
Seiring dengan berjalannya waktu. Kini Nathan sudah kembali ke rumahnya. Rumah yang berada di Indonesia, bukan di Beijing. Nenek Liao sengaja membeli rumah di sana. Di daerah Kota Bogor. Di sana dia membeli rumah yang sangat mewah karena Nathan mengatakan akan mencari keberadaan Lee Ji An di Indonesia.
Sedangkan Nenek Liao sendiri pulang kembali ke Beijing untuk mengurus semua perusahaannya, yang ada di China. Nenek Liao sengaja mengirim Dokter Yuan chuan ke Indonesia untuk menemani Nathan tinggal di rumahnya. Agar Nathan bisa terkontrol kesehatannya. Kini Nathan sudah kembali tampan dengan dua kali operasi plastik yang dilakukan di China.
Setelah operasi Nathan kembali ke Indonesia dan Nathan memutuskan untuk menetap di Indonesia. Nathan terus berusaha mencari keberadaan lee Ji An. Dia tidak pantang menyerah, dia ingin sekali bertemu dengan wanita itu wanita yang dulu pernah mengisi hidupnya dalam satu malam.
Tetapi sudah 6 bulan lamanya Nathan tinggal di Indonesia, bahkan Lee Ji An belum juga di temukan. Nathan benar-benar merasa putus asa, Apakah dia harus berhenti mencari keberadaan wanita itu. Ataukah Nathan harus terus-terus mencari keberadaan Lee Ji An. Nathan benar-benar merasa kebingungan harus kemana lagi dia mencari Lee.
Sampai akhirnya Nathan berhenti untuk mencari wanita itu. Nathan memutuskan untuk berhenti berharap. Dan melupakan Lee Ji An untuk selamanya. Nathan sendiri meminta saran kepada sang Nenek. Bagaimana dia harus menyikapi masalah ini. Nenek Liao mengatakan sebaiknya memang Nathan melupakan wanita itu dan mencoba untuk mencari gadis lain agar Nathan cepat-cepat menikah dan Nenek Liao memiliki seorang cicit.
Nenek Liao sangat ingin Nathan segera menikah. Karena beliau ingin memiliki keturunan untuk keturunan Marganya. Nathan sendiri begitu bingung karena tidak ada wanita yang Nathan sukai selama ini selain Lee. Dan karena permintaan dari Nenek Liao supaya Nathan membuka hati untuk gadis lain. Akhirnya Nathan berusaha untuk melupakan Lee Ji An.
🌺🌺🌺🌺
Di sisi lain Lee Ji An benar-benar merasa perutnya sudah tidak nyaman lagi, miring ke kiri dia susah, miring ke sana pun dia susah, terlentang apalagi tengkurep apalagi. Perutnya sudah sangat besar dan sekarang usia kehamilannya sudah menginjak 37 minggu. Kalau di hitung bulan sudah 9 bulan dan sebentar lagi persiapan persalinan.
Dia sudah tidak selangsing dahulu lagi, perutnya gendut, pusarnya menonjol dan Kakinya bengkak. Tetapi Lee Ji An masih sangat cantik walaupun dalam kondisi hamil besar seperti itu. Setiap pagi dan sore hari dia rajin berjalan jalan kaki di depan kompleks perumahannya. Dokter memang menyarankan agar Lee sering berolahraga dan olahraga bagi ibu hamil yaitu dengan cara berjalan kaki dan senam hamil.
__ADS_1
Lee Ji An mengikuti kelas senam hamil 1 minggu sekali, di sebuah Klinik Bersalin di kota Bandung. Lee Ji An memang sudah tinggal di Bandung bersama asistennya Lele. Lele begitu perhatian. Kini Lele benar-benar sangat ketakutan Lee Ji An terjatuh ataupun bagaimana. Lele sangat siaga menemani Lee Ji An ke mana pun.
Pada saat ini di Lee Young Joon sendiri hendak mengadakan resepsi pernikahannya bersama Kim Mi so. Kurang lebih Acaranya dua minggu lagi, akan segera dilaksanakan. Tetapi Lee tidak mungkin datang ke Korea dengan keadaannya yang seperti itu. Saat ini Lee hanya bisa diam di rumah menunggu sampai saat itu tiba.
Sampai saat sang bayi kecil lahir ke dunia. Lee Ji An melakukan USG rutin setiap 2 minggu sekali kepada Dokter Haikal di temani oleh Kim Nana. Tetapi Lee tidak ingin mengetahui jenis kelamin dari bayinya karena dia ingin mendapat kejutan pada saat persalinan.
"Kak Lee aku akan tinggal di rumah kakak ya, sampai kakak melahirkan," ucap Kim Nana kepada lee Ji An.
"Benarkah kamu akan menemaniku Nana?" Kata Lee dengan senyum yang manis.
Tentu saja Lee begitu senang dengan ucapan Kim Nana. Dia merasa senang bahwa ada saudaranya yang memperhatikan dia dalam kondisinya yang seperti ini.
"Terima kasih banyak ya Nana, Kakak sangat bersyukur karena kamu bisa menemani Kakak di sini," Lee Ji An lalu menggenggam tangan Kim Nana dengan rambut. Sedangkan Kim Nana langsung merangkul Lee Ji An dengan penuh kasih sayang. Mereka berdua memang sangat akrab dan tidak dapat di pisahkan. Mereka begitu dekat padahal hubungan mereka adalah sepupu, tetapi kedekatan mereka melebihi seorang adik dan kakak.
"Kakak kalau lahir seorang bayi laki-laki kakak akan beri nama apa?" Tanya Kim Nana dengan senyumannya.
"Sepertinya aku akan memberikan dia marga Lee lagi karena ayahnya sendiri entah bermarga apa. Kakak tidak tahu," Lee mulai menundukkan wajahnya, dia benar-benar tidak tahu Marga dari Ayah sang bayi. Dia memutuskan untuk memberikan nama keluarganya sendiri.
__ADS_1
"Tidak apa-apa kak, ini adalah sebuah kecelakaan. Tetapi ini adalah anugerah untuk kita, kakak tidak usah menyesalinya," ucapin Nana dengan senyuman manisnya dia memang selalu memberikan semangat untuk Lee, baik susah ataupun senang. Dia memang seorang adik yang sangat baik dan penurut.
"Aku tidak menyesali kejadian itu, ini semua atas kehendak Tuhan. Dan aku sangat bersyukur karena bisa menjadi seorang ibu walaupun menjadi seorang ibu tunggal, tapi setelah kini usia kehamilan menginjak 9 bulan, aku benar-benar sudah putus asa. Sepertinya aku sudah tidak bisa berharap lagi dia datang menemuiku, aku persiapkan diri menjadi ibu tunggal, aku akan memberikan dia sebuah Marga dari keluarga kita, Lee Woo Joon untuk anak laki-laki, dan Lee Yu zie untuk anak perempuan," tutur Lee Ji An dengan mata yang berkaca-kaca. Wanita itu benar-benar sudah memantapkan hatinya bahwa dia akan melupakan Nathan untuk selamanya karena dia sudah lelah untuk berharap bertemu dengan Nathan.
"Jangan bersedih seperti itu, kakak harus bersemangat. Mungkin kamu dan dia memang tidak berjodoh. Sebaiknya Kakak segeralah membuka hati kakak untuk menerima pria lain, yang bisa menerima kamu apa adanya!". Tutur Kim Nana menggenggam erat tangan Lee Ji An.
"Mana ada pria yang mau kepada wanita yang sudah hamil diluar nikah," ucap Lee terkekeh, lalu dia pun menundukkan wajahnya, sesaat dia terlihat begitu sedih mengingat nasibnya yang begitu buruk.
"Bukankah Kak Sehun sangat menyukai Kakak, aku dengar dia akan datang kemari mengunjungimu," kata Kim Nana.
"Aku melarangnya untuk datang ke sini, untuk apa dia ke sini mungkin dia hanya ingin menertawakan aku saja," kata Lee dengan senyum manisnya.
"Itu tidak benar, kak Sehun bahkan ingin bertanggung jawab kepadamu. Dia kan main ke rumahku bukan ke rumahmu, aku yang mengundangnya bukan dirimu," Kim Nana menjelaskan kepada Lee Ji An bahwa Sehun datang kemari, memang karena undangannya. Lee Ji An menghela napas atas tindakan bodoh yang dilakukan oleh Kim Nana. Kenapa Kim Nana bisa mengijinkan Sehun untuk datang ke rumahnya, itu sama saja dengan mengijinkan Sehun bertemu dengannya.
Bersambung🌸
Haii sahabat Nathan dan Lee makasi udah nunggu Lee ya, jangan lupa vote dan beri jempol, oke kak..
__ADS_1