
Sehun.
Apa yang aku lakukan, apakah semua ini sudah benar. Aku hanya ingin membuka mata Lee. Siapa orang yang paling mencintai dia aku atau si brengs*k Nathan itu. Aku tidak percaya bahwa gara-gara ucapanku seperti ini membuat Lee Ji An drop seperti itu. Apakah aku salah dengan semua tindakanku.
Aku tidak mau hal ini terjadi menimpa Kekasihku. Aku tidak mau melihat Lee menderita seperti itu. Ya Tuhan darahnya begitu banyak mengalir dari organ intimnya. Pertama kali aku melihat darah yang sebanyak itu. Pasti sangat kesakitan. Apakah itu karena aku?
Ya Tuhan kalau memang karena ucapan aku Lee menjadi seperti ini maka Tolong maafkanlah aku. Aku telah berdosa menyakiti wanita yang paling aku cintai. Satu hal saja yang ingin aku lakukan, aku berbuat hal itu karena aku ingin membuka mata Lee dengan lebar.
Aku ingin Lee tahu bahwa aku begitu mencintainya, bahwa si brengs*k itu hanya berpura-pura mencintainya. Sekarang aku tidak tahu harus berbuat apa lagi Ya Tuhan. Ini semua salahku. Aku telah membuat Lee shok seperti itu. Apakah jika tadi aku tidak mengatakan apapun kepada Lee, apakah perdarahan ini terjadi atau tidak. Aku harus bagaimana lagi apa yang harus aku lakukan.
Suara bising Perawat di dalam ruangan telah membuat tubuhku bergetar hebat karena ketakutan. Para Perawat berlarian menuju ke ruangan membawa beberapa labu kantung darah. Darah yang sudah mengalir deras mungkin akan segera diganti oleh transfusi darah yang Perawat itu ambil. Apakah aku harus mendonorkan darahku? Apakah aku cocok untuk dia?
Jika darahku cocok maka aku dengan ikhlas menyumbangkan semua darahku untuknya. Biarlah aku yang kehabisan darah daripada Lee menderita seperti itu. Ini semua gara-gara aku, ini semua karena ucapanku. Wanita yang paling aku kasihi setelah bertarung nyawa gara-gara si brengs*k itu. Pria yang sangat tidak bertanggung jawab yang kini datang seolah-olah menjadi pahlawan untuk Lee Ji An.
Benar dia bak Pahlawan yang datang kesiangan. Gara-gara dia Lee sampai terjatuh dan pendarahan. Dan ini adalah perdarahan yang kedua kali yang dialami dalam persalinannya. Tuhan apakah manusia memiliki darah yang cukup banyak untuk hidup. Terlihat begitu menyeramkan ketika darah itu mengalir keluar dari dalam organ intimnya.
Aku harus apa, aku harus bagaimana Maafkan aku Lee. Tolong maafkan aku! Tidak menyangka ucapanku telah menyakiti hatimu, bayimu memang telah tiada karena Dokter telah mengatakan hal itu dengan jelas, aku hanya berpikir sekarang atau besok sama saja untuk mengatakan semua hal itu kepadamu.
__ADS_1
Tetapi ternyata aku salah gara-gara ucapanku kamu menjadi seperti ini. Mulutku tidak bisa dijaga. Seharusnya aku diam saja membiarkan pria brengs*k itu membohongimu. Satu hal saja yang ada dalam pikiranku saat itu, aku ingin membuka matamu bukan ingin melihat kamu menderita seperti ini.
Kamu harus kuat, kamu harus bangkit, kamu harus selamat. Hiduplah dengan panjang umur dan sehat. Tolong maafkan aku karena aku, dirimu begitu tersiksa seperti ini. Aku memang bukan pria yang baik, tetapi aku hanya punya cinta untukmu Lee. Aku sudah mencintaimu sejak lama, aku sudah mendambakanmu selama bertahun-tahun.
Aku bahkan menerimamu dalam kondisi kamu sedang hamil seperti ini. Bahkan aku berniat untuk menjadi Ayah dari putra atau putrimu. Aku tidak mempermasalahkan siapa Ayah dari bayimu. Siapa orang yang telah membuatmu hamil dan tidak bertanggung jawab seperti itu. Aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu.
Aku menerimamu apa adanya dengan tulus. Karena rasa cintaku tidak memandang semua itu. Aku bahkan rela keluar dari rumah hanya untuk melindungimu. Kini aku merasa bersalah karena diriku kamu bahkan bertaruh nyawa untuk kedua kalinya. Semangat Lee kamu harus tetap hidup, kamu harus menerima permintaan maaf dariku dan memaafkan aku yang sangat berdosa ini. Aku berdosa karena telah berbicara sembarangan tanpa mengetahui situasi dan kondisimu Sayang.
Jika memang suatu saat kamu kembali tersenyum menyapaku, dan memberikan aku sebuah sapaan penuh cinta, maka saat itu aku akan menjadi pria pertama yang akan membahagiakanmu. Jika saat itu tiba ternyata kamu menerima aku, maka aku akan menjadi pria pertama yang akan menjadi pelindungmu.
Hawa ketakutan kini sudah menyelubungi seluruh tubuhku. Gemetar pun sudah tak bisa aku rasakan lagi, tanganku sudah mulai lemas, kakiku bahkan tidak bisa untuk bertumpu. Kini aku hanya bisa duduk menunggu di depan pintu kamarmu.
Suara rusuh di dalam masih terdengar kencang di telingaku. Aku melihat keluar jendela ternyata hujan sudah membasahi atap Rumah Sakit. Hujan angin dan petir sudah menggelegar terdengar di telingaku. Petir itu menggema benar-benar membuat aku begitu ketakutan.
Petir itu seolah memarahi aku, hujan itu seolah ikut menangisi dirimu. Aku sendiri dengan rasa bersalahku, tak bisa lagi mengungkapkan kata-kata selain meminta maaf. Maafkan aku Lee. Tolong maafkan aku karena itu kamu harus hidup, kamu harus kuat kamu semangat, dan bangun untuk mendengar permintaan maaf dariku.
Sesaat aku menoleh kearah pria yang benar-benar brengsek di muka bumi ini. Dia mengaku dari keluarga Liao yang datang secara tiba-tiba mengubah suasana menjadi Petaka. Pria itu pun terlihat ketakutan sama halnya seperti aku. Padahal awal kejadian semuanya berawal darinya.
__ADS_1
Dia memang sumber malapetaka untuk kamu Lee. Aku akan selalu melindungimu dari pria Brengs*k itu. Aku tidak akan membiarkan pria itu mendekatimu, lihat saja aku akan selalu menjadi malaikat pelindungmu. Kemarin sesaat semuanya baik-baik saja, saat aku datang ke rumahmu aku melihat kondisimu, dirimu begitu ceria sehat dan cantik.
Kamu masih cantik dengan perutmu yang gendut dan pipimu yang cubby. Aku sungguh menyukaimu dalam kondisi hamil besar seperti itu. Aura kecantikanmu terpancar. Kamu adalah malaikat yang menyamar menjadi seorang wanita yang begitu cantik di mataku.
Tetapi semenjak kejadian itu semuanya berubah. Senyummu hilang menjadi kesakitan gara-gara pria yang bernama Nathan Liao itu. Aku membenci pria itu. Aku akan membuat dia pergi jauh darimu. Karena ternyata dengan kedatangan dia hanya membuat kamu menderita seperti ini Lee.
Dia pria yang tidak bertanggung jawab. Yang berlagak seperti Pahlawan kesiangan. Bullshit dengan semua kata cinta yang diucapkan. Pada kenyataannya dia telah meninggalkanmu Lee, dia telah membuat kamu terjatuh dan bertaruh nyawa seperti ini. Aku akan menjauhkanmu dari pria macam itu.
Bersambung.
🌺🌺🌺🌺🌺
Catatan Kecil Author :
kakak jangan lupa ya like dan bintang, juga vote... oke...
Salam sayang dariku, Evangelin Harvey/ Lee
__ADS_1