
Lele datang ke rumah sakit dengan tergesa-gesa setelah Sehun menelepon Lele saat itu. Dia merasa begitu menyesal dan merasa sangat tidak berguna menjadi seorang asisten pribadi karena majikannya terluka seperti itu.
Dia turun dari mobilnya dan berlari menuju ke ruangan yang Sehun katakan. Wajahnya begitu cemas tidak karuan. Rasa sesal sudah menggunung dalam dadanya, membuat dirinya tidak bisa berkomentar sama sekali.
"Sehun," teriak Lele dari kejauhan saat melihat Sehun dan duduk dalam wajah yang menunduk. Sehun pun menoleh ke arah suara yang memanggilnya.
"Lele," kata Sehun merasa begitu senang melihat asisten pribadi Lee Ji An telah datang.
Lele berlari menuju ke tempat Sehun. Wajah Lele penuh kekhawatiran. Wanita itu benar-benar merasakan sesal yang mendalam karena tidak siaga menemani Lee. Sehingga Lee bisa masuk rumah sakit dengan diagnosis perdarahan hamil tua.
"Apa yang terjadi dengan Lee?" tanya Lele dengan kecemasannya yang mendalam.
"Itu semua salahku tidak menjaga Lee dengan baik, sehingga Lee terjatuh!" kata Sehun dengan mata yang berkaca-kaca.
"Apa maksudnya, kamu mendorongnya?" bentak Lele dengan suara yang lantang. Padahal tempat itu adalah Rumah Sakit. Tetapi Lele berteriak sekencang itu karena keterkejutan yang dia rasakan.
"Tidak-tidaklah, mana mungkin aku mendorong Lee sampai terjatuh, sebenarnya Lee terjatuh karena mengejar pria yang bernama Nathan, dan sepertinya pria itu adalah Ayah dari bayinya," kata Sehun dengan aura wajah yang begitu lemas. Membuat Lele kembali terperanjat mendengar ucapan yang sehun katakan.
"Nathan?" Lele mengerutkan dahinya.
"Iya namanya Nathan, sepertinya terjadi salah faham dan pria itu pergi dengan amarahnya, sehingga Lee mengejarnya dan kaki Lee tersandung, lalu terjatuh," kata sehun menceritakan reka ulang kejadian kepada Lele.
Lele begitu terkejut. Dia merasa sangat geram karena pria yang bernama Nathan tersebut. Tangan Lele mengepal merasakan amarah dan aura membunuh yang sangat mencekam.
Wanita itu pun merasa kebingungan, dia harus bagaimana melaporkan kejadian tersebut kepada bosnya Lee Young Joon tentang kejadian yang menimpa adik kesayangannya. Apalagi hari ini adalah hari pernikahan Lee Young Joon dan Kim Miso.
"Ya-Tuhan semoga Lee dalam keadaan baik-baik saja, aku tidak bisa membayangkan jikalo Lee tidak selamat, bukan cuma Nathan yang akan terkena amukan Bos, tetapi akupun akan mati pula," kata Lele dalam hatinya. Sambil menatap ke arah pintu ruangan operasi yang masih tertutup rapih.
__ADS_1
"Aku belum memberi tahu keluarga Lee, aku tidak tahu harus mengatakan apa," ucap Sehun dengan mata yang berkaca-kaca.
"Biar aku saja yang melaporkan semuanya, itu adalah tugasku!" kata Lele dengan suara yang agak pelan. Wanita itu mah tidak mau harus bertanggung jawabkan perbuatannya karena lalai menjalankan tugas. Tugas utamanya adalah menjaga Lee dan mencukupi semua apa yang Lee butuhkan.
Lee Ji An sekarang dalam kondisi kritis. Dokter mengatakan kalau wanita itu mengalami solusio placenta, dan menyebabkan perdagangan yang begitu banyak dan rasa sakit yang teramat sangat. Solusio placenta adalah :
Abruptio plasenta atau solusio plasenta adalah komplikasi kehamilan di mana plasenta terlepas dari dinding rahim bagian dalam sebelum proses persalinan. Lepasnya plasenta ini dapat menyebabkan pasokan nutrisi dan oksigen pada bayi dapat menurun atau terhambat.
Plasenta berfungsi menyalurkan nutrisi dan oksigen ke bayi, serta membuang limbah metabolisme dari tubuh bayi. Plasenta melekat pada dinding rahim. Organ yang sering disebut sebagai ari-ari ini juga terhubung dengan bayi melalui tali pusat.
Solusio plasenta termasuk kondisi yang berbahaya. Selain menghambat pasokan nutrisi dan oksigen, kondisi ini juga dapat menyebabkan ibu mengalami perdarahan hebat. Solusio plasenta menyebabkan banyak kematian pada ibu atau bayi.
Mengingat hal itu, membuat Sehun begitu cemas dan tak kuasa untuk tidak menangis. Pria itu bahkan tak bisa berhenti meneteskan air matanya. Dia takut terjadi sesuatu hal kepada kekasih hatinya. Karena memang sehun sangat mencintai Lee Ji An begitu dalam.
Sehun menatap ke arah Lele sang asisten pribadi Lee yang kini sudah sangat sibuk melakukan panggilan telepon interlokal. Wajah Lele sendiri terlihat begitu pucat karena sepertinya dia mendapatkan omelan dan kemarahan dari Lee Young Joon di china saja.
"Bagaimana, apa mereka akan segera datang?" tanya Sehun kepada Lele.
"Iya mereka akan segera datang, aku sudah memberikan semua informasi tentang tragedi yang menimpa Lee. Dan mereka begitu terkejut serta marah besar kepadaku, aku sekarang berdo'a semoga Lee dan bayinya bisa selamat, karena kalau sampai salah satu saja yang selamat, maka itu akan berdampak besar karena untukku, aku pun sepertinya akan kehilangan pekerjaanku!" kata Lele dengan lemah.
"Kamu masih memikirkan pekerjaan dalam kondisi genting seperti ini," kata Sehun sambil menggelengkan kepalanya. Pria itu menghela nafas berat dan membuangnya sembarangan. Karena melihat tingkah asistem pribadi Lee.
"Aku akan membuat perhitungan dengan pria brengs*k itu, yang sudah menghamili Nonaku, dan membuat Nonaku berada dalam bahaya," ucap Lele dengan wajah yang memerah karena menahan amarah.
Lalu seseorang datang, dia adalah Dokter Yuan Chuan. Dokter itu telah memberitahu Nathan tentang kondisi Lee saat ini. Lele melihat ke arah pria asing tersebut dengan mata yang memicing.
"Siapa dia?" tanya Lele kepada Sehun.
__ADS_1
Sehun menoleh dan melihat ke arah Dokter Yuan Chuan. "Dia adalah Dokter pribadi pria yang bernama Nathan tersebut,"
"Hah... Memangnya dia sakit apa sampai bisa didampingi Dokter segala?" Lele mengerutkan dahinya.
"Entahlah," Sehun menjawab tak peduli.
Lalu Lele pun hanya bisa terdiam. Dia kembali merasakan ketegangan ketika bahkan Lee Ji An masih belum keluar dari ruangan operasi. Setiap orang yang berada di sana semua yang menunggu benar-benar merasakan ketegangan yang luar biasa.
Lalu sesaat kemudian pintu ruangan operasi itu terbuka. Semuanya berdiri dan menghampiri Dokter tersebut.
"Dokter, bagaimana kondisi pasien?" tanya Sehun dengan kecemasan yang teramat dalam.
"Mohon maap kami sudah berusaha, kami hanya bisa menyelamatkan salah satu saja!" Kata Dokter tersebut dengan wajah lelahnya karena baru selesai Operasi.
Ucapan Dokter itu sungguh membuat semua yang berada di sana merasakan aura kepedihan yang teramat dalam.
"Ti-tidak mungkin!" kata Lele degan tetesan air matanya. Wanita itu pun merasakan tubuhnya begitu lemas. Dia terjatuh dan terduduk di lantai. Dengan tangisan yang meledak. Sehun sendiri hanya bisa menangis dalam diam. Sedang Dokter Yuan Chuan pun merasa terkejut lalu dengan segera berlari meninggalkan ruangan itu. Dan kembali menelepon Nathan.
Bersambung.
Catatan kecil author:
Hallo kakak maap selalu telat, update...
Insyaallah bulan maret aku akan update setiap hari. Karena bulan ini maap saya belum bisa update sering, karena saya masih sibuk untuk projeck saya di webn*vel.
dengan judul Jessika, jadi saya masih sangat sibuk. Sabar sampai bulan Maret ya sahabat!
__ADS_1
pokonya Lee sayang sama kalian. Jangan lupa like dan vote setelah membaca ya.