Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Pulihkan dahulu


__ADS_3

"Cucuku sayang betapa malang sekali nasib mereka. Apakah sekarang kondisi kekasihmu baik-baik saja, Nainai ingin segera bertemu dengan Lee. Bagaimana kondisinya sekarang? Ya Tuhan kalau memang sudah Takdir bayi kamu harus meninggal tidak apa, itu mungkin sudah jalan yang terbaik yang Tuhan berikan kepada kita, kita hanya bisa bersabar dan ikhlas. Tetapi ternyata seperti ini Tuhan ... yang sangat aku dambakan ternyata telah pergi meninggalkan Nainai. Nainai bahkan belum sempat melihatnya, cicit Nainai mendahului Nainai lagi mengejar Nainai dan kakeknya kenapa bisa terjadi hal seperti ini?" Nenek Liau menangis dengan begitu lirih. Dia menyesali keadaan kenapa sampai tidak bisa bertemu dengan Cicit yang sangat ia dambakan.


"Takdir Tuhan begitu kejam, aku pun bahkan belum sempat melihat bayi itu bernapas, aku sudah langsung melihat saja bayi itu terbujur kaku. Putriku yang harusnya sekarang aku peluk ternyata memang sekarang sudah terbaring di dalam tanah," Nathan pun meneteskan air matanya mengingat kembali prosesi pemakaman kemarin.


"Nainai ingin bertemu dengan kekasihmu tetapi Nainai ingin juga pergi ke pemakaman Cicitku, Nainai harus kemana terlebih dahulu? Ya Tuhan tubuhku tiba-tiba saja bergetar seperti ini," Nenek Liao benar-benar menangis dan benar-benar tidak bisa menghentikan tangisnya air matanya mengucur deras tanpa bisa dikendalikan.


"Nenek sebenarnya Lee sendiri sedang dalam masa kritis dia masih berada di ruangan Intensif dan dia masih mengalami koma, belum sadarkan diri sampai saat ini," tutur Nathan kepada sang Nenek.


"Apa? Jadi Lee sakit jadi masih belum sadarkan diri?" Nenek Liao semakin terkejut mendengar ucapan dari Cucunya. Cucu menantunya ternyata masih dalam kondisi koma, tidak percaya bahwa semua ini nasibnya ini.


"Tapi Nainai tidak usah khawatir. Tuhan pasti tidak akan mengambil Lee dan diperlukan kita akan berusaha Menemani Lee dalam kesepiannya, karena itu Nathan ingin pergi menemui dia, menemani dia di sana Nainai, Nathan ingin berada dekat dengannya. Walaupun kondisinya masih koma tetapi kehadiran Natal Di sampingnya bisa membuat dia bersemangat untuk bangun," kata Nathan sambil menggenggam tangan sama Nenek dengan begitu erat.


"Semoga saja memang seperti itu, semoga saja Tuhan berbaik hati kepada kita, berdo'a saja dan setiap hari harus berdo'a tidak boleh ada kata lelah untuk berdo'a. Semoga Tuhan mengabulkan keinginan kita menyembuhkan kekasihmu. Nainai ingin melihat kalian bahagia aku ingin melihat kalian menikah kamu dan Lee harus segera bersatu biar kalian mendapatkan keturunan kembali!" kata sang Nenek sambil mencoba menyeka air matanya. Wanita itu memang merasakan kesakitan teramat dalam luka hati yang begitu melirih dirasakan saat ini tetapi dia berusaha untuk lebih Tegar.

__ADS_1


Di usianya yang sudah sangat renta, dia berharap Cucunya bisa secepatnya menikah dan memberikan dia keturunan karena dia sendiri yakin usianya tidak panjang lagi dia sudah sangat rentan dan tua, dia sudah hampir menginjak usia enam puluh delapan tahun, beruntunglah ia masih memiliki kesehatan dan juga bisa beraktivitas seperti biasanya di kantor. Kalau memang kadang-kadang Nenek merasa lelah dan tiba-tiba saja kondisinya melemah.


"Nathan kamu belum boleh untuk datang menjenguk kekasihmu, karena kamu masih sakit kamu baru saja satu hari dirawat di kamar ini, Nainai hanya ingin kamu sehat terlebih dahulu, setelah sehat kamu bisa pergi kemanapun itu, kamu akan ditemani oleh sekretaris yang di sini. Sedangkan Nainai akan pergi ke ruangan Intensif bersama dengan Yuan Chuan," kata sang Nenek sambil menolehkan sedikit senyum kepada Cucunya.


"Aku ingin bertemu dengan Lee Ji An, kenapa Nenek pun bahkan tidak mengijinkan aku!" kata Nathan.


"Bukannya Nainai melarang untuk kamu bertemu dengan kekasihmu itu, tetapi lihatlah kondisimu saat ini lebih penting daripada apapun, kamu harus sehat terlebih dahulu setelah itu kamu bisa pergi na!" kata sang Nenek memberi penjelasan kepada Cucunya.


"Tapi Nek aku ingin merawatnya. Aku ingin bersamanya. Siapa tahu dengan kami bersama kami akan saling menguatkan dan bisa sehat bersama-sama!" Nathan bersikeras kepada sang Nenek dia ingin sekali berjumpa dengan Lee dari kejauhan ia melihat Lee tidak apa-apa.


Andai saja Nathan mengetahui hal itu pasti dia begitu bahagia, dia akan segera pergi mengejar kekasih hatinya tanpa peduli apapun, dia pasti akan segera memeluk kekasih hatinya dengan dekapan penuh penuh kasih sayang.


"Tidak ada tapi-tapian Cucuku, kamu itu teramat penting buatku, tubuhmu itu harus dijaga itu bumi itu harus di rawat benar-benar harus dirawat?"

__ADS_1


"Ayolah tolong lah aku, Nek!" Nathan sekali lagi mohon kepada sang Nenek agar memperbolehkan dingin untuk melihat Lee Ji An.


"Tidak bisa Cucuku, Sayang. Kamu itu adalah segalanya untukku. Kesehatanmu lebih utama daripada apapun. Aku tidak mau kehilanganmu. Aku tidak mau melihat kamu sakit dan terpuruk lagi aku sangat menyayangimu melebihi apapun Ini adalah rasa sayangku kepadamu membiarkan kamu beristirahat di sini!" kata sang Nenek sambil menatap cucu kesayangannya dengan matanya yang basah.


Pria itu kini tidak bisa berkutik sama sekali, Dia hanya bisa terdiam dengan seribu kegundahan yang dia rasakan. Entahlah dia harus berbuat apa untuk saat ini. Rasanya teramat sedih karena harus diam di kamar rawat berjauhan dari Lee Ji An. Sungguh sangat menyebalkan ketika dua orang kekasih yang sangat mencintai bahkan kini keduanya tengah sakit.


"Kamu bersama Sekretaris Han disini baik-baiklah, istirahat, pulihkan energimu. Apapun yang kamu inginkan katakan saja kepada Sekretaris kamu tidak bisa pergi keluar begitu saja," sang Nenek menatap Cucunya dengan tatapan penuh kasih sayang. Lalu kini dia beralih menatap sekretaris Han.


"Sekretaris Han dengarkan aku baik-baik, jaga Cucuku disini jangan sampai dia keluar dari ruangan ini, kondisinya belum pulih ia masih dalam kondisi yang sangat lemah. Lihatlah betapa pucat wajahnya dia menganggap sakitnya itu enteng. Padahal dia sudah mengalami anemia berat seperti ini, kamu harus bisa menjaganya, taruhannya adalah pekerjaanmu, jika kamu tidak bisa menjaga Nathan dan membiarkan Nathan keluar dari ruangan ini, maka aku akan memecatmu sekarang juga!" kata Nenek Liao kepada Sekretaris Han.


"Baiklah Ibu presdir, saya akan berusaha menjaga Tuan Muda di sini," ucap Sekretaris Han dengan senyumannya kepada sang ibu Presidem Direktur.


Bersambung.

__ADS_1


kakak budayakan like setelah membaca, yg baca banyak tapi yang like ko sedikit ya, aku jadi malas lanjut kalo begini.


__ADS_2