Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Hancur


__ADS_3

Lee menangis di tepi jalan, saat itu dia tidak kuasa lagi untuk menahan semua kesedihan, karena Nathan telah berhasil membawa serta buah hatinya berangkat ke Cina.


"Ryu Jin anak Ibu, pulang Nak," lirih Lee Ji An dengan air mata yang terus menetes.


"Lee kita masuk ke dalam, kita lanjutkan pernikahan kita," kata Sehun dengan egoisnya ingin terus melanjutkan pernikahannya tanpa melihat betapa sedihnya Lee Ji An saat ini.


"Apakah kamu tidak melihat, aku sangat sedih kehilangan putraku, kamu masih memikirkan pernikahan kita yang sudah hancur ini. Lihatlah para tamu undangan bahkan sudah pulang satu-persatu, beberapa dari mereka sudah menggosipkan aku, mereka membicarakanku dan aku sudah tidak peduli lagi dengan pernikahan ini. Maafkan aku, aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini, maafkan akuuuu hiks hiks hiks," lirih Lee Ji An dengan tangisan yang meledak, wanita itu tidak menyangka bahwa Sehun egois seperti itu.


"Apa maksudmu, kenapa kamu harus menolak Sehun dan membatalkan pernikahan ini, walaupun tamu undangan sudah mulai pulang, tapi kamu tetap harus melanjutkan pernikahan ini, Nak," kata sang ibu kepada putri kesayangannya.


"Apakah ibu tidak sedih, Nathan telah mengambil Ryu Jin, selama ini aku bertahan hidup hanya untuk buah hatuku saja. Apakah ibu lupa kalau aku masih mencintai Nathan?" kata Lee Ji An dengan ucapannya yang lantang, dan itu sontak membuat Sehun terkejut. Saat itu Ibu Sehun pun mendengar ucapan dari Lee Ji An.


"Apa? jadi kamu tidak mencintai Putraku Sehun. Kamu masih mencintai pria yang sudah membuat kamu hamil dan menelantarkanmu, kamu keterlaluan Lee, apa maksudmu, jadi kamu hanya memanfaatkan Putraku saja, kurang apa kami kepadamu, kami bahkan menerima Ryu Jin dengan senang hati dan ikhlas, kami memanfaatkan kami," teriak Ibu Sehun kepada Lee Ji An.


"Ibu maafkan aku, sepertinya aku tidak bisa berbohong lebih lama lagi, aku hidup hanya untuk Putraku. Jika putraku pergi untuk apa lagi aku hidup selama ini, aku belum bisa mencintai pria lain selain Ayah dari putraku, Ibu mohon ampun. Hukumlah aku sesuka hati ibu, tapi maaf aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini, ini sudah sangat memalukan, aku sudah gosipkan banyak orang. Apakah aku akan tebal muka dengan terus melanjutkan pernikahan ini?" kata Lee Ji An semakin menangis, tangisannya begitu lirih dan dia hanya terduduk di pinggir jalan dengan gaun pengantin yang sudah rusak.


"Cukup deh, kamu tidak bisa berkata seperti itu. Aku tahu kamu mencintaiku, kita akan terus melanjutkan pernikahan ini, jangan pedulikan hal apapun, jangan dengarkan ucapan orang, setelah kita menikah kita akan mengambil kembali Ryu Jin, kepelukan kita," ungkap Sehun dengan tegas, sambil menarik tangan Lee Ji An, agar bisa bangun dari posisi duduknya.


"Ahh Sehun sakit." Wanita itu menjerit ketika Sehun menarik tangannya dengan sangat kencang, dan itu membuat dia kesakitan. Nyonya Lee terkejut dengan sikap Sehun seperti itu, begitu pula dengan ibunya Sehun. Tidak menyangka bahwa Sehun bisa kasar seperti itu di hadapan orangtua.

__ADS_1


"Sehun lepaskan tanganmu di tangan putriku, kamu menyakitinya," kata nyonya Lee sambil mencoba melepaskan tangan Sehun dari tangannya Lee Ji An.


"Maafkan aku Ibu, aku hanya ingin berusaha mengajak Lee untuk melanjutkan pernikahan kami, seperti halnya Lee yang mencintai Ryu Jin, aku pun sangat mencintai Lee Jauh sebelum Lee bertemu dengan Nathan. Aku bahkan sudah jatuh cinta kepadanya, saat Lee masih kuliah dulu. Aku hanya bisa menatapnya dengan tatapan penuh cinta, tapi tidak bisa mengungkapkan semua isi hatiku. Apakah ibu tidak kasihan kepadaku, dengan semudah itu Lee Ji An menolak untuk menikah denganku," kata Sehun dengan lirih.


"Sehun, semua keputusan ada di tangan Lee, jika memang kalian mau melanjutkan pernikahan, maka harus dengan keputusan bersama," ungkap nyonya Lee pada Sehun.


"Ibu, aku sudah tidak punya muka lagi di hadapan tamu undangan, dan di hadapan semua tetangga, mereka sudah tahu sudahlah, aku tidak punya muka lagi," kata Lee Ji An dengan tangisannya yang meledak.


"Tidak usah memikirkan tamu undangan, kita lanjutkan rencana kita, pernikahan ini sudah kita buat secara matang. Kenapa harus gagal seperti ini. Gara-gara pria brengsekk itu?!" Teriak Sehun dengan matanya yang berkaca-kaca, wajahnya begitu marah menahan amarah yang ditahan selama ini.


"Maafkan aku Sayang, maafkan aku, aku sudah sangat malu di mata tamu undangan. Aku tidak ingin lagi masuk ke dalam. Aku mau pulang," Lee Ji An lalu bangun dan pergi meninggalkan Sehun, Nyonya Lee dan Ibu Sehun. Tetapi tiba-tiba saja Sehun menarik tangan Lee Ji An dengan kasar, Lee Ji An sampai ke pintu gedung.


"Pak Pendeta ayo cepat nikah kan kami. Aku tidak ingin ada pengganggu lagi," kata Sehun memohon kepada pendeta tersebut.


"Baiklah. Apakah anda sudah setuju dari pihak laki-laki?" kata pendeta.


"Tentu saja," Jawaban Sehun.


"Bagaimana dengan pihak perempuan, apakah sudah setuju semua?" tanya pendeta kepada Lee Ji An.

__ADS_1


Lee Ji An hanya terdiam sambil mengisak, dia tidak percaya Sehun menyeretnya seperti itu, tiba-tiba saja seorang berteriak dengan begitu lantang.


"Tidak akan ada pernikahan hari ini.


Sehun aku tidak merestui pernikahanmu dengan putriku, tega sekali kamu menyeret putriku seperti itu, padahal aku menyayanginya, memeluknya, mencintainya, membelai rambutnya tidak pernah sekali pun aku memukul wajahnya, apalagi menyeret dirinya seperti itu. Ibu tidak merestui kalian, maafkan Ibu pernikahan ini batal, ayo kita pulang Lee," kaya Nyonya Lee dengan air matanya yang menetes.


"Ibu ...." Lee menangis lalu memeluk sang ibu.


"Ayo nak kita pulang saja," lirik Nyonya Lee kepada putri kesayangannya.


"Sehun maafkan aku, seperti halnya yang kamu lihat saat ini di sini, bahkan sudah tidak ada satupun tamu undangan, mereka sudah pulang. Mereka sudah membicarakan tentang aku tentang kita, lagian kita melanjutkan pernikahan karena semuanya tidak membuat aku merasa nyaman. Maafkan aku sehun," kata Lee Ji An dengan tangisannya yang melirih.


"Tidak Lee jangan pergi Lee, jangan seperti ini Sayang," ratap sehun dengan tangisannya.


"Sehun, perempuan itu banyak, kenapa kamu harus meratap seperti itu, memalukan," kata sang ibu dengan kemarahannya.


Akhirnya seluruh keluarga bercerai-berai, pernikahan itu pun hancur dan Sehun beserta Lee Ji An putus, saat itu juga. Gaun pengantin hanya tinggal gaun pengantin, semuanya tidak tergambar begitu indah. Dua kali sudah Lee Ji An menggunakan gaun pengantin, tetapi dua kali sudah wanita itu gagal dalam pernikahannya.


"Maafkan aku Ibu, lagi-lagi aku sudah membuat ibu dan Seluruh keluarga malu," lirih Lee Ji An dengan tangisannya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Nak. Mungkin ini sudah takdir dari Tuhan," kata sang ibu sambil memeluk putri kesayangan.


__ADS_2