
Setelah Lee Ji An merapikan sepatu bayinya, wanita itu segera kembali menghampiri kekasih dan putranya, dia begitu tenang melihat Nathan menggendong putranya dengan dekapan penuh kasih sayang seperti itu.
Dia tidak sia-sia berusaha melahirkan buah hatinya dengan seluruh perjuangan dan pengorbanannya. Baby Ryu Jin adalah bayi yang seolah-olah menjadi sebuah penerang dalam hidupnya, walaupun kelahirannya tanpa ikatan pernikahan. Tetapi dia sangat menyayangi bayi tersebut, bayi yang sudah dia lahirkan dengan bertaruh nyawa.
Dan kini bahkan dicintai oleh keluarga dan juga ayahnya, sebagai seorang ayah Nathan memiliki perasaan yang begitu hebat kepada putranya, setelah selama ini dia merasa sedih dan kecewa karena telah kehilangan putri kesayangannya. Putri yang kini sudah terbaring di dalam kubur dan sempat membuat hatinya terluka.
Kini kekecewaannya telah hilang dan semua telah berubah menjadi sebuah kebahagiaan, karena kehadiran baby Ryu Jin dan wajah mereka yang tidak luput dari perhatian, karena kemiripan yang mereka miliki.
"Sayang, hari ini nenek mengajakmu untuk keluar, kamu berangkat saja bersama nenek berdua ya, aku biar di sini saja, menjaga bayi kita," kata Nathan kepada Lee Ji An.
"Memangnya nenek mau mengajak kita ke mana?" tanya Lee Ji An bertanya kepada Nathan.
"Bukan kita, tapi kamu saja, kamu berangkat sama nenek. Nenek ingin kamu menemaninya, aku di sini saja bersama baby, ayah di sini ya de, ayah hari ini tidak ingin kemana-mana, hanya ingin menemani dede saja," kata Nathan sambil memandang buah hatinya dengan begitu mesra.
"Oh begitu kah, ya sudah nenek menginginkan aku datang jam berapa?" Lee Ji An mempertanyakan itu kepada Nathan, pasalnya dia harus bersiap-siap sebelum dia beranjak ke rumah nenek.
__ADS_1
"Sekarang kamu kasih dulu ASI buat baby kita, setelah itu kamu bersiap, berangkat bersama sopir. Mobil sudah menunggu di bawah, biar aku yang jaga bayi kita di sini," kata Nathan sambil menyodorkan baby Ryu Jin untuk segera disusui oleh Lee Ji An.
Lee Ji An pun dengan segera menggendong buah hatinya, dia tidak malu menyusui di depan Nathan, Nathan begitu senang melihat bayinya menyusu dengan begitu hebat dan kuat. Nathan ingin Baby Ryu Jin tumbuh besar dengan asupan ASI yang banyak dan kuat.
"Ya sudah, tapi kalau ada apa-apa kamu telepon saja ya. Apa kamu bisa cara mengganti popok? Kalau nanti baby Ryu jin pup atau pipis," kata Lee Ji An sambil menyusui bayinya.
"Aku sih belum pernah melakukannya, tapi semalam aku sudah melihat tutorial mengganti popok dan hal lainnya di channel YouTube jadi kamu tidak usah khawatir, pokoknya aku akan merawat bayi kita. Dari pada baby kita dititipkan pada orang lain, lebih baik jika ayahnya sendiri yang menjaga," kata Nathan dengan memberikan senyum yang manis, untuk membalas senyuman dari kekasihnya, wanita itu pun kini telah selesai menyusui buah hatinya dan langsung memberikan buah hatinya dalam pangkuan matang.
Lee Ji An lalu ke dapur untuk sekedar sarapan, setelah itu dia pun segera pamit kepada Nathan, hendak pergi bersama sang nenek. Lee Ji An sudah naik mobil bersama sopir dan hendak pergi menyebut nenek di mansion-nya, tidak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di kediaman, nyonya Liao. Rumah yang cukup luas dan sangat bagus serta indah, Lee langsung menyapa sang nenek dengan ramah, neneknya memeluk Lee Ji An dengan penuh kasih sayang, mereka akhirnya segera berangkat ternyata sang nenek mengajak Lee Ji An ke sebuah toko perhiasan.
Kini nenek dan Lee sudah sampai di toko perhiasan, nenek memasangkan banyak sekali perhiasan untuk Lee Ji An.
"Tidak bisa, menantu keluarga Liao harus diberikan banyak sekali perhiasan, karena itu sudah turun-temurun dari keluarga kita bahwa menantu keluarga akan diberkahi dengan banyak kebahagiaan, sesuai dengan harkat dan derajat keluarga," kata sang nenek sambil mengambil sebuah gelang yang akan dipakaikan kepada Lee Ji An.
"Kalau memang seperti itu, ya sudah tidak apa-apa, tapi aku hanya merasa tidak enak harus menerima banyak sekali perhiasan dari nenek," kata Lee Ji An kepada sang nenek.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, lagian yang kamu adalah cucuku, cucu menantuku satu-satunya, aku tidak memiliki keturunan lain selain Nathan dan kamu, kamu adalah pewaris dari semua yang nenek miliki, maka nenek akan menyerahkan semuanya untukmu. Tanpa kamu minta sayang," kata sang nenek sambil kembali mengambil sebuah cincin untuk dicoba oleh Lee Ji An.
"Ya ampun nenek, kata-kata itu selalu membuat aku malu, benar aku tidak menginginkan harta lainnya sama sekali," kata Lee Ji An tersenyum manis.
"Nenek tahu keluargamu juga keluarga yang berkecukupan, tetapi tetap saja, nenek harus memberi banyak perhiasan untuk kenang-kenangan, bahwa pernikahanmu begitu dinantikan," kata sang nenek kembali mengambil sebuah kalung untuk dicoba oleh Lee Ji An.
Wanita itu hanya bisa tersenyum dan hanya bisa menurut saja, keinginan sang nenek. Kini bahkan dia sudah mencoba beberapa cincin gelang dan kalung, tidak tanggung-tanggung nenek memberikan 3 set perhiasan untuk Lee Ji An dan itu membuat Lee tertawa, banyak sekali yang dia dapat padahal pernikahannya saja belum terlaksana.
"Apa ini tidak terlalu banyak, banyak sekali Nenek, aku hanya butuh sepasang cincin pernikahan yang akan aku kenakan setiap harinya, agar orang tahu bahwa aku memang sudah menikah," ungkap Le Ji An sambil tersenyum ke arah sang nenek.
"Tidak apa-apa Lee, 10 pasang cincin 10 kotak perhiasan, itu bahkan tidak ada artinya dengan kamu dan Nathan, pernikahanmu dan Nathan sangat didambakan, dan nenek pun berharap kamu bisa melahirkan banyak keturunan untuk keluarga kami, lahirkanlah bayi yang banyak 1,2,3 bahkan 5 orang anak. Nenek pasti akan sangat bahagia," kata sang nenek sambil berkata dengan mata yang berkaca-kaca, nenek itu memang mengungkapkan seluruh isi hatinya, bahwa keturunannya terancam punah kalau Nathan tidak menikah.
Karena dengan Nathan menikah semuanya akan menjadi lebih nyata, dan pasti Nathan akan memberikan banyak keturunan untuk keluarga.
"Baiklah aku akan melahirkan banyak anak untukmu. Aku bahkan sudah melahirkan 2 bayi kembar," kata Lee tanpa sengaja mengucapkan hal itu kepada sang nenek.
__ADS_1
"Benarkah? Apa maksudmu dengan bayi kembar? Apakah kamu sudah mengetahui bahwa bayimu meninggal?" kata nenek Liao kepada Lee, Lee Ji An pun hanya menundukkan wajahnya dia tidak bisa menjawab apapun karena selama ini dia berpura-pura tidak tahu, untuk menutupi semua luka dalam hatinya. Nenek Liao berpikir bahwa keluarganya telah mengatakan bahwa Lee Ji An memiliki bayi kembar, karena bayi yang meninggal adalah bayi perempuan, sedang bayi yang diadopsi adalah bayi laki-laki. Karena itulah keluarga mengatakan bahwa bayi Lee Ji An kembar.
🎄B🎄e🎄r🎄s🎄a🎄m🎄b🎄u🎄n🎄g