Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Kepulangan Baby Ryu


__ADS_3

Dua hari kemudian Aboeji dan Eomoeni langsung menjemput Baby Ryu pulang ke rumah. Dan itu membuat Lee Ji An begitu bahagia, karena pada saat Lee Ji An bangun ternyata Baby Ryu sudah berada di rumahnya. Aboeji dan Eomoeni memang sengaja ingin menjemput berdua saja, karena takutnya Lee Ji An meminta Nathan untuk menemani mereka ke Rumah Sakit, karena itulah Aboeji dan Eomoeni mendahului Lee Ji An dan Nathan.


Saat ini Lee baru keluar dari kamar mandi dikejutkan dengan suara bayi yang membuat hatinya begitu hangat, bayi siapa lagi, tangis siapa lagi, dan suara siapa lagi kalau bukan suara Baby Ryu yang sangat dirindukan.


"Baby Ryu?" Wanita itu menatap sang bayi dengan mata yang berkaca-kaca, seolah tidak percaya bahwa di hadapannya kini ada bayi yang sangat dia rindukan, bayi yang dia lahirkan yang selama ini bahkan hanya bisa dia pandang di dari luar dan dia peluk sesekali.


Tetapi kini bayi itu sudah bergerak aktif bebas dan berada di rumah mereka. Tetesan air mata pun kini jatuh karena sangat bahagia.


"Sini peluk Baby Ryu," ungkap sang ibu kepada Putri bungsunya.


Lee Ji An melangkah dengan perlahan dan menyeka air mata yang menetes, dia tidak percaya bahwa sekarang bayinya sudah sehat dan mereka bisa tinggal bersama.


"Kapan sampai di sini? Kenapa tidak mengajak aku untuk membantu menjemput baby Ryu di Rumah Sakit?" Wanita itu kini duduk di samping sang ibu yang sedang menggendong bayinya.


"Kamu harus banyak istirahat, Sayang. Terlalu lama menggendong bayi bisa membuat kamu kelelahan, kami tidak mau terjadi sesuatu hal kepadamu. Kamu adalah putri kami yang sangat berharga, kesehatanmu adalah yang paling utama," ungkap sang ibu kepada putri kesayangannya. Lee terharu dengan kata-kata sang Ibu, lalu dia memeluk ibunya tersayang sambil memeluk buah hatinya juga.


"Sepertinya Baby Ryu ingin minum ASI, aku akan memberikan ASI Eomma," kata Lee Ji An Sambil mencoba menggendong buah hatinya.

__ADS_1


"Berikan ASI sebanyak mungkin, karena ASI adalah sumber makanan untuk bayi, tidak ada hal lain yang lebih berarti dan berharga selain air susu ibunya, karena tidak ada yang bisa menjual atau membeli air susu ibu," tutur sang ibu kepada buah hatinya, Lee pun tersenyum dan Lee langsung mencoba menyusui bayinya.


Benar saja, Baby Ryu langsung menyusu kepada ibunya. Bayi itu meminum air susu ibu dengan sangat lahap, dan membuat Lee Ji An begitu bahagia karena mulai sekarang dia akan tinggal bersama bayinya. Wanita itu benar-benar merasa sangat senang karena dia bisa mencurahkan semua kasih sayang dan perhatiannya untuk bayinya tercinta.


Kepulangan Baby Ryu kerumah membawa suasana rumah menjadi sangat hangat, semua keluarga terlihat begitu bahagia bukan cuma Lee Ji An atau kedua orangtuanya, tetapi sang kakaknya Lee Young Joon dan Kim Mi So pun begitu bahagia. Kini bahkan mereka melakukan video call ke Korea untuk memperlihatkan wajah cicit kesayangan mereka.


Halmeoni dan Halboeji begitu takjub melihat cicit mereka, ternyata tumbuh sehat dan begitu tampan. Awalnya mereka memang marah pada saat Lee saat diketahui sedang mengandung di luar nikah, tetapi kelahiran cicit mereka membuat mereka bahagia mereka. Akhirnya bisa melihat seat mereka di usia yang sangat renta.


Beruntung sekali karena mereka berdua masih bisa melihat walaupun sekarang jarak dan waktu memisahkan. Komunikasi terkini dengan video call membuat mereka bisa melihat secara langsung wajah tampan Cicit yang sangat berharga itu.


Di dalam sambungan video call tersebut mereka terlihat bahagia. Tidak disangka kekerasan hati Halboeji bisa luluu hanya dengan melihat wajah lucu dan tanpa dosa itu. Wajah Baby Ryu Jin memang sangat menggemaskan bahkan sekarang bayi itu sudah tertidur karena sudah kenyang menyusu pada ibunya.


"Maafkan Lee, Halboeji karena sudah membuat Halboeji malu, tapi Lee tidak menyesal karena telah melahirkan dia. Lee tidak menyesal karena telah mempertahankan dia. Lee tidak menyesal karena telah bertaruh nyawa untuknya, tetapi Lee menyesal karena sikap Lee membuat malu semua keluarga kita," ungkap Lee Ji An dengan tetesan air matanya.


Memang itu hanya sebuah video call tetapi mereka benar-benar terpaut suasana yang sangat memilukan. Rasa haru sedih dan bahagia menjadi satu, tatkala mereka bisa melihat bayi tak bersalah itu begitu sehat, walaupun proses persalinannya dan cara kelahirannya sangat tabu di mata keluarga besarnya yang kolot.


Tetapi sebagai seorang kakek buyut Halboeji akhirnya memaafkan semua kesalahan Lee Ji An dan berharap Lee bisa secepatnya pulang ke Korea agar mereka bisa berkumpul di sana bersama-sama lagi seperti dahulu.

__ADS_1


"Lee akan segera pulang Halboeji, Halboeji tidak usah khawatir, Lee akan pulang bersama Ayah dari Bayiku, dan Lee akan melangsungkan pernikahan, sehingga Halboeji dan keluarga tidak akan menanggung malu lagi karena perbuatanku," Wanita itu meneteskan air matanya, dia merasa bersalah atas perbuatannya tetapi apalah dayanya tak kuasa dia harus ingat semua fakta yang ada bahwa dia adalah sumber rasa malu keluarga.


Kini hanya bisa menerima kenyataan, sebuah kenyataan bahwa memang dia adalah penyebab dari robohnya harga diri keluarga.


"Lupakanlah masa lalu Cucuku, kita awali hidup kita yang baru, kita harus bahagia setelah ini dan berjanjilah untuk tidak berbuat kesalahan lagi," kata Halboeji kepada Cucu kesayangannya, Cucu yang sempat dia usir dahulu tapi sekarang dia sudah sangat menanti kedatangan Cucunya tersebut.


"Terima kasih banyak Halboeji aku sayang sekali pada kalian, kalian telah menerima dan memaafkan aku. Aku sungguh terharu memiliki keluarga seperti kalian," Lee Ji An kembali meneteskan air mata, tiba-tiba saja tetesan air matanya jatuh ke pipi Putra kesayangannya, dan membuatnya terbangun dan menangis.


"Oh Sayangku, maafkan ibu nak," ungkap Lee Ji An sambil menggoyangkan tubuh Putra kesayangannya. Mengayunkan tubuh Putra kesayangannya di dalam pangkuannya.


"Sini ... Eomma akan menggendongnya," kata sang Ibu sambil mencoba menggendong Baby Ryu jin.


Lee Ji An masih menangis dan masih melangsungkan video call bersama kakeknya tersayang. Bukan cuma Lee Ji An yang menangis tetapi kakek dan neneknya pun menitikan air matanya. Mereka berharap Lee Ji An tidak mengulangi kesalahan yang sama dan segera cepat pulang ke Korea.


Mereka merindukan Lee karena selama 9 bulan lamanya mereka bahkan tidak pernah berjumpa atau melakukan video call seperti ini. Karena itu video kali ini begitu mengharukan, karena kerinduan sudah bertumpuk di dada mereka. Kini sebuah kerinduan telah mengalahkan ego masing-masing dan sebuah nyawa baru telah mempererat ikatan batin masing-masing.


🎀🎀🎀

__ADS_1


Kak selesai membacanya jangan lupa like ya.


__ADS_2