
Seoul City, Korea Selatan.
"Tidak mungkin, tidak mungkin. Pasti Lee putriku akan baik-baik saja. Lee putriku sayang akan baik-baik saja, benarkan Mi So, katakan pada Eomoeni kalau Lee akan selamat!" tangis Eomoeni dengan sangat nyaring.
Lee Young Joon dan Kim Mi So hanya bisa terdiam dengan air mata yang terus menetes tanpa bisa mereka sadari. Mi So lalu memeluk sang ibu mertua dengan begitu erat.
Sebuah kekacauan yang terjadi pada saat resepsi pernikahannya. Harusnya hari ini menjadi hari yang terbaik bagi mereka, karena hari ini adalah hari pernikahannya. Tetapi ternyata hari ini adalah hari yang paling menegangkan, serta menyedihkan untuk keluarga Lee Ji An sendiri.
"Eomoeni... Kita harus berpikir positif, semoga saja memang Lee sekarang sudah selamat dan baik-baik saja," kata Kim Mi So sambil memeluk Ibu mertuanya dengan penuh kasih sayang.
Hari ini tamu undangan datang begitu banyak dan pesta pun begitu meriah, tetapi pengantin malah berada di dalam kamar dengan kepedihan yang mendalam. Kim Nana beserta Aboeji, Haraboeji, Halmoeomi tidak mengetahui tentang kejadian yang menimpa Lee Ji An. Karena Joon sendiri takut mengacawkan pesta di luar.
Saat ini Aboeji dan yang lainnya sedang menerima tamu di luar. Hanya mereka bertiga lah yang mengetahui perihal kejadian yang menimpa putri bungsu mereka. Tidak ada yang boleh mengetahui tentang kehamilan Lee Ji Anan di Korea.
Karena itu adalah sebuah aib terbesar di dalam keluarga Lee yang sangat kolot. Bahkan jika sampai para tetua tahu tentang kehamilan Lee, maka keluarga akan sangat terhina karena para tetua pasti akan mengejek keluarga mereka. Karena itulah Lee Young Joon memutuskan untuk merahasiakan terlebih dahulu kejadian yang menimpa adiknya kepada Aboeji, Haraboeji dan Halmeoni.
Agar mereka bertiga bisa tenang menyambut tamu undangan, dan tidak membuat rusuh pesta apalagi Halmeoni. Andai saja Halmeoni mengetahui tentang kejadian naas yang menimpa cucu kesayangannya, dia pasti akan menangis meraung-raung ingin pergi ke Indonesia dengan secepat mungkin.
__ADS_1
Dan itu harus Lee Young Joon hindari agar pesta dan nama baik keluarga masih tetap terjaga.
"Joon sudah memesan tiket pesawat sepertinya yang akan berangkat ke Indonesia. hanya Joon dan bisa Mi So saja Eomma," tutur Lee Young Joon sambil menatap sang ibu dengan mata yang berkaca-kaca.
"Apa maksudmu Joon. Kenapa kamu hanya membelikan tiket untuk kalian berdua saja. Lalu bagaimana dengan Eomma, apakah kamu akan meninggalkan rumah disini dengan rasa sakit dan pedih serta kecemasan yang ada di dalam dada Eomma?" tangis sang ibu terpecah sudah, air matanya membanjir membasahi seluruh pipinya. Wanita paruh baya itu begitu sedih dengan kejadian putrinya teramat pedih. Apalagi ketika Putra sulungnya mengatakan bahwa dia tidak bisa berangkat ke Indonesia bersama.
"Karena itu akan mengundang kecurigaan untuk para tetua itu sendiri, kerabat kita masih akan tinggal di sini sampai seminggu pernikahan Joon dan Mi so, jika Joon dan Mi So berangkat ke Indonesia secepatnya, maka mereka hanya akan berpikir bahwa kami hanya ingin secepatnya berbulan madu ke Bali. Tetapi jika sampai Eomma ikut dengan kami, mereka akan bertanya-tanya dan Joon tidak mau sampai nama baik keluarga kita tercoreng," tutur Lee Young Joon kepada sang Ibu sambil menyentuh tangan ibundanya dengan begitu berat namun penuh kasih sayang.
"Kenapa masih memikirkan soal nama baik keluarga, di luar sana Lee tidak ada yang menemani, dia di sana sendiri. Apakah saat ini di sedang mengalami operasi tidak ada yang membantu dia, tidak ada yang mendukung dan memberi semangat. Apakah kamu setega itu pada adikmu?" tangis sang Ibu benar-benar membuat hati Joon terasa sangat sakit dan perih.
Lee Young Joon merasa sangat sedih mendengar ucapan sang Ibu, karena memang benar adanya Lee sedang bertaruh nyawa tanpa sanak saudara yang menemaninya. Lee butuh dukungan keluarga yang akan menemaninya, menyemangati hidupnya, agar dia tampak lebih kuat.
Lee Young Joon benar-benar merasa depresi karena kebingungan, harus berbuat apa. Pria itu tak kuasa untuk tidak menangis. Air matanya sudah mengalir deras semenjak tadi. Dia hanya bisa menangis di dalam diamnya. Siapa yang tidak bersedih ketika mendengar bahwa adik tercinta sedang mengalami musibah yang begitu fatal. Dan Lee Young Joon adalah kakak yang sangat mencintai adiknya.
"Joon merasa sangat pusing, karena Joon tidak tahu harus berpikir apa lagi. Joon sangat menyayangi Lee tetapi tidak mau keluarga kita tercoreng akibat hal ini," ucap Lee Young Joon dengan perlahan.
"Kamu keterlaluan Joon, kamu tega kepada adikmu," tangkas sang Ibu sambil mendorong putranya dengan perlahan agar menjauhi tubuhnya.
__ADS_1
"Maafkan Joon Eomoeni, ini harus kita lakukan demi kelangsungan perusahaan, agar tidak terjadi hal yang membuat saham kita turun," kata Lee Yong Joon.
"Saham perusahaan, nama baik, itu memang penting tetapi itu bisa dicari, kalau Lee Ji An sendiri apakah bisa dicari, jika terjadi sesuatu kepada adikmu. Apakah kamu bisa menggantikan dia? Tidak sama sekali. Lee Ji An hanya satu, satu-satumya adik kalian, dan kalian tidak bisa saling menggantikan satu sama lain, ibu mohon tolong ajak ibu ke Indonesia. Ayolah Putraku kita temani gadis kecil kita di sana!" tangisan Ibu benar-benar nyaring saat itu. Dia begitu pedih mengingat dia tidak bisa berangkat ke Indonesia untuk menemani gadis kesayangannya.
"Tolong maafkan putramu ini Eomma, tunggulah di sini sampai Joon memberikan kabar tentang kesehatan Lee, ini semua demi kebaikan kita semua, harap Eomma bisa mengerti," ucap Lee Young Joon kepada sang ibu.
"Eomoeni tenang saja, kita akan menemani Ji An, menemani dia sampai dia benar-benar sehat, dan kami akan memberikan kabar kepada Eomoeni secepatnya," kata Kim Mi So sambil memeluk sang ibu dengan begitu erat.
Ibu benar-benar tidak bisa menerima keadaan ini. Iya mendorong tubuh Kim Mi So dengan perlahan.
"Kalian tidak menyayangi aku, kalian tidak menyayangi ibumu ini, kalian membuat aku mati dengan kecemasan yang menghantui," kata sang ibu benar-benar merasa pedih saat ini.
"Bukan seperti itu Eomma," tangkas Lee Young Joon.
"Lantas apa? Semuanya tidak berarti, uang harta, kekayaan, nama baik, semuanya tidak berarti jika orang yang Eomma sayangi bahkan tidak bisa Eomma rawat. Lalu bagaimana jika terjadi sesuatu hal kepadanya, Apa kalian akan bertanggung jawab?"
🌺🌺🌺
__ADS_1
Catatan kecil Author
Sahabat Lee dan Nathan kita mulai hari ini ya, aku akan update setiap hari. jangan lupa berikan vote dan jempolnya.