
"Kenapa Eomoeni sepertinya tidak menyukai Nathan. Nathan baik dia tidak seperti yang Eomoeni bayangkan," tanya Lee Ji An kepada sang ibu.
"Eomoeni tidak membenci Nathan, hanya saja Eomoeni berpikir bahwa kamu tidak sepantasnya terlalu mencintai orang sebesar itu," ungkap sang ibu kepada putrinya.
"Tetapi Eomoeni, Nathan tidak sengaja meninggalkan aku, Nathan itu mengalami sebuah kecelakaan. Dia mengalami koma selama berbulan-bulan dan kini bahkan dia baru saja pulih, saat itu bahkan Lee melihat Nathan di Rumah Sakit bersama Neneknya, tetapi Lee tidak mengenali Nathan karena waktu itu wajahnya rusak karena kecelakaan tersebut dan Lee sangat menyesal karena tidak bisa menemani dia waktu dia mengalami masa-masa sulit itu," tutur Lee pada sang ibu.
"Dengarkan Eomoeni, jangan terlalu besar mencintai seseorang. Cintailah dia biasa saja, suka dia secara biasa saja, nanti kamu akan terluka dan sakit hati, jika sampai kalian tidak bersama," jelas sang ibu kepada putrinya.
"Tapi dia adalah Ayah dari bayiku, aku sangat menginginkan kami hidup bersama. Bukankah ini juga yang diharapkan oleh Eomoeni dan Aboeji, melihat aku hidup bersama dengan pria yang sudah membuat aku melahirkan bayi, atau mungkin Eomoeni sama Aboeji lebih senang jika aku mengurus bayi sendiri tanpa suami?" Wanita itu mempertanyakan semua kegelisahan hatinya kepada sang Ibu, pasalnya ia melihat sikap sang Ibu dan Ayahnya sangat dingin kepada Nathan benar-benar tidak bisa dipercaya.
Padahal selama ini ibu dan Ayahnya tidak pernah bersikap seperti itu kepada siapapun, tapi kenapa kepada Nathan kedua orang tuanya malah memberikan sikap yang sedingin salju. Itu membuat fikirannya semakin kacau, dia bertanya-tanya apa sebenarnya yang telah mengganjal di pikiran kedua orang tuanya.
Wanita itu sungguh penasaran, dia tidak bisa lagi hanya memendam rasa kesal, dan memendamnya sendirian, dia harus mengetahui semuanya. Agar dia tidak lagi merasa tersiksa dengan rasa penasaran yang kini sudah menghantuinya.
"Bukan begitu Lee, setiap Ibu, setiap orang tua, pasti menginginkan yang terbaik untuk putra-putri mereka, tetapi sepertinya kamu dan akan sangat tidak cocok, sepertinya keluarga Nathan tidak akan menyetujui kamu untuk menikah dengan Nathan," ungkap sang ibu kepada putri kesayangannya, itu sebenarnya yang terjadi yang ada di dalam hati orang tua Lee Ji An.
Eomoeni sangat takut jika Nathan meninggalkan Lee karena perintah orang tua Nathan atau tepatnya perintah Neneknya Nathan. Ibu Lee Ji An sangat takut putrinya terluka, sangat takut jika buah hatinya menangis kembali, merasakan sakit hati karena masalah yang akan terjadi di masa depan.
__ADS_1
Karena itulah Ibu Lee Ji An tidak mau putrinya terlalu menyayangi Nathan sebesar itu, karena jika sampai Nathan pergi meninggalkan Lee, maka pasti akan sangat menderita, wanita itu pasti akan sangat bersedih dan sebagai seorang ibu dia akan ikut merasakan kesedihan yang sama pula.
"Neneknya Nathan sudah setuju kepadaku ibu, terus apalagi yang harus aku takutkan, Nenek menjelaskan padaku bahwa dia akan memberikan aku pesta pernikahan yang sangat besar, dia sangat sayang kepadaku ibu, terus apalagi yang harus ibu takutkan apalagi yang harus aku cemaskan?" Wanita itu menatap sang ibu dengan tatapan yang begitu pilu.
Aroma kegelisahan telah tercium di setiap sudut ruangan kamar rawat inapnya tersebut. Baik Ayah ataupun Ibu benar-benar hanya terdiam saat ini, tidak bisa mengatakan apapun sebagai alasan atau pembelaan mereka. Karena itulah dia benar-benar merasa sedih dia tidak tahu apa yang sebenarnya ada didalam pikiran kedua orang tuanya.
Lee Ji An hanya berpikir ibunya tidak setuju, begitu pula dengan Ayahnya, tidak memikirkan alasan dibalik ketidak setujuan tersebut, karena memang ini berpikir tidak ada alasan yang penting, itu hanya soal keikhlasan hati. Namun sayangnya Ayah dan Ibu hanya diam saja tidak menjelaskan apapun juga.
"Benar apa yang dikatakan oleh Ibumu, bahwa memang tidak sepantasnya kita terlalu mencintai pria, terlalu dalam. Jika kamu suatu saat ditinggalkan, kamu akan merasa sakit hati, kamu akan terpuruk dan di saat itulah Aboeji dan Eomoeni tidak tega melihat putri kami terpuruk lagi," tangkas sang Ayah kepada Lee Ji An saat itu ia mengerutkan dahinya. Bahkan sang Ayah mengatakan hal tersebut kepadanya.
"Ada apa dengan kalian berdua? Ada apa dengan sikap kalian seperti ini? Tolong beri penjelasan yang lebih meyakinkan aku, agar aku bisa berpikir secara logis Ayah dan Ibu, kalian tidak mengenal Nathan Ayah dan Ibu tidak tahu apa yang terjadi pada Nathan, tetapi langsung bisa menyimpulkan hal tersebut, karena di dahulu Nathan telah meninggalkan aku, jadi kalian bisa menyimpulkan apapun tentang dia, tanpa mendengar alasannya," tutue Lee Ji An kepada kedua orang tuanya. Tetapi kedua orangtua Lee Ji An hanya bisa terdiam saja tidak bisa menjawab apapun.
Wanita itu menelan salivanya, dia yakin dengan sangat ternyata memang kedua orang tuanya tidak menyetujui hubungannya bersama Nathan, bagaimana mereka bisa menikah kalau sikap kedua orang tua Lee seperti itu.
Lee sangat bersyukur kedua orang tuanya menerima dia kembali, memaafkan kesalahannya karena sudah membuat malu keluarga besar, tetapi di saat dia bisa bertemu dengan sang kekasih, malah terjadi hal seperti ini. Lee ingin memberikan Ayah biologis untuk buah hatinya, dia ingin Nathan bersama dengan buah hatinya, dia tidak mau anaknya memanggil Ayah kepada pria lain, Lee sendiri juga hanya ingin menikah dengan Nathan saja, tidak mau menikah dengan pria lain selain Nathan
"Aku masih kurang mengerti dengan sikap kalian Aboeji dan Eomoeni, aku sangat tidak mengenal kalian berdua, kenapa kalian tiba-tiba memperlihatkan sikap seperti itu, padahal selama ini kalian begitu ramah, apakah Aboeji dan Eomoeni masih marah pada Nathan, tetapi sudahkah bukankah sudah dikatakan, Nathan memiliki alasan, kenapa tidak bertanggung jawab kepadaku waktu itu," tutur Lee Ji An dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
"Kami tidak bisa mengatakan apapun, tidak ada alasan, selain kami menyayangimu, tidak ada lagi alasan lain, selain kami takut kamu terluka, itu saja alasan kami," ungkap ibu Lee Ji An kepada sang putri kesayangannya.
Namun demikian, Lee menggelengkan kepalanya saat ini, dia merasa tidak percaya dengan jawaban dari kedua orang tuanya.
"Apa yang dikatakan oleh Eomoeni-mu memang benar, itu semua karena kami menyayangimu, tidak ada yang lain. Kami tidak mau kamu terluka untuk kedua kalinya," tutur sang Ayah kepada Lee Ji An.
🎀🎀🎀
Catatan kecil author
Hallo kakak jangan lupa like dan kasi rating ya kak, agar aku semangat terus update Novel ini.
Novel ini menjadi novel prioritas aku saat ini. Jadi mohon maaf untuk novel yang lain, akan up bergantian.
Jika ingin mengetahui novel mana saya yang update setiap harinya. Maka kakak silahkan masuk ke grup chat ini, agar kakak bisa tau info novel mana saja yang akan saya up. Kebetulan saya memiliki 7 novel yanh masin on going.
Tetapi ketika Lee bertemu dengan Nathan masih menjadi novel prioritas dan utama.
__ADS_1
Salam sayang dariku, Evangelin Harvey