanya.
Akankah mereka melakukan hubungan intim kembal?