
Setelah itu mereka pun akhirnya memutuskan untuk berangkat ke Rumah Sakit, meninggalkan tempat pemakaman. menyisakan rasa sakit yang mereka rasakan, tetapi setidaknya ada kabar bahagia yang mereka dapatkan bahwa ada bayi lain yang mereka miliki selain bayi yang tadi mereka kunjungi.
Tuhan begitu baik kepada mereka, membiarkan Lee mengandung dua bayi kembar. Karena itu di saat mereka begitu sedih karena bayi satu telah meninggal, ada bayi lain yang bisa menghibur hati Lee Ji An. Karena sangat tidak bisa di bayangkan ketika Lee mengetahui bahwa bayinya telah tiada, hatinya pasti akan sangat hancur, jiwanya akan terpuruk dan dia akan mengalami shok untuk kedua kalinya dan itu sungguh sangat metakutkan.
Di dalam perjalanan mereka pun hanya bisa terdiam, hati mereka berdebar dengan sangat kencang, karena mereka sudah merindukan Putri mereka, yang sudah tidak berjumpa lama, sudah sembilan bulan lalu dan sekarang mereka sudah memaafkan Lee Ji An memaafkan Putri kesayangannya, karena yang terjadi hari ini telah membuat mereka membuka mata dan hati telah membuat mereka menyadari bahwa Lee begitu berarti.
Mereka dan tidak mempedulikan lagi soal apapun, yang penting Lee Ji An sekarang sembuh. Yang penting Lee cepat sehat, mereka memaafkan Lee Ji An dengan hati yang tulus, menyadari bahwa Lee begitu berarti untuk mereka, mereka tidak akan pernah melakukan kesalahan lagi, mengusir Lee untuk kedua kali, kini bagaimanapun caranya Lee harus merasakan kebahagiaan hangatnya sebuah keluarga seperti dahulu kala.
Sesampainya mereka di Rumah Sakit mereka benar-benar merasakan perasaan berkumpul hebat, kerinduan yang memuncak telah mereka rasakan. Bagaimana tidak memuncak selama sembilan bulan bahkan mereka tidak berjumpa dengan Putri kesayangan mereka dan mereka akan berjumpa dengan Putri yang menjadi Putri bungsu mereka, yang menjadi Putri kesayangan serta kebanggaan mereka, kesalahan Lee akan melupakan mereka kini akan mencurahkan seluruh kasih sayang kepada Lee dan putranya.
"Aboeji komponen kita akan kemana dulu apakah kita akan melihat Lee langsung, apa mau lihat bayinya dulu?" tanya Lee Young Joon kepada kedua orang tuanya. Mereka kini sudah berjalan di Lobby Rumah Sakit.
"Kita lihat bayinya dulu, Aboeji ingin melihat kondisi bayinya terlebih dahulu, sebelum kita melihat kondisi Ji An," kata sang Ayah kepada Putra sulungnya dan Lee Young Joon pun mengangguk, Lee Young Joon menuntun mereka berjalan ke arah tempat dimana ruang Perinatologi berada.
Sesampainya mereka di ruang Perinatologi mereka tidak bisa masuk ke dalam ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Karena mereka bertiga dan yang bisa masuk hanya satu orang saja, itupun bergantian dan tidak bisa langsung ke dalam, mereka hanya bisa memantau dari kaca yang berada di dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
Akhirnya satu persatu dari mereka masuk ke dalam ruangan tersebut. Yang pertama masuk adalah Aboeji dia merasa sangat bersalah saran kepada Cucu laki-lakinya Aboeji, merasa bersalah karena telah mengusir Puterinya dan kini terjadi tragedi yang sangat mengerikan membuat dia merasa sangat tersiksa dengan rasa bersalahnya.
Setelah Aboeji akhirnya bergiliran, kini giliran Eomoeni yang masuk ke dalam ruangan tertutup Eomoeni tidak kuasa menahan tangisnya dia terus menangis selama berada di dalam ruangan tersebut karena memang baiknya Lee belum sehat seutuhnya.
Setelah melihat kondisi sang Bayi mereka memutuskan untuk duduk sebentar di ruang tunggu ruangan Perinatologi mereka belum bisa masuk ke ruangan Lee karena mereka masih menangis dengan sedih.
"Apakah Cucu kita akan selamat, Sayang?" tanya Eomoeni kepada Aboeji. Wanita itu masih terus meneteskan air matanya karena dia masih merasakan kepedihan, ketika melihat kondisi Cucunya, yang menjadi cucu pertama mereka.
"Pasti Cucu kita akan selamat, Sayang. Yakinlah kepada Tuhan dan tadi juga Dokter mengatakan bahwa Cucu kita mengalami kemajuan yang baik, kesehatannya berangsur pulih. Walaupun dia belum bisa keluar dari ruangan Intensive yakinlah, Sayang?" Ayah kembali mendekap lembut sang istri dan ibu benar-benar merasakan Rasa Sakit hati yang teramat dalam, cuman bedanya Eomoeni memperlihatkan semua kesedihannya dan Aboeji menahan semua kesedihannya mereka dua sisi yang sangat berbeda.
"Bayi itu Joon beri nama, Lee Wu Jin," kata Lee Young Joon kepada kedua orang tua mereka.
"Ya Tuhan bahkan bayi itu tidak memiliki Marga dari Ayahnya!" kata sang Ayah dengan begitu sedih.
"Sebenarnya Ayah sang bayi ada di sini Aboeji dan dia ternyata keturunan dari Tiongkok, dia bermarga Liao," tutur Lee Young Joon kepada kedua orangtuanya.
__ADS_1
"Apa? Benarkah pria Brengs*kk itu ada disini, pria yang sudah menghamili Putriku ada disini, apa tadi kamu bilang Marganya Liao?" Sang Ayah begitu terkejut mendengar ucapan dari Putra sulungnya. Tubuhnya bergetar tidak karuan dia sungguh tidak menyangka bahwa pria Brengs*kk itu bisa berada di Rumah Sakit ini.
Pria yang sudah membuat putrinya menanggung semua penderitaan sendirian. Pria itu benar-benar membuat Aboeji begitu marah dia rasanya ingin mengamuk kepada tersebut dan mempertanyakan kenapa Pria itu sampai meninggalkan Lee Ji An.
"Jadi kekasihnya Lee ada di sini sekarang, dan dia bermarga Liao?" Eomoeni merasakan getaran yang teramat dalam ketika menyebutkan warga Liao.
"Iya dia bernama Nathan Liao, setelah aku selidiki ternyata memang keluarganya adalah orang yang sangat terpandang di Tiongkok, dia adalah pewaris dari perusahaannya dan dia adalah Cucu satu-satunya, orang tuanya meninggal sejak dia masih kecil," kata Lee Young Joon menuturkan semuanya kepada kedua orang tuanya.
"Aboeji bagaimana ini?" Ibu terlihat begitu ketakutan saat mendengar ucapan yang dikatakan oleh Lee Young Joon.
Sedangkan Ayah hanya bisa menggelengkan kepalanya. Mereka berdua terlihat sangat stress setelah mendengar bahwa Nathan Liao dari Tiongkok adalah Ayah dari cucunya.
"Aboeji Eomoeni sebenarnya apa yang terjadi kenapa seolah-olah kalian sangat mengenal Marga itu?" Lee Young Joon mengerutkan dahinya dia merasa heran kepada kedua orangtuanya kenapa kedua orang tua mereka bersikap seperti itu dan itu begitu mencurigakan.
"Eomoeni Aboeji cepat katakan pada Joon apa yang sebenarnya telah terjadi kenapa kalian hanya terus diam seperti ini?" Lee Young Joon benar-benar merasa penasaran tentang sikap kedua orang tuanya. Namun sang Ayah hanya menggelengkan kepalanya tanpa bisa berkata apapun sedangkan sang Ibu menangis dengan tangisan yang begitu lirih.
__ADS_1
Bersambung.